
Aryan berjalan mengikuti dosennya. kali ini sepertinya hati sang dosen sedang dalam keadaan yang baik, sehingga berjalan pun tidak begitu cepat. dia seperti menikmati langkahnya bersama Aryan.
''kita langsung ke sana. karena bapak sudah ada janji dengan kepala desanya. kita sudah ditunggu.'' ucap pak Bagas tegas
'' baik pak''
''Aryan kamu lupa. kalau kita sedang berdua jangan panggil saya bapak. ''
'' oh iya maaf ''
''inget saja sih ini dosen. memang sih usianya ngga beda jauh dari saya, dan kalau dilihat wajahnya memang tampan juga. tapi lebih tampan suami sendiri sih'' ucap Aryan dalam hati sambil tersenyum.
pak Bagas melajukan mobilnya menuju Desa jaya.
'' kamu kenapa senyum-senyum sendiri'' tanya pak Bagas
'' ngga apa-apa mas''
Aryan menoleh matanya ke arah kirinya, dia tidak ingin dosennya melihat wajahnya.
''Aryan saya dengar semuanya'' ucap pak Bagas datar
'' dengar apa mas '' langsung menoleh ke pak Bagas
'' semua pembicaraan kamu dan temanmu yang tadi ''
'' kami membicarakan hal yang nggak penting mas. memangnya mas dengar yang bagian mana?'' senyum Aryan menyeringai
'' sebelum kata profesional '' ucap pak Bagas dengan sedikit penekanan di akhir kata
deg..... wajah Aryan memerah
'' jangan didengarkan mas. Dyah memang suka bercanda. anaknya kalau ngomng nggak ada remnya '' kata Aryan lirih sambil sedikit kaku
'' apa yang dikatakan Dyah memang benar adanya'' kata pak Bagas
'' maksudnya? '' Aryan dengan terbata-bata
pak Bagas sambil menyetir dengan tangan kanannya, tangan kirinya menggenggam tangan Aryan. dengan tanpa merasa bersalah pada pemilik tangan tersebut.
''saya memang suka dan tertarik sama kamu '' jelas sekali kata-kata tersebut terdengar di telinga Aryan
hati Aryan ngilu mendengarnya. bagai disambar petir. dia bingung mau ngomong apa. dia cuma bisa bengong menatap dosennya untuk beberapa saat dan dia baru ingat kalau tangannya masih digenggam oleh dosennya. dia langsung menarik tangannya dengan cepat.
'' mas Bagas kalau bercanda bisa saja. lagi nyetir jangan bicara yang nggak-nggak.'' ucap Aryan sambil tertawa kecil agar mengalihkan pembicaraan
'' saya sedang tidak bercanda Aryan, apa yang saya katakan memang benar adanya'' pak Bagas dengan percaya diri mengatakannya depan gadis yang dia sukai.
wajah Aryan langsung pucat. dia tidak dapat berkata-kata. ingin rasanya dia menghilang dari situasi saat ini. dia hanya diam terpaku.
mobil telah sampai di depan kantor balai desa jaya. Aryan segera turun dari mobil sesaat setelah mobil itu berhenti. Aryan sedari tadi tidak menatap wajah dosennya. dia merasa jengah dengan apa yang diucapkan oleh pria dihadapannya.
temmy yang mengetahui hal itu dari pesan yang dikirim Aryan, ingin langsung menuju ke desa jaya untuk menjemputnya pulang. namun keinginannya terhalang oleh beberapa urusan yang harus segera dia selesaikan.
__ADS_1
temmy diminta untuk datang ke universitas oleh ayahnya untuk menyelesaikan beberapa urusan karena ayahnya saat ini sedang berada di luar kota. temmy juga sedang memikirkan situasi yang tepat untuk mengenalkan Aryan pada kedua orang tuanya.
setelah Aryan mendapatkan izin penelitian serta beberapa penjelasan dari kepala desa tersebut Aryan diajak keliling untuk melihat kondisi desa. setelah dirasa cukup Aryan berpamitan dengan kepala desanya.
pak Bagas yang sedari tadi menemani Aryan merasa tidak enak hati karena ucapannya barusan membuat Aryan tidak nyaman. kini mereka sudah dalam mobil menuju pulang.
