Itik Incaran Para Serigala

Itik Incaran Para Serigala
*bab 53 mundur


__ADS_3

setelah berkenalan dengan Yara, Aryan tidak merasa sendirian karena dia bisa saling bercerita tentang apa saja yang dia alami selama masa kehamilannya.


pada beberapa kesempatan Aryan mengundang Yara untuk datang ke villa. Ini baru pertama kali Aryan mengundang orang lain untuk datang kesana.


'' ini villa milikmu Aryan?''


'' bukan. Ini milik keluarga suamiku. Aku hanya numpang disini. Aku dari keluarga sederhana, Mana mungkin bisa mempunyai villa seperti ini''


'' ah jangan merendah. ngomong-ngomong dimana suamimu saat ini?''


'' dia sedang bekerja diluar kota''


'' jadi kamu sering ditinggal?''


''begitulah'' sebenarnya bukan hanya sering, namun sejak kabar kehamilannya sampai sekarang dia tidak pernah didampingi suami.


''ceritakan tentang keluargamu?''


'' sebenarnya aku dari jogja. Aku ikut suami kesini karena pekerjaannya. Aku punya adik. Mungkin usianya sama seumuran denganmu''


'''dimana adikmu?''


''dia tinggal di Amerika. Sebenarnya sudah lama. Dia sudah pernah sempat pulang beberapa bulan lalu. Namun sekarang dia sudah disana lagi.''


''apa dia sering menghubungimu?''


''iya dia sering menelponku. Dia juga sering menanyakan kabar kehamilanku''


'' oh ya? Lucu sekali. Siapa namanya?''


'' namanya Stella''


''apakah dia sudah menikah?''


''belum. Tapi dia sudah dijodohkan dengan anak dari sahabat ayah kami. Pria itu juga tinggal di Amerika. Dia seorang pengusaha sukses.''


'' apa dia orang asing? ''


'' bukan. Dia hanya tinggal disana ''


'' yah..... Semoga mereka bahagia''


Saat mereka sedang asik berbincang-bincang tiba-tiba pak untung datang mendekati mereka dan memberikan buket bunga dan sebuah paketan.


'' ada paketan buat nona Aryan''


'' dari siapa pak untung?''


'' biasa non.''


'' terimakasih pak untung''


Aryan menerima dan membuka paketan tersebut.


''dari suamimu Aryan?''


'' iyah....'' Aryan tersenyum padahal dia sendiri tidak tahu itu dari siapa. Hanya bertuliskan pesan bahwa sang pengirim sangat merindukan Aryan.

__ADS_1


'' mari masuk ke dalam''


Mereka berdua masuk kedalam villa. Setelah sedari tadi mereka asik mengobrol di taman.


Saat Yara memasuki ruang keluarga dia melihat sebuah foto keluarga. Dia mendekati dan menatapnya dengan serius. Aryan mendekati Yara dan membuyarkan konsentrasinya.


''kamu menantu dari prof Yahya?''


''bukan. Suamiku yang bekerja padanya sebagai supir namun sekarang dia dipekerjakan di tempat lain''


''tapi kamu bilang villa ini milik keluarga suamimu.''


'' iyah dia mengatakan seperti itu. Tapi entahlah aku sendiri juga bingung ''


'' kamu lihat pria ini?'' Yara menunjuk gambar Temmy


'' iyah kenapa''


'' dia yang akan menikah dengan adikku Stella. Pria ini bernama Temmy bukan?''


''apa?'' Aryan terkejut mendengar perkataan Yara.


Bruk....


tiba-tiba Aryan pinsan.


Setelah beberapa saat kemudian Aryan berusaha membuka matanya. Saat ini dia sudah berada di kamarnya. Disampingnya sudah ada bu Mira dan Naura.


''Aryan kamu sudah sadar nak?''


''ibu apa yang terjadi padaku?''


ketika ibu mira dan Naura datang, dia melihat Aryan sedang pinsan dipangkuan Yara sambil berteriak meminta tolong. Tak lama kemudian datang bu nur dan pak untung. Bu nur menelpon Gery. Pak untung memapah Aryan ke dalam kamarnya.


