Itik Incaran Para Serigala

Itik Incaran Para Serigala
* bab 24 sedikit cemburu


__ADS_3

Aryan menutup ponselnya dan memasukan dalam tasnya. dia mengikuti langkah dosen pembimbingnya. pak Bagas berjalan begitu cepat sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama kini mereka sudah berada di parkiran mobil.


pak Bagas segera membuka mobilnya dan mempersilahkan Aryan untuk menaiki mobil tersebut. Aryan duduk di samping pak Bagas. sepanjang perjalanan Aryan hanya diam saja tidak berani berkata apapun. namun pak Bagas lah yang memecah keheningan diantara mereka.


'' kamu kemarin kemana? bukankah seharusnya kita kesana kemarin.'' tanya pak Bagas


'' iya maaf pak. saya ada urusan mendadak kemarin. sehingga tidak bisa pergi. '' jawab Aryan


'' sepenting apa sampai-sampai tidak bisa di tinggal '' tanya lagi


'' urusan keluarga pak. tidak bisa di wakilkan. '' Aryan menjawab sambil menunduk


'' apa kamu sudah siap melakukan penelitian?'' tanya pak Bagas


'' sudah pak '' jawab Aryan


'' setelah dapat izin dari desa, kamu langsung terjun ke lapangan '' kata pak Bagas


'' baik pak '' jawab Aryan datar


pak Bagas seperti kehabisan pertanyaan. Aryan tidak begitu antusias menanggapi pembicaraan tersebut. dia lebih banyak menjawab dengan singkat. sehingga mengurungkan pak Bagas untuk menanyakan perihal pribadinya.


Ting.... ponsel Aryan bergetar


sudah sampai? (temmy)


belum mas (Aryan)


lama banget perjalanannya (temmy)


ngga tahu mas (Aryan)


seharusnya sejam juga sudah sampai (temmy)


iya Aryan juga nggak tahu, bukan Aryan yang nyetir. (Aryan)


jangan lama-lama. mas udah kangen (temmy)


idih mas temmy..... baru juga berpisah berapa jam (Aryan)


biarin, kan sama istri sendiri ( temmy)


iya deh (Aryan)


ibu kapan pulang ( temmy)


katanya sih nanti sore mas (Aryan)


bilang sama ibu jangan pulang dulu. nanti mau d jemput sama anak dan menantunya (temmy)


Aryan yang membaca pesan tersebut hanya tersenyum kecil. pak Bagas yang sedari tadi melirik ke Aryan merasa heran Aryan senyum-senyum sendiri sejak mendapat pesan di ponselnya.

__ADS_1


mobil tersebut berhenti di depan sebuah gedung Balitbang kota. mereka keluar dan segera menyelesaikan urusannya. Aryan ditemani oleh pak Bagas. sebenarnya tanpa ditemani pun Aryan bisa namun pak dosennya itu selalu mengikuti Aryan.


setelah selesai mereka segera pulang. saat diperjalanan pak Bagas menghentikan mobilnya didepan sebuah restoran


'' kita mampir dulu Yuh '' kata pak Bagas


'' Aryan di mobil saja pak '' ucap Aryan


'' kita makan dulu sebentar. nanti kita lanjut perjalanannya '' kata pak Bagas


'' Aryan masih kenyang pak '' dia berbohong, sebenarnya dia juga sudah lapar. tapi dia sudah berjanji mau makan bareng temmy suaminya.


'' kalau begitu temani saya makan. sebentar saja. '' pinta pak Bagas


karena merasa nggak enak akhirnya Aryan mau turun dan menerima tawaran itu.


saat di Restoran tersebut Aryan tidak makan apapun. dia cuma minum lemontea supaya sedikit segar.


" habis dari kuliah kamu mau kemana ?" tanya pak Bagas


" mencari pekerjaan pak " jawab Aryan


" jangan panggil saya bapak jika sedang berada di luar dan berdua seperti ini. usia kita kan tidak jauh beda." kata pak Bagas


" tapi pak " ucap Aryan terbata


" Aryan....." ucap pak Bagas


" kenapa harus jadi gini sih " gumam Aryan dalam hati


pak Bagas segera menyudahi makannya dan setelah membayar mereka melanjutkan perjalanan. kini sudah hampir sore. perjalanan yang dikira Aryan sangat singkat kini malah terasa lama sekali.


temmy sudah menunggu Aryan di parkiran mobil. waktu sudah hampir sore namun Aryan belum juga sampai. dia dan Aryan akan menjemput ibu nanti.


setelah beberapa saat Aryan dan pak Bagas telah sampai di kampus.


