Itik Incaran Para Serigala

Itik Incaran Para Serigala
* bab 37 perpisahan


__ADS_3

mobil yang ditumpangi Aryan dan temmy melaju dengan kecepatan sedang. mobil itu membelah keheningan malam. sejak dari restoran Aryan tidak berbicara apapun pada temmy. begitu juga temmy yang sedang menebak isi pikiran Aryan. membuat suasana semakin hening.


tak berselang lama mobil sampai di villa. temmy turun terlebih dulu dan membuka pintu sebelah Aryan. tanpa basa-basi temmy langsung menggendong tubuh istrinya yang mungil itu. Aryan tersentak kaget, dalam posisi yang belum siap untuk digendong.


''lepasin mas saya malu. nanti ada pak untung dan Bu nur''


'' jam segini mereka sudah pulang ke rumah kecil. lagian mereka juga paham untuk tidak menggangu majikannya malam ini''


'' turunin saya mas''


''tidak akan '' masih tetap menggendong Aryan dengan pegangan yang erat.


'' mas kenapa sih? tadi berangkat biasa saja kenapa pulangnya jadi seperti ini.''


'' hari ini kamu sudah membuat saya berpikir banyak. salah satunya mengenai tawaran kerja untukmu.''


'' tapi kan mas tadi sudah membolehkan dan mengizinkan saya untuk bekerja.''


'' tapi kan belum melalui tahapan pemikiran terlebih dahulu. tidak ada pertimbangan apapun saat kamu mengiyakan pekerjaan tersebut''


'' baiklah maunya mas gimana sekarang?''


'' kamu harus membuat mas bahagia dulu untuk malam ini''


mengatakannya lalu melepaskan aryan di atas ranjang. karena tak terasa kini mereka sudah ada di lantai atas tepatnya di kamar mereka.


Aryan tersentak karena kini mereka sudah berada di dalam kamar. keduanya lalu membersihkan tubuh mereka masing-masing. temmy lebih dulu selesai membersihkan diri.


Bu nur dan suami sudah tak nampak, itu artinya villa ini sepi. temmy sudah berada di atas ranjang. aryan yang baru keluar dari kamar ganti, melihat suaminya langsung terpana.


temmy duduk di ranjang hanya dengan memakai handuk kecil yang dililitkan pada pinggangnya. sedikit merebahkan tubuhnya. tangan kanannya terangkat ke atas kepala. tangan kirinya menepuk-nepuk ruang kosong di sebelahnya.


Aryan sudah mengenakan baju lingerie pilihan temmy. dengan warna merah yang begitu menggoda. temmy menatap tajam tubuh istrinya seakan akan ingin menerkam dan memangsanya.


'' baiklah malam ini saya akan meminta maaf dan saya juga akan meminta izin padamu mas. '' Aryan mulai merangkak naik ke ranjang. duduk bersimpuh di sisi temmy.


'' minta maaflah dengan baik, maka akan aku maafkan''


mereka bergumul di atas ranjang cinta. saling memberi dan menerima hasrat mereka masing-masing. keduanya benar-benar melepaskan semua perasaan yang ada. tidak ada rasa canggung di dalam hati aryan. baginya temmy adalah suaminya alasannya dia berada di sini sekarang.


temmy menikmati setiap inci dari sentuhan istrinya. begitu syahdu dalam remang malam yang mereka lalui.


temmy melakukannya dengan penuh cinta dari awal hingga *******. dari mulai sentuhan, pelukan, ciuman hingga berlanjut ke pelepasan di dalam milik Aryan.

__ADS_1


aryan menerima benih benih cinta temmy. keduanya berharap benih cinta ini bisa tumbuh dan bersemai di dalam rahim Aryan.


malam panjang hanya milik mereka berdua. kegiatan malam yang kini menjadi rutinitas baru bagi mereka. tak pernah terlewatkan semalam pun.


temmy meletakkan tangannya di atas perut Aryan. mengusap lembut di area tersebut. lalu diakhiri dengan mengecup.


'' mas sedang apa ?''


'' mas berharap benih yang ditanam dapat tumbuh di rahimmu sayang.''


temmy mencium kening istrinya. cukup lama dia lakukan. setelahnya temmy memeluk erat tubuh sang istri. membiarkan istrinya tidur di lengannya. wajahnya terlihat begitu tenang.