Tak lama kemudian datang gery bersamaan dengan dokter kandungan Aryan. Dokter meminta semua orang keluar ruangan. Hanya ada ibu mira.


Dokter memeriksa Aryan dan kandungannya baik-baik saja.


Diluar ruangan, gery berbicara dengan Yara.


'' maaf anda siapa?''


'' saya Yara, teman baru Aryan''


'' apa yang terjadi?''


Yara menceritakan beberapa saat sebelum Aryan jatuh pinsan. Dia melihat sebuah foto besar di ruang keluarga. Yara melihat ada foto Temmy diantara foto keluarga. Lalu dia menceritakan bahwa adiknya yang bernama Stella akan menikah dengan Temmy. Pria yang ada dalam foto tersebut. saat itu pula Aryan langsung pinsan.


gery sangat terkejut mendengar penjelasan Yara. Dia marah namun tahu batasannya. Dia menyadari bahwa ini bukan salah Yara.


Gery meminta pak untung untuk mengantar nona Yara pulang. setelah pak untung pergi, tak lama kemudian datang Aqib. Tentu atas perintah gery.


'' bagaimana ini?''


'' Aryan sudah mengetahui masalah ini dari Yara. kenalannya di rumah sakit''


''siapa Yara?''

__ADS_1


'' dia ternyata kakak stella. Anak tuan Agam yang tinggal dikota ini''


aqib menghela nafas dengan berat. Sesuatu yang sangat ia jaga ternyata harus terjadi. Ini semua diluar dugaan.


Ditengah-tengah perbincangan serius Aryan tiba-tiba masuk dalam ruangan mereka.


'' dimana Yara? Aku ingin bertemu dengannya. ''


'' Aryan'' kedua pria diruang tersebut langsung tersentak dan berdiri menghadap sumber suara.


'' katakan yang sebenarnya mas Gery. Dimana mas Temmy? Apakah benar bahwa dia akan menikah dengan seorang gadis yang bernama Stella??''


''Aryan siapa Stella?'' ibu mira yang masuk ke dalam ruangan menyusul Aryan.


'' mas Gery tolong jelaskan semua yang terjadi pada mas Temmy''


Aryan begitu menghiba. Dia sampai bersimpuh dihadapan Gery sambil terisak dalam tangis pilu.


''Aryan jangan lakukan ini. Ini semua hanya salah paham. ''


Gery dan bu mira membantu Aryan berdiri.


'' baik kalau tidak ada penjelasan, lebih baik aku keluar dari villa dan pulang kerumah. Aku akan berhenti bekerja. Ini bukan tempatku''


'' Aryan tolong jangan lakukan itu''


'' terimakasih atas semuanya. Aku mundur '' Aryan berjalan membelakangi mereka


Aryan benar-benar keluar dari villa. dia hanya membawa pakaiannya. Dibantu ibu dan adiknya, Aryan pulang ke rumah.


'' ini semua memang salah papi. Dia benar-benar tega menghancurkan hidup putranya ''


Gery sangat marah dengan ayahnya. Memang semua ini karena keputusan yang dipilih oleh tuan besar prof Yahya.


'' saya harus menemui papi saat ini''


'' maaf tuan Gery, lebih baik jangan. Ingat dengan kondisi kesehatan tuan besar ''


Tuan besar prof Yahya memiliki riwayat sakit jantung. Dulu pernah mengalami serangan jantung ketika baru pulang dari Amerika. Semua orangpun mengetahuinya.


'' tapi saya harus meminta pertanggungjawaban papi atas masalah ini''


'' saya mengerti tuan. Lagi pula saat ini tuan besar tidak ada di kediaman ataupun di kantor. Beliau sedang menghadiri acara penting diluar kota''


Bug......


Gery memukul tembok disampingnya. dia sangat marah. Terlihat dari guratan otot tangan yang mengepal.


sesampainya Aryan di rumah, dia langsung istirahat. Aryan tidak mau berbicara dengan siapapun. Saat ini dia hanya ingin menenangkan diri.


*


*


*


Bersambung.....

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca.....


__ADS_2