Itik Incaran Para Serigala

Itik Incaran Para Serigala
bab *45 wisuda


__ADS_3

Setiap mahasiswa akhir yang menjalani perkuliahan pasti mendambakan prosesi wisuda. Begitu juga dengan Aryan, dia sudah menyelesaikan perkuliahannya maka selayaknya dia bisa mengikuti wisuda dan mendapat gelar sarjananya.


Dari lubuk hati Aryan yang paling dalam, dia sangat merindukan kawan-kawannya. Ingin berjumpa dan bercanda seperti dulu dengan mereka.


rindu suasana perkuliahan dengan ramai mahasiswa yang belajar di sekitar kawasan kampus, tumpukan buku-buku diperpustakaan tentunya ramainya kantin tempat nongkrong para mahasiswa. Aryan merindukan saat-saat itu. Ingatannya menerbangkan Aryan pada masa kuliah.


Aryan bukanlah tipe orang yang mudah melupakan orang-orang yang pernah berada disisinya, namun keadaanlah yang membuat Aryan harus sedikit berjarak dengan mereka.


sebentar lagi saatnya wisuda, Aryan sudah selesai dirias dan bersiap untuk ke universitas. Ibu mira dan Naura juga sudah siap. pak untung sudah menunggu di depan mobil untuk mengantar nona mudanya.


''kamu cantik sekali sayang''


''terimakasih bu''


'' ayo kita berangkat sekarang''


Mereka bergegas menuju ke universitas sekarang. Hati Aryan berdebar, ini kali pertamanya dia akan bertemu dengan teman-temannya setelah keberangkatan Temmy.


Begitu juga dengan teman-teman Aryan. Mereka juga sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Aryan. Ingin tahu kabarnya dan keadaannya. Mereka sudah berusaha untuk mendatangi villa waktu itu namun hasilnya nihil. Penjaga villa mengatakan jika villa itu milik pengusaha dari kota besar.


mobil yang dikendarai Aryan sampai di tempat parkir. dia ingat saat-saat masih bersama dengan Temmy. Tempat ini menjadi saksi pertemuan mereka. Temmy mengatakan bahwa dia tidak ingin pergi dari sisinya.


Seketika ingatan itu muncuk membuat mata Aryan berkaca-kaca.


'' kamu kenapa nak? Kenapa kamu kelihatan sedih?''


'' nggak apa-apa ko bu ''


Aryan berjalan memasuki gedung tempat prosesi wisuda diadakan. berjalan bersama ibu dan adiknya.


Beberapa orang petinggi kampus menatapnya. Jelas saja karena mereka keluar dari mobil yang berplat khusus keluarga prof Yahya. Sambil bwebisik dan menatap tajam ke arah Aryan.


Aryan merasa risih saat diperlakukan seperti itu. saat melakukan reservasi kedatangan. Dua petugas menghampiri mereka dan mengajak Aryan menuju kursinya. Sesangkan ibu dan adiknya ditempatkan pada kursi keluarga wisudawan.


Aryan ditempatkan pada kursi terdepan. Beberapa mahasiswa yang sudah hadir tentu saja menatap dia. Aryan sendiri merasa heran. Dia bukanlah mahasiswa dengan lulusan termuda atau mahasiswa dwngan lulusan tercepat. Bukan puka mahasiswa dengan lulusan ipk tertinggi.


Aryan hanya diam saja diperlakukan seperti itu. Karena memang benar kursi yang diduduki olehnya bertuliskan namanya.


setelah duduk aryan celingukan mencari teman-temannya berada. Dia sangat bahagia melihat dyah yang berada beberapa kursi dibelakangnya. Sedangkan husny dan wendry berada jauh dibelakang mereka.


Mereka berdua saling melambaikan tangan.


Prosesi wisudapun dimulai. Para petinggi universitas memasuki gedung. Duduk di atas podium dengan pemilik yayasan prof Yahya berada dikursi depan. seperti biasa dialah nanti yang akan memindahkan tali topi wisