
Kondisi Loki cukup buruk, dia hampir mirip dengan Arga sekarang dalam keadaan terduduk di kursi roda dan tidak bisa melakukan apapun lagi.
Namun bedanya, Arga setidaknya lebih bahagia karena dirinya di dampingi oleh istri yang selalu memberinya pelayanan terbaik.
"Ada apa Loki?" tanya Gevanya yang membuat Loki menunduk pelan.
Loki kemudian mengangkat kepalanya pelan. "Aku minta maaf atas semua perlakuanku padamu."
Gevanya dan Arga masih terdiam, Loki belum selesai menyampaikan perasaannya, suasana hening di koridor itu menambah suasana yang terjadi di antara mereka bertiga.
"Aku menyesal atas semua yang terjadi, aku meminta maaf."
Loki kali ini terdiam, terlarut dalam penyesalannya sendiri, yang membuat Gevanya merasa sedikit iba. "Aku sudah memaafkanmu."
"Benar?"
"Tidak ada yang lebih berharga dari permintaan maaf seseorang, dan memberikan maaf tidak berarti membuat kita lebih tinggi atau lebih rendah," jawab Gevanya tersenyum kepada Loki.
Loki merasa bahwa dirinya kini benar-benar hina bahkan kata maaf saja sebenarnya sangat tidak pantas baginya namun Gevanya malah memberikannya dengan muda.
Loki kemudian menggerakkan kursi roda nya kepada Arga, dia meraih tangan kakaknya itu dan tertunduk dihadapannya. "Bang? Maafin Loki yah bang, selama ini Loki selalu ngebuat Abang susah."
__ADS_1
Arga terdiam.
"Dari kecil Abang selalu ngalah sama Loki dan sampai sekarang pun Loki masih sering nyakitin hati Abang, maafin Loki bang," ujar Loki penuh penyesalan.
Mendengar itu membuat Arga menahan sejenak air matanya atas momen kakak beradik ini, ia mengelus kepala Loki perlahan dan mengangkat bahu adiknya itu.
"Munafik rasanya jika Abang bisa melupakan semuanya, tapi Abang sadar kamu satu-satunya adik yang Abang punya, jadi Abang selalu memberi maaf," jawab Arga. "Jangan takut sendiri Ki, kalau kamu butuh apa-apa kamu tahu kemana kamu harus datang."
Loki menatap Arga sesaat kemudian memeluk kakaknya itu, Arga terdiam saat ini, jarang bahkan tidak pernah Loki memeluknya seperti ini bahkan menangis dalam pelukan masing-masing.
Entah ada dorongan apa, rasanya Arga sangat menyayangi adiknya itu terlepas dari apa yang terjadi, apa karena Loki satu-satunya adik yang Arga miliki.
Dan kini mereka hanya perlu membuka lembaran baru dalam hidup mereka karena semua yang menjadi masa lalu tidak akan bisa bergabung dengan masa depan.
"Terimakasih Bang," Loki mencium tangan kakaknya itu.
Arga dan Gevanya tersenyum. "Kalau begitu Abang pamit yah, kamu datang kan ke akad ulang kami?"
"Dan menjadi saksi kebahagiaan kalian? Aku tidak akan melewatkannya," jawab Loki yang membuat Arga menepuk bahu Loki bahagia.
Gevanya kemudian mendorong kursi roda Arga kembali melewati koridor keluar dari rumah sakit, meninggalkan Loki disana.
__ADS_1
"Nanti taksinya langsung ke rumah Papa aja, Ayah Raden udah nungguin disana juga," ujar Arga pada Gevanya.
"Loh? Gak beda mobil lagi?"
Mendengar itu membuat Arga langsung memeluk tangan Gevanya. "Setelah kejadian koma kamu? Abang gak mau ditunda lagi, terakhir kita pisah mobil kamu malah ngehukum Abang dengan tidak sadarkan diri selama seminggu."
Gevanya tersenyum, ia berjalan ke depan suaminya dan berjongkok mengsejejerkan badannya dengan ketinggian Arga yang duduk di kursi roda. "Aku, mencintaimu."
"Aku, juga," jawab Arga mencium kening Gevanya.
•
•
•
TBC
Assalamualaikum
Jangan Lupa Like
__ADS_1