******


keesokan paginya temmy turun dari kamar terlebih dahulu. pria ini kini langsung berpakaian kasual. dia turun menuju ke taman villa. dia sedang menghubungi seseorang.


'' baik. persiapkan semuanya. mungkin dalam beberapa hari kedepan saya sudah ada di sana''


''siapa yang mau pergi mas?''


temmy yang belum sempat menutup percakapan langsung dikagetkan dengan suara Aryan yang datang secara tiba-tiba. kini Aryan sudah berada di depan temmy


'' katakan mas. sebenarnya siapa yang akan pergi?''


''eh... itu.... oh iya sejak kapan kamu berdiri di sini sayang ?'' berusaha mengalihkan perhatian Aryan


'' baiklah mas akan menjawab''


temmy dengan penuh cinta mengajak Aryan untuk duduk di kursi taman. mereka duduk berdampingan.


'' katakan mas mau pergi kemana ?''


temmy menghela nafas panjang. apa yang akan dibicarakan kali ini sangat berat. namun temmy harus mengatakan saat ini. karena sebentar lagi temmy harus berada di Amerika, menyelesaikan beberapa urusan penting yang menyangkut perusahaannya.


'' mas akan membicarakan suatu hal yang penting. mas harap kamu bisa menerimanya''


Aryan semakin Bingung dengan ucapan temmy. apa yang akan dibicarakan suaminya ini. apakah ini waktunya temmy pergi menjauh dari kehidupan Aryan. hal itu yang ada di benak hati Aryan.


'' sayang mas harus berangkat kerja ke luar. untuk sementara waktu kamu tinggal di sini. lagian kan kamu bisa mulai bekerja di agrobisnis taman buah milik Gery. nanti ada pak untung yang akan mengantar kemanapun kamu pergi. di sini juga ada Bu nur yang akan menemanimu. jangan sungkan-sungkan untuk meminta tolong pada mereka ''


temmy memeluk Aryan, membiarkan istrinya bersandar di bahunya.


'' mas temmy mau pergi berapa lama sih? ngga lama kan?''

__ADS_1


'' ngga sayang. paling sekitar satu atau dua bulan ''


mendengar hal itu aryan bangun.


'' lama sekali sih mas? ''


'' ya memang seperti itu. kamu doakan semoga pekerjaan mas lancar sehingga bisa lebih cepat pulang. '' sambil mencium pangkal kepala Aryan


'' ibu dan Naura bisa tinggal disini juga untuk menemani kamu sayang ''


'' apa mas sedang berpikir caranya untuk meninggalkan saya?''


'' kenapa kamu bicara seperti itu sayang? sungguh mas tidak pernah berpikir untuk meninggalkan kamu.''


''apa kata-kata mas bisa dipercaya?''


'' untuk apa mas berbohong kalau nyatanya mas mengajak kamu untuk tinggal di villa milik keluarga mas. untuk apa mas memperkenalkan kamu dengan Gery, kamu tahu Gery itu siapa? dia adalah kakak kandung mas. orang yang dekat dengan mas''


Aryan menunduk mendengar kata-kata temmy.


'' maafkan mas. untuk saat ini mas belum bisa menceritakan semuanya. tapi mas janji setelah mas menyelesaikan pekerjaan ini, mas akan mengajak mu bertemu dengan kedua orang tua mas dan segera meresmikan pernikahan kita.''


kali ini Aryan begitu tersentuh hatinya. muncul butiran kristal bening di sudut matanya dan meleleh di pipi Aryan.


'' baiklah mas, Aryan mengizinkan mas pergi. tapi jangan lama-lama. ''


pergilah suamiku. pergi untuk kembali. terbang seperti merpati, yang akan kembali ke sarangnya. karena merpati tak pernah ingkar janji.


'' iya sayang. mas janji ''


mereka saling berpelukan sangat erat. dalam kesedihan ini ada rasa lega di hati temmy saat dia mampu membicarakan sesuatu yang selama ini mengganjal di pikirannya.


''terimakasih sudah mempercayai ku''


''karena kamu suamiku ''


*


*


*


bersambung....

__ADS_1


terimakasih sudah membaca....


jangan lupa komentarnya yah besti....


__ADS_2