Istriku Haram Disentuh

Istriku Haram Disentuh
S2. Gak


__ADS_3

"Ini pasti bercanda kan. Gak asik ah bercandanya gak lucu."


Anjani hanya mendesah pelan atas kabar itu karena memang Arsyad adalah orang yang tidak pernah diajak serius.


"Serius!" teriak Gevanya dari balik telepon.


"Gak percaya ah!" kesal Anjani yang sebenarnya bingung antara harus percaya atau tidak percaya dengan kejadian ini.


"Yaudah kalau kamu gamau percaya, tapi kalau kamu percaya datang ke rumah sakit sekarang."


Gevanya mematikan telepon tersebut membuat Anjani terdiam dan menaruh ponselnya di dashboard depan mobilnya.


"Eh! Ge! Tunggu ini beneran?" gumam Anjani bingung sendiri.


Perlahan rasa khawatir dan gelisah mendesah dari dalam dirinya, mau tidak mau dan atas dari dorongan apa Anjani segera memutar balik mobilnya menuju rumah sakit padahal dia sudah cukup jauh.


"Om Arsyad kenapa lagi sih, perasaan gak pernah bikin aku tenang sedikit."


Anjani membawa mobilnya dengan kecepatan penuh, sampai tak membutuhkan waktu lama kini mobilnya sudah sampai di halaman rumah sakit, Anjani membuka pintu mobil dan keluar dari mobil.


Anjani meraih ponselnya kemudian menelepon Gevanya. "Halo Ge! Om Arsyad dimana?"


"Kak Arsyad udah gak ada."


"Hah?"


"Kamu telat."


"S-serius?"


Deg!


Seketika Anjani berasa di hujam jarum seribu mendengar penuturan tersebut. Apakah benar Arsyad sudah tiada.


Setelah mendapatkan info ruangan dimana Arsyad berada, Anjani segera bergegas kesana dan mendapati Arga, Gevanya, Ridwan dan Bianca ada disana.


"Om Arsyad kenapa?"


Semua nya terdiam membisu, seolah kesulitan untuk menjawab pertanyaan Anjani yang berasa menuding mereka berempat.


"Jawab!"

__ADS_1


Jleb!


Ini pertama kalinya Anjani membentak. Memang tidak terlalu kuat karena Anjani tipikal wanita yang lemah lembut.


Tidak ada jawaban, Anjani masuk ke dalam ruangan tersebut dan mendapati sosok tertutup kain di atas brankar, Anjani menjulurkan tangannya menyibak kain tersibuk.


Deg!


"O-om Arsyad?"


Benar, sosok tak bergerak itu adalah Arsyad, dia tampak sedikit mengalami luka di sekitar wajahnya, Anjani seketika hancur, jujur dalam hatinya jika tahu begini dia tidak akan menolak Arsyad.


"Kita baru beberapa waktu ketemu, tapi aku rasa ada sesuatu yang berbeda, kenapa setia hatiku berkata iya, tapi ragaku belum bisa, dan Om Arsyad udah pergi gitu aja? Gak adil!" teriak Anjani perlahan menangis meraih tangan Arsyad.


Gevanya datang dengan mendorong kursi roda Arga sedangkan Bianca dan Ridwan menyusul ikut masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Kenapa Om Arsyad bisa begini?" tanya Anjani dengan suara yang hilang timbul akibat menangis.


"Setelah ditolak kamu, Bang Arsyad pergi dan mengalami kecelakaan tunggal dan yah seperti yang kamu lihat," jelas Ridwan pada Anjani.


"Jadi ini semua salah aku yah?" Anjani kesal pada dirinya sendiri.


Gevanya berjalan ke arah Anjani dan memberikan cincin yang tadi Arsyad ingin berikan kepada Anjani. "An, mungkin Kak Arsyad ingin memakaikan ini ke kamu."


Anjani menatap cincin tersebut, cincin yang sempat dia tolak, Anjani mengambilnya dan memakainya. "Om! Aku udah pakai cincinnya berarti kita udah resmi yah, maafin aku."


"J-jadi kamu nerima aku?"


"Iya!"


"Eh Tunggu!" Anjani tersadar bahwa suara barusan adalah Arsyad. "O-Om?"


"O-Om jadi zombie?" tanya Anjani yang melihat Arsyad bangun.


"Enggak ini cuma buatan kok, aku gak kenapa-napa."


Arsyad membersihkan luka buatan tersebut kemudian tersenyum lebar pada Anjani.


"Ini ada apa sih?"


"Ini semua rencana Kak Arsyad biar ngetest kamu, ternyata cie cinta beneran," jawab Bianca yang membuat Anjani memerah malu.

__ADS_1


"Gak lucu!"


Arsyad menarik tangan Anjani sehingga Anjani jatuh ke pelukannya. "Maaf bercanda aku keterampilan."


"Keterlaluan!" ralat Anjani kesal.


"Jadi aku diterima gak?"


"Gak!"


"Tapi cincinnya di pake."


Anjani melirik cincin tersebut kemudian melepaskannya dan memberikannya kepada Arsyad.


"Kok dibalikin?"


"Tadi aku pake sendiri, sekarang pakein."


"Jadi diterima?*


Anjani mengangguk, Arsyad segera memasang kan cincin tersebut dan memeluk Anjani. "Aku mencintaimu."


"Aku gak!"


"Hahaha!"


Mereka semua tertawa renyah atas semua ini semua rencana dan kejadian yang benar-benar menguras tenaga berakhir bahagia.





TBC


Assalamualaikum


Jangan Lupa Like


SATU BAB LAGI END :(

__ADS_1


__ADS_2