
aktivitas yang dilakukan oleh dua orang sejoli yang sedang bulan madu memang sangat menghabiskan waktu berdua. entah apa yang mereka lakukan hanya mereka berdua yang tahu. sejak tadi pagi yang harusnya mereka bangun dan beraktivitas seperti layaknya orang-orang yang lain tapi mereka masih saja berada di dalam belum juga turun.
pak Untung melakukan pekerjaannya seperti biasa dan Bu nur masih menunggu majikannya dengan setia.
setelah matahari terasa sampai ke kulit bagi orang-orang yang sedang beraktivitas di luar ruangan, mereka berdua baru menunjukkan batang hidungnya. turun ke bawah dan ingin segera melunasi hutang mereka pada perutnya.
Aryan yang sedari tadi mengeluh ingin segera turun dan mengisi perutnya karena memang dia benar-benar lapar. tenaganya sudah benar-benar habis terkuras sejak aktivitas semalam.
''ayo mas udah siang nih Aryan lapar''
''iya iya''
temmy menggandeng istrinya keluar kamar dan menuruni tangga. mereka berjalan beriringan menuju tempat makan.
sungguh dari aromanya saja masakan ini sangat menggugah selera. Aryan mengambilkan beberapa lauk yang terhidang untuk suaminya. setelahnya Aryan baru mengambil bagiannya. aryan ingin segera memasukkan makanan-makanan itu ke dalam mulutnya satu suap, dua suap, tiga suap belum cukup masih ingin lebih dari itu.
temmy yang melihatnya gemas sendiri.
'' pelan-pelan sayang seperti baru ketemu makanan saja''
'' ini kan salahnya mas. udah siang begini kenapa baru turun, baru mengisi perut yang lapar ini ''
''mas minta maaf. ayo lanjut makannya lagi''
aktivitas sarapan pagi yang malah dilakukan di siang hari sudah mereka lalui. Aryan sedang memegangi perutnya karena merasa begah. kali ini dia merasa sangat kekenyangan.
kini mereka berada di taman, sedang menikmati sejuknya angin yang semilir. sambil menyeruput kopi, temmy sibuk dengan ponselnya. Aryan dicueki begitu saja.
''mas ayo kita jalan-jalan''
''lha ini kita keluar dari rumah berarti lagi jalan-jalan''
'' mas jangan bercanda deh. masa kita disini terus ?''
''emang kamu pengen kemana ?''
''jalan-jalan lah. denger-denger disekitar sini ada tempat agrowisata loh mas.''
''oh yah. kamu tahu dari mana ?''
''dari teman ku mas'' sambil menunjukkan ponselnya pada temmy
''tempat apa itu ?'' temmy mengambil ponsel dari tangan Aryan
''itu taman buah mas''
__ADS_1
''kebetulan lagi banyak musim buah.'' tambah Aryan lagi
''ya sudah kita bersiap-siap''
temmy bangun beranjak dari tempat duduknya dan Aryan segera mengikuti langkah temmy dari belakang.
''tuh kan sekarang giliran dia sendiri yang antusias gini. tadi aja diajak jalan ngga mau. banyak alasan.'' gumam Aryan yang kini sambil memajukan bibirnya.
saat menaiki tangga tiba-tiba temmy mendadak berhenti melangkah. Aryan yang berjalan di belakang temmy jelas langsung kepentok punggung temmy.
''aduh mas ko mendadak berhenti sih.''
''kamu tuh yang jalannya harus lihat -lihat pake mata.'' menengok ke belakang sebentar lalu berjalan lagi dengan langkah cepat.
Aryan memegang handel pintu kamar dan membukanya. saat begitu masuk, Aryan mengerutkan jidatnya.