''Aryan maafkan aku karena telah membuatmu tidak nyaman dengan kata-kata barusan'' pak Bagas sungguh-sungguh mengatakannya
''tidak apa-apa mas. tapi mulai besok Aryan minta jangan antar Aryan kesini. biar Aryan sendiri saja'' mengatakannya sambil menundukkan kepala
''saya tidak berniat untuk membuatmu seperti ini Aryan.''
''lebih baik kita tidak usah membicarakannya lagi ''
'' untuk menebus kesalahanku. aku akan ajak kamu makan malam ini.''
Aryan yang mendengarnya langsung menoleh dengan menunjukan wajah ketidaksukaan. bagaimana mungkin dia menerima tawaran makan malam berdua, sedang saat ini saja dia sudah sangat tidak nyaman. namun Aryan berfikir cara untuk menolaknya dengan halus.
''Aryan tidak bisa pergi malam ini. maaf'' mata Aryan menatap kesamping jendela mobil, dia mengatakannya tanpa menoleh ke orang yang sedang mengajaknya bicara.
''mas temmy kenapa nggak bisa menjemput Aryan sih...'' gumam Aryan dalam hati.
eh kenapa tiba-tiba Aryan jadi ingin berada di samping temmy. jangan-jangan dia sudah mulai membuka hatinya untuk temmy. atau mungkin karena situasinya yang tidak nyaman saat ini.
setelah urusan di universitas selesai, temmy segera mengirim pesan pada Aryan.
sudah sampai mana? (temmy)
mas tunggu di tempat parkir ( temmy)
baik mas ( Aryan)
kamu tidak pergi makan berdua kan?( temmy)
tidak mas (Aryan)
kenapa lama? (temmy)
nanti Aryan cerita saat kita sudah ketemu (Aryan)
baiklah. jangan biarkan aku menunggu terlalu lama( temmy)
Segera mas.....( Aryan)
benar saja tidak menunggu lama mobil pak Bagas sudah sampai di tempat parkiran. Aryan Segera turun dari mobil tersebut tanpa mengucapkan sepatah katapun. pak Bagas yang tahu posisinya bahwa dialah yang bersalah hanya bisa menundukkan kepala. pak Bagas segera masuk ke ruangannya setelah melihat Aryan berlalu.
Aryan mencari temmy. ternyata temmy sudah berada dalam mobil tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.
''mas temmy''
''masuklah''
''mas....'' Aryan manja sambil mengulurkan kedua tangannya. tidak biasanya Aryan seperti ini. tiba-tiba minta dipeluk oleh temmy.
__ADS_1
sesaat kemudian Aryan melepas pelukannya.
'' ayo mas kita makan. Aryan lapar '' sambil memegang perutnya
namun dari kejauhan Aryan melihat Dyah yang sedang berdiri di samping gerbang keluar kawasan universitas ini.
''mas ada Dyah. berhenti sebentar''
temmy menghentikan mobilnya tepat di sebelah Dyah berdiri
''Dyah mau kemana ?''
'' eh Aryan. ini lagi nunggu wendry. ''
''ayo bareng aku saja. nanti Wendry di kasih tahu. ''
''ga pa pa nih kalau aku ikut?''
''ga pa pa kan mas'' Aryan menoleh ke temmy meminta izin. temmy mengangguk tanda setuju. lalu Dyah membuka pintu kursi belakang.
''kalian mau kemana memangnya ?''
''mau nengokin Husny.'' jawab Dyah pelan. Dyah masih memandangi mereka berdua yang duduk di depan. dalam hati Dyah berpikir mungkinkah Aryan dan temmy sudah jadian. kenapa dekat sekali.
Dyah belum tahu yang sesungguhnya terjadi Aryan dan temmy bukan hanya jadian malah mereka sudah menikah dan menjadi suami istri.
''emang Husny kenapa ?''
''kamu belum tahu ya ? dia kemarin kecelakaan. sekarang dia di rumah sakit. ''
Aryan kaget langsung menoleh ke arah Dyah.
'' Husny kecelakaan kemarin setelah dari rumah kamu. ''
''dari rumah ku? kayanya ibu nggak cerita kalau Husny datang ke rumah '' gumam Aryan dalam hati
''terus gimana kondisinya? ''
''nah itu dia saya belum melihat langsung. kalau anak anak sudah kesana kemarin. begitu dengar kabar. ''
wajah Aryan langsung berubah. ada rasa bersalah.
*
*
*
bersambung....
terimakasih sudah membaca.....
jangan lupa komentarnya yah besti......
__ADS_1