Istriku Haram Disentuh

Istriku Haram Disentuh
S2. Bukan Begitu, Dek


__ADS_3

"Abang, gak mau denger penjelasan Papa Ardan dan Bang Arsyad dulu?" tanya Gevanya mendorong kursi roda Arga.


Arga terdiam, dia tidak ingin mendengar apapun lagi, bahkan menjawab pertanyaan Gevanya, Arga sudah tidak sanggup.


"Bang, harusnya Abang ngedengerin penjelasan mereka."


Arga mengangkat kepalanya. "Penjelasan apalagi dek."


Suara lirih Arga yang perlahan memudar menandakan dia tengah menahan tangisnya, walaupun dia belum pernah melihat wajah Mama kandungnya. Namun rasanya hati Arga begitu hancur mengetahui fakta ini.


"Abang. Udah ditipu keluarga sendiri," lanjut Arga yang perlahan meneteskan air matanya.


Gevanya yang melihat itu, segera berjalan ke depan Arga dan memeluknya yang membuat Arga menangis di pelukan istrinya.


"Abang salah apa dek, kenapa semua orang jahat sama Abang?" tanya Arga dengan perasaan hancur dan terpukul.


Gevanya menaruh jarinya di bibir Arga kemudian mengusap air mata suaminya. "Abang gak boleh ngomong gitu."


"Abang gak berguna, kamu kasih keturunan aja gak bisa dek," Omongan Arga sudah mulai ngelantur kesana kemari yang membuat Gevanya mencari peralihan untuk Arga.


Gevanya meraih wajah Arga dan menangkupnya. "Abang gak boleh gini, gak ada orang yang jahat sama Abang, semua orang punya alasan."


Arga memilih diam, sedangkan Gevanya kemudian mengusap wajah suaminya menghapus air mata yang jatuh itu.

__ADS_1


Memang tidak adil bagi Arga, karena dia sudah di bohongi selama ini, disaat mereka berdua sedang berbicara, tiba-tiba suara Arsyad membuat mereka berbalik.


"Cengeng."


Arga mendelik menatap Arsyad yang kini berdiri di sampingnya namun menatap ke arah lain. "Mau apa, kakak kesini?"


"Nemuin Gevanyalah, masa nemuin kamu," jawab Arsyad memberikan tas milik Gevanya yang ketinggalan.


Gevanya menerima tas-nya. "Makasih Bang."


"Sama-sama, oh iya aku mau bicara berdua sama Argo ini bisa kan?" jawab Arsyad meminta Izin. "Hanya berdua saja."


Gevanya mengangguk, kemudian berdiri dan berjalan pergi meninggalkan suaminya bersama kembarannya.


Setelah ditinggal pergi oleh Gevanya, Arsyad langsung mengeplak kepala adiknya itu.


Arga mengadu kemudian mengusap kepalanya yang sakit akibat geplakan tersebut. "Sakit."


"Biarin, siapa suruh kamu ngambekan, dah tua gak cocok."


Arga terdiam, ia menatap Arsyad sejenak kemudian perlahan kembali menangis, Arsyad meraih kepala adiknya dan memeluknya membiarkannya menangis, Arga memang memiliki sifat melankolis dalam situasi tertentu.


"Papa sama Kakak jahat."

__ADS_1


"Iya kamu, si paling baik," canda Arsyad menjawab keresahan adiknya.


"Aku serius."


"Lah, kamu pikir kakak disini ngapain, kayang?" Arsyad mendelik menatap Arga yang membuat Arga menyerah.


Sepertinya Arsyad merupakan seorang manusia yang tidak bisa diajak serius, Arsyad menepuk-nepuk bahu adiknya. "Kakak bercanda, coba jelaskan dimana letak jahatnya kakak, perasaan kakak ga jadi begal, eh belum."


Arga menatap kontan mata Arsyad membuat adu kontak mata terjadi diantara kedua kakak beradik serupa jenis ini terjadi, Arga melepas kontak mata mereka kemudian menunduk.


"Aku gak pernah ngeliat wajah Mama, aku ga pernah kenal sama Mama dan Mama udah meninggal. Kalian berdua jahat," jelas Arga yang membuat Arsyad menatap penuh bersalah.


"Bukan begitu dek, Kakak-pun bisa berkomunikasi dengan Papa itu setelah Mama meninggal, karena Mama memang melarang kontak dengan keluarga di Indonesia, jadi sewaktu Mama hidup, Kakak gak punya akses buat ngehubungin kamu," jawab Arsyad menjelaskan.


Arga terdiam, dia tidak tahu harus merespon apa sekarang, dia memilih diam sebelum memberikan respon kembali.





TBC

__ADS_1


Assalamualaikum


Jangan Lupa Like


__ADS_2