'' apa-apaan ini? dia sudah siap. penampilannya kasual, bajunya sudah rapih dan tampangnya sudah ganteng begitu '' Aryan mengomel sendiri
'' bilang apa tadi?'' temmy mendekatkan dirinya pada Aryan
'' nggak bilang apa-apa ko mas ''
'' mas temmy mungkn kemampuannya naik deh... dia seperti bisa menebak isi hati orang '' gumam Aryan dalam hati
'' ayo cepat. katanya mau jalan-jalan. ko malah bengong ''
'' ngga jadi nih'' temmy balik badan dan melangkahkan kakinya menuju ranjang.
'' jadi lah mas '' Aryan dengan cepat lari menuju kamar ganti
'' udah kita mending di villa saja''
'' ini Aryan sudah siap mas. ngga bisa gitu dong.''
'' kalau seharian di villa bisa-bisa besok saya tidak bisa jalan nanti. digempur habis-habisan sama suami buas ''
Aryan masih sibuk memilih baju yang dirasa pas untuk dipakai pergi jalan-jalan ke taman buah. dia memilih baju yang memiliki aksen kerah berdiri serta berlengan. Aryan tidak ingin pakai baju dengan model agak terbuka dibagian leher ataupun dada.
''gimana sayang jadi nggak ?'' tiba-tiba temmy datang dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang sampai perut Aryan
''jadi mas.ini Aryan lagi nyari baju.'' masih memilih baju yang pas
''kamu nyari baju yang seperti apa?''
''pokoknya yang beraksen kerah berdiri dan berlengan''
__ADS_1
''memang kenapa harus yang seperti itu?''
''mas nggak lihat apa? nih ''
Aryan menunjukan beberapa tanda merah di lehernya serta di dada.
" mas minta maaf sayang " lalu mendaratkan ciuman lembut di pipi istrinya
'' iya kali ini saya maafin lho mas ''
'' biar mas yang pilihkan baju untukmu ''
temmy membuka sisi lemari yang lain. mengambil dua Stell baju seperti yang Aryan inginkan. melihat itu aryan tersenyum manis.
''terimakasih sayang''
cup... mendaratkan ciuman di pipi temmy.
mereka berdua telah siap pergi ke taman buah. mereka kompak mengenakan topi yang sama. satu bertuliskan suamiku, satu lagi bertuliskan istriku.
temmy menggandeng tangan Aryan masuk ke mobil. membukakan pintu depan, lalu dia berputar. kini mereka sudah berada di mobil. temmy mengendarai dengan hati-hati.
setelah lima belas menit mobil yang dikendarai temmy telah sampai di sebuah tempat parkir yang luas. memang tempat wisata taman buah ini dekat dengan villa.
temmy dan Aryan keluar dari mobil lalu menuju ke tempat karcis. dengan bergandengan tangan tanpa dilepas. Aryan membayar untuk dua karcis orang dewasa.
di dekat loket karcis terdapat patung selamat datang berupa buah durian besar yang bertuliskan selamat datang di taman buah.
mereka berjalan masuk ke dalam. Aryan melingkarkan tangannya di lengan temmy. disisi kiri dan kanan berjejer dengan rapi pohon buah hasil bonsai. mereka berdua dipandu oleh seorang guide.
pemandu menjelaskan banyak hal mengenai kebun buah ini. mulai dari gambaran umum kebun buah ini, hasil panen yang berlimpah, cara membudidaya tanaman yang tadinya cuma bisa beli bibit. sampai hasil panen yang mampu memenuhi standar pasar sehingga dapat diekspor ke luar negeri.
'' progresnya sungguh sangat pesat. bisnis yang menggiurkan. kamu sangat pintar mengelolanya kak '' gumam temmy dalam hati sambil masih menggandeng tangan Aryan.
pertama pemandu itu membawa mereka menuju area buah buahan tropis. aryan sangat takjub melihat. memang mereka sedang beruntung. beberapa pohon buah lagi musim panen.
*
*
*
bersambung.....
terimakasih sudah membaca
__ADS_1
jangan lupa komentarnya yah...