Istriku Haram Disentuh

Istriku Haram Disentuh
S2. Blushing


__ADS_3

"Kurang-kurangi bergaul sama kakak aku, An," ujar Arga yang membuat Anjani dan Arsyad mendelik.


"Kenapa?" tanya Anjani yang merasa bahwa Arsyad selama ini normal-normal saja. "Om Arsyad gak pernah kok jumpalitan di tengah jalan apalagi makan sambil kayang, berarti gak ada yang aneh."


"Justru itu masalahnya. Lagian kamu manggil kakak aku Om, padahal kami seumuran," Arga meraih setoples kacang kemudian mulai mengunyahnya.


"Oh, soalnya pas pertama ketemu kesannya kayak Om-Om," jawab Anjani sekenanya.


"Sugar Daddy kan babe?" Arsyad menarik turunkan alisnya.


"Gak, kayak engkong-engkong tetanggaku yang tiap pagi mandiin burung," jawab Anjani tanpa dosa.


Cih, Arsyad sedikit mendesis dan mengumpat dalam hatinya bagaimana bisa pria gagah begini di samakan dengan engkong-engkong. "Setidaknya kau samakan aku dengan sugar daddy itu sudah bagus An."


"Ngapain mau jadi sugar daddy? Sugar daddy di dunia nyata itu Om-Om gendut punya istri anaknya selusin, kalau yang ganteng berkharisma di dunia nyata cuma dua puluh persen, sisanya di dunia halu, makanya pembaca novel sering oleng sama karakter novel, di dunia nyata gaada."


Jleb!


Perasaan mendelosor macam apa ini yang sedang menimpar Arsyad, Arga sedikit terbatuk menahan tawa, bisa-bisa dia tidak tahan atas obrolan unfaedab Arsyad dan Anjani.


"Kalau aku bisa bikin oleng pembaca gak kalau semisal aku karakter novel?" tanya Arsyad yang membuat Anjani menggeleng.


"Pembaca udah bengek duluan, kalau Om beneran jadi karakter novel, di dunia nyata udah meresahkan."


"Iya deh, soalnya aku cuma bisa bikin oleng kamu kan?"


Blushing ... Blushing ... Blushing ...


Apakah ini yang disebut perut penuh kupu-kupu, ARGH! Anjani ingin berteriak di hadapan Arsyad sekarang jika saja dia tidak menjaga image kalem sholehahnya.

__ADS_1


"Apaansih, udah tua gak cocok gitu," Anjani membuang muka.


"Aku masih muda An."


"Tolong hentikan keuwuan ini," Arga melempar tutup toples kepada Arsyad.


Bledug.


Arsyad mengeluh kesakitan sebelum Gevanya datang membawa minuman untuk Ridwan tadi.


"Loh, Lord Ridwan mana?"


"Ke rumah sakit dia," jawab Anjani.


"Lah?"


"Katanya sih mau nyeret Bianca ke KUA, makan-makan," timpal Arsyad yang membuat Gevanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Oke semuanya dalam mode serius.


"Buat apa?"


"Test hamil, kayaknya Arga kena couvade syndrome aku takut kamu hamil dia yang ngidam, kita punya bapak hamil dong, sekedar memastikan aja."


Gevanya mengangguk, ada benarnya juga ucapan Anjani, dia mengambil testpack dari tangan Anjani kemudian membawanya masuk ke toilet untuk di test.


Anjani kembali ke ruang tengah dan membuat ia mendapatkan pertanyaan dari si kembar Arga dan Arsyad.


"Ngapain?" tanya Arsyad.

__ADS_1


"Ngajak Gevanya test kehamilan, tuh dia pake testpack."


"Semoga Alma hamil, biar aku punya ponakan, kan enak baru beberapa episode di Indonesia, dapat jodoh sama keponakan," Arsyad melirik Anjani.


"Beberapa episode?" tanya Arga tidak paham.


"Beberapa hari maksudnya," jawab Arsyad menggaruk tengkuknya. "Kalau dikasih anak juga boleh."


"Dih."


Anjani merasa bawa dirinya blushing sekarang. "Hm, nikah yuk sama Abang!"


Ini sudah kesekian kalinya Arsyad mengatakan itu dan Anjani mulai bosan dan lelah dengan ini.


Tak lama kemudian Gevanya keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah mereka semua, Arga sontak antusias.


"Bagaimana hasilnya dek?"


"Aku-"





Assalamualaikum


Jangan Lupa Like

__ADS_1


Aku kenapa Ge???? Ahh digantung


__ADS_2