Istriku Haram Disentuh

Istriku Haram Disentuh
S2. Anjani dan Kemeja Arsyad


__ADS_3

"Maaf, anda salah orang nyonya."


Pria yang mengaku bernama Arsyad tersebut berjalan meninggalkan Gevanya yang masih mematung ditempat, siapa namanya tadi? Adrian Arsyad.


Nama yang sangat asing bagi Gevanya sendiri, tapi kenapa wajah Arsyad begitu sama dengan Arga?


Garis mata itu, hidung itu, bibir itu, hanya saja Arsyad lebih tegas dari segi mimik muka, namun jika harus dibandingkan Arga masih jauh lebih berisi dan berotot dibanding Arsyad.


Arga memiliki dua belah dada bidang yang menonjol, bisep yang masih kuat dan perutnya yang terbagi enam, dan hanya Gevanya yang tahu.


Gevanya tersadar dari lamunannya, dia.melihat tangannya mengenggam kotak obat, dia teringat oleh Arga yang membuat Gevanya segera melangkahkan kakinya menemui Arga yang sudah menunggunya di taman.


"Bang Arga?"


Gevanya memanggil nama Arga, Arga membalikkan badannya dia masih ada disana, diatas kursi roda jadi mustahil pria yang mirip Arga tadi adalah Arga sendiri.


Dan sudah menjadi tanda tanya besar bagi Gevanya kenapa wajah Arsyad sangat mirip dengan Arga.


Sementara itu Anjani tengah berjalan di koridor rumah sakit, dia berjalan dengan membawa kopi dingin kesukaannya setelah mengambil jam istirahat untuknya.


Disaat dia berjalan, Anjani malah fokus memainkan ponselnya sehingga tanpa sadar dia menabrak seseorang yang membuat kopinya tumpah ke badan orang tersebut.


"Kamu jalan, pake mata gak?"


Suara ketus dan kesal orang tersebut membuat Anjani tidak memperdulikannya, Anjani malah sibuk meratapi kopinya yang tumpah padahal belum sempat dia minum setegukpun.

__ADS_1


Anjani mengangkat kepalanya menatap orang yang baru saja dia tabrak yang membuat Anjani mengernyit. "Arga?"


Sama seperti Gevanya tadi, Anjani heran bagaimana bisa Arga sudah bisa berjalan dan bernada ketus begini, pria yang suda muak itu hanya memberikan ekspresi malas. "Arga siapa sih? Dari tadi saya ketemu orang aneh yang mengira saya adalah Arga."


"Kamu, bukan Arga?" tanya Anjani memastikan.


Pria itu mengusap keningnya malas. "BUKAN!"


"Terus?"


"Saya, Andrian Arsyad, saya datang ke sini ingin menemui klien saya yang sedang dirawat, kalau keadaan begini bagaimana saya bisa menemui klien saya," jawab Arsyad memperkenalkan diri.


Anjani menatap bekas tumpahan kopi pada kemeja putih Arsyad yang membuat Anjani benar-benar merasa bersalah.


"Aku, minta maaf."


"Emangnya Bapak Hamil? Aku gak ngapa-ngapain loh," jawab Anjani polos atau memang dia sengaja merasa bodoh.


Arsyad menghela napas panjang, dia menarik tangan Anjani kemudian mendorongnya ke tembok, tangan kiri Arsyad menumpuh pada tembok sehingga kini posisinya hampir menindih Anjani dalam kondisi berdiri.


Wajah mereka saling bertatapan yang membuat mereka bisa merasakan hembusan napas masing-masing.


"Jangan apa-apain aku, Pak!"


Anjani memejamkan matanya sampai sebuah sentilan pada jidat nya membuat dia meringis dan membuka matanya.

__ADS_1


"Kamu pikir saya, mau ngapain kamu?"


Pertanyaan Arsyad membuat pipi Anjani meerahi, Arsyad melepas posisi tersebut kemudian membuka kancing kemejanya satu persatu.


"Pak, mau ngapain Pak?"


Arsyad tidak mempedulikannya, dia tetap membuka kancing kemejanya yang membuat Anjani memejamkan matanya.


"Ah! Aurat!"


/Bruk/ Arsyad melempar Anjani menggunakan kemeja yang sudah tadi dia lepas.


Anjani membuka mata dan mendapati Arsyad ternyata memakai kaos lain. "Untuk apa ini?"


Arsyad mengambil dompetnya dan mengeluarkan kartu nama yang dia serahkan kepada Anjani. "Cuci kemejaku dan antar ke alamat ini."


"What!?"





TBC

__ADS_1


Assalamualaikum


Jangan Lupa Like


__ADS_2