Istriku Haram Disentuh

Istriku Haram Disentuh
S2. Tempat Pulang | END


__ADS_3

Sudah enam bulan semenjak kejadian dimana Bianca bersatu dengan Ridwan dan Arsyad bersama Anjani.


Hari ini adalah hari resepsi pernikahan mereka berdua yang dilakukan secara bersama, akad nikah telah mereka lakukan dengan jeda sehari, dimana Ridwan duluan baru Arsyad.


Keduanya sepakat untuk menggelar resepsi secara double, karena memang Anjani yatim piatu dia tidak punya keluarga lain sedangkan keluarga dari pihak Ridwan dan Bianca setuju-setuju saja dengan hal ini.


"Bang, udah siap?"


Tap! Tap! Tap!


Suara langkah kaki menuruni tangga membuat Gevanya menoleh ke atas dimana disana tampak suaminya Arga yang berjalan dengan mengancing kemejanya.


"Udah sayang, kamu juga udah?' tanya Arga berjalan ke arah Gevanya dan mencium pipinya.


"Jangan di cium, nanti make up-nya luntur," keluh Gevanya yang membuat Arga menggaruk tengkuknya.


Yah! Selama enam bulan lamanya Arga melakukan perawatan dan dua bulan yang lalu akhirnya dia sudah bisa berjalan walaupun awalnya hanya pelan namun sekarang sudah lancar.


Arga menatap bagian bawah Gevanya dan menyibak baju terusan panjang istrinya sembari menggeleng-geleng kan kepalanya.


"Nyeker lagi, Abang udah bilang jangan nyeker walaupun itu di dalam rumah," tegur Arga yang membuat Gevanya melebarkan senyumnya.


"Maaf, kan tadi mau pake sepatu," jawab Gevanya yang membuat Arga mendelik.


"Sepatu mana?"


"Itu!"


Gevanya menunjuk sebuah sepatu hak tinggi di rak sepatu miliknya, Arga segera mendatangi rak sepatu tersebut dan mengambil sepatu yang dimaksud Gevanya.


"Hm, ini?" Arga mengangkat sepatu ber-hak tinggi.


Gevanya mengangguk, Arga melempar sepatu tersebut. "Tidak boleh, kamu lagi hamil!"


Arga kemudian memilihkan sepatu tanpa hak untuk Gevanya yang membuat Gevanya hanya bisa cemberut pasalnya suaminya itu over protektif sekali.


Arga berjalan ke arah Gevanya dan memakaikan sepatu tersebut. "Udah minum vitamin."

__ADS_1


Lagi dan lagi Gevanya menggeleng, Arga langsung menggendong tubuh istrinya itu ala koala dan membawanya ke dapur, Arga mendudukkan Gevanya di counter dapur dan mengambil vitamin dari lemari beserta air minum.


"Bandel! Kalau gak aku ingetin, pasti gini," Arga mendengus dan memberi kode untuk Gevanya membuka mulut.


Gevanya membuka mulutnya, Arga mengeluarkan pil dari bungkusnya kemudian memasukkannya ke mulut Gevanya.


"Kalau bukan Abang yang ingetin, kan kasian Arga junior," Arga memberikan Gevanya air.


Gevanya meminumnya sampai habis kemudian memeluk suaminya itu. "Maaf, aku kan lupa."


Manja! Istrinya sangat manja setelah istrinya menuntaskan misi untuk menyembuhkan dirinya, Arga hanya.mengelus kepala Gevanya.


"Yasudah ayok berangkat!"


Mereka akan pergi ke resepsi Ridwan dan Arsyad.




Kini Gevanya dan Arga sudah tiba di gedung resepsi tersebut, sontak saja Arsyad dan Ridwan bersama pasangan mereka mendatangi keduanya.


"Semenjak bisa jalan, suami kamu ga sopan yah," Arsyad menarik telinga Arga yang membuat Arga mengeluh.


"Maklumlah kak udah bebas sekarang."


"Beb!" Anjani memeluk Gevanya begitupun Bianca.


Mereka bertiga sudah bersahabat dari lama dan merasa bahagia karena menemukan pasangan hidup masing-masing.


"Assalamualaikum!"


Suara tersebut membuat semuanya berbalik.


Tampak Adam dan Dikta, Adam menggendong anak pertama mereka Akta dan Dikta menggendong anak keduanya.


"Keponakan aku!" Gevanya berjalan ke arah Dikta dan meraih anak kedua Dikta. "Semoga nanti debay aku segemoy kamu yah!"

__ADS_1


Disana juga ada Aurel dan Sean suaminya dengan Aurel yang menggendong anak mereka.


"Kalau keponakan aku si Akta!" Bianca mengambil Akta ~anak pertama Dikta dari suami pertamanya.


"Aku yang ini aja deh," Anjani memilih mengambil anak Sean dan Aurel.


"Assalamualaikum! Kalian ngelupain aku?"


"Alma?" Dikta, Aurel, Gevanya, Bianca dan Anjani langsung menghamburkan diri ke Alma.


Mereka berenam saling berpelukan dan melepas rindu karena memang Alma sudah lama tidak menemui mereka.


Disana juga ada Loki dan Alya mereka ikut bahagia atas ini.


Gevanya yang melihat kehangatan itu merasa bahagia, berawal dari dia yang terpuruk akhirnya menemukan kebahagiaannya.


Dari sini kita belajar bahwa awal yang ternyata buruk bisa jadi baik untukmu, Allah tahu apa yang terbaik untukmu.


Karena bisa jadi kau membenci sesuatu tapi ia amat baik bagi dan bisa jadi kau menyukai sesuatu tapi dia aman buruk bagimu.


Allah Remember you :)


"Rasa-rasanya aku sudah menemukan tempat untuk pulang."





END


Assalamualaikum


Buat kalian yang ga kenal


Dikta-Adam dan Aurel-Sean dari novel Selepas Kata Talak

__ADS_1


Alma dari Dijual Suamiku Dibeli Pamanku.


Semuanya novel Author kok :)


__ADS_2