'' Aryan jika membutuhkan apapun jangan sungkan-sungkan untuk mengatakan pada ku. aku pasti akan membantu penelitianmu '' ucap pak Bagas, tangannya seraya menggenggam tangan Aryan. sedangkan Aryan merasa risih dalam situasi seperti ini. dia menarik pelan tangannya.


'' terimakasih Bagas. '' Aryan sedikit membungkuk dan segera membuka pintu mobil dan beranjak pergi. setelah keluar dia menerima panggilan dari temmy.


'' iya mas temmy '' Aryan


tengoklah wajahmu ke kiri. (temmy)


Aryan menuruti temmy dia melihat sosok pria tersebut lalu Aryan membalas senyuman temmy dan menutup ponselnya. dia segera mendekatinya.


" istriku " ucap temmy sambil mengusap pangkal kepala Aryan.


'' jangan di sini nanti ada yang mendengar '' ucap Aryan


dilain sisi dari kejauhan ada sepasang mata yang sedang menatap tajam ke arah mereka. sambil mengerutkan keningnya dan menarik napas dengan berat. mata itu tidak lepas dari pandangannya sampai mereka berlalu meninggalkan tempat parkiran.

__ADS_1


temmy dan Aryan segera pergi untuk menjemput ibu Mira dan Naura yang masih berada di rumah pamannya Aryan. sepanjang perjalanan Aryan mengobrol dengan bahagia. Aryan banyak bercerita tentang urusannya tadi. temmy sedikit cemburu saat Aryan cerita dia menemani dosennya makan siang.


setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di rumah pamannya Aryan. mereka disambut oleh paman dan bibi Aryan. mereka mengobrol banyak disana. Aryan menceritakan bahwa dia sangat dekat dengan Paman dan bibinya. Aryan juga sering datang ke mereka. mereka seperti orang tuanya sendiri.


setelah berbincang-bincang sebentar mereka bersiap-siap pulang. Aryan berpamitan dengan Paman dan bibinya.


" temmy paman nitip Aryan. walaupun pernikahan kalian dadakan yang tidak disengaja, tapi jalani pernikahan ini dengan sungguh-sungguh. segera perkenalkan Aryan pada kedua orang tuamu dan daftarkan pernikahan kalian agar sah dimata hukum. Paman yakin kamu adalah jodohnya Aryan yang dikirim tuhan disaat yang tepat. " kata paman yang sambil menepuk pundak temmy


'' iya paman akan saya lakukan semua demi Aryan '' ucap temmy dengan penuh kesungguhan


ibu Mira dan Naura sudah ada di mobil, Aryan dan temmy bersalaman dengan Paman dan bibi lalu segera masuk ke mobil.


mobil melaju melintasi jalan yang sedikit lengang. ibu Mira dan Naura tertidur di mobil. sebelum sampai rumah mereka mampir dulu ke sebuah restoran. Aryan membangunkan ibu dan Naura.


mereka kini sudah berada di dalam restoran. makanan yang dipesan juga sudah tersaji. saat temmy hendak menyantap, ponselnya berdering. dia segera menjawab saat sedikit menjauh dari mereka.


'' maaf pak mengganggu '' Aqib


'' iya ada apa mas Aqib ?'' ucap temmy


'' apa pak temmy malam ini tidak pulang '' tanya Aqib


'' saya selama seminggu kedepan ada urusan penting sehingga tidak bisa pulang ke rumah. '' jelas temmy


'' baik pak '' ucap Aqib. temmy langsung menutup ponselnya dan mendekati Aryan. Aryan tersenyum. tangan Aryan dan temmy saling berpegangan.


setelah selesai makan mereka melanjutkan perjalanan ke rumah. sesampainya di rumah ibu Mira dan Naura langsung istirahat, sedang Aryan membuatkan secangkir kopi untuk suaminya yang sedang duduk di teras rumah.


'' ini mas kopinya di minum dulu'' Aryan meletakkan kopi depan temmy


" terimakasih " ucap temmy sambil tersenyum


" mas hari ini nganterin prof Yahya dan pak aqib kemana saja ?" tanya Aryan


" cuma ke kampus." jawab temmy asal


" terus mereka tadi pulangnya gimana? kan mas langsung jemput ibu." tanya Aryan


'' mereka pergi lebih dulu dengan supir yang lain. makanya mas bisa jemput ibu dan Naura.'' temmy beralasan.


*


*


*


bersambung......


terimakasih sudah membaca.....


jangan lupa komentarnya yah besti.....

__ADS_1


__ADS_2