
saat Aryan memakan siomay, baru melahap dua sendok tiba - tiba Husny ingin disuapi oleh Aryan
'' sepertinya siomay ini enak. suapin aku'' pinta Husny sambil membuka mulutnya
A A A.... Husny membuka mulutnya dan Aryan menyuapinya
Aryan memang seperti itu dengan teman temannya. hubungan pertemanan mereka sangat dekat.
'' eh dimana anak anak yang lain ?'' tanya Aryan
'' lagi latihan, katanya mereka mau ada job d cafe lekoran dekat alun-alun '' jawab Husny
'' kamu nggak ikut hus ? '' tanya Dyah
'' nggak.... aku kan lagi di sini. temenin kalian '' jawab Husny
setelah hari menjelang gelap mereka pulang ke rumah masing-masing. seperti biasa kali ini Aryan pulang di antar Husny.
selama di perjalanan Husny sering menggenggam tangan Aryan yang berpegangan pada pinggang Husny.
biasanya Aryan lebih banyak berbicara tapi entah kenapa kali ini Aryan banyak diamnya.
'' ko diem saja, biasanya ngomong terus... '' tanya Husny yang sambil mengendarai motornya.
'' kan kamu lagi bawa motor, penumpang dilarang ngobrol kan....'' jawab Aryan sambil cekikikan. Husny yang mendengar itu hanya tersenyum.
setelah beberapa saat mereka akhirnya sampai di rumah Aryan. rumah sederhana yang bercat putih. rumah tersebut memang kecil namun karena tertata jadi tidak terlihat sempit. ruang depan dari rumah tersebut separuhnya digunakan sebagai tempat menjahit ibunya Aryan.
__ADS_1
'' sini masuk dulu nak Husny '' sapa ibunya Aryan yang berdiri di depan pintu.
'' terimakasih Bu. lain kali saja '' jawab Husny.
Husny langsung pamit pulang dia menuju studio musik tempat teman-temannya latihan.
Aryan masuk ke dalam rumah bersama ibunya. Aryan tinggal bersama ibu dan adik perempuannya. ayahnya meninggalkan mereka sejak Aryan berumur sepuluh tahun karena penyakit kanker. ayah Aryan seorang perokok berat.
" dimana Naura Bu? " tanya Aryan saat dia tidak melihat adiknya di rumah
" Naura ada di sekolah, katanya ada acara. makanya setelah pulang dia pergi lagi tadi sore. " jawab ibunya
" jangan keseringan dibolehin Bu. ngga baik anak perempuan" ucap Aryan
" kamu nggak lupa kan dengan pesanan ibu ?" tanya ibu
" tadi Aryan mampir dulu ke toko langganan ibu sebelum ke kampus" kata Aryan
setelah ngobrol dengan ibu, Aryan beranjak bangun dari kursinya. lalu menuju ke kamarnya. direbahkan tubuhnya di atas ranjang sambil matanya memandang langit-langit kamarnya.
'' mas temmy...... sedang apa yah..... '' tanya Aryan dalam hati
****
'' Aryan..... '' lirih temmy menyebutnya
'' siapa pak? Aryan?? '' tanya Aqib
__ADS_1
'' eh nggak mas Aqib...'' suara Aqib membuyarkan lamunan temmy
kini mereka berada di teras rumah, bersiap untuk berangkat mengantar Stella.
Stella yang berada di samping temmy bertanya dalam hati. '' siapa Aryan? di Amerika tidak ada gadis yang bernama Aryan. '' gumam Stella dalam hati.
'' Stella pulang dulu ya Tante...'' pamit Stella sambil mencium pipi ibu Widyawati
'' antar Stella sampai ke rumahnya. dan jaga dia baik-baik '' pinta ibu widya pada temmy
begitu mereka hendak membuka pintu mobil, sebuah mobil masuk ke halaman depan rumah. pak prof Yahya baru saja datang. di dampingi Deri asisten yang menggantikan Aqib. saat Aqib tidak bisa mendampingi.
Stella langsung menghampiri pak prof sebelum masuk ke dalam rumah.
'' Stella pulang dulu om '' pamit Stella pada prof Yahya
prof Yahya hanya menganggukan kepalanya. dan beliau segera masuk kedalam rumah di dampingi istrinya ibu Widyawati.
*
*
*
bersambung....
terima kasih sudah membaca
__ADS_1
jangan lupa komentarnya yah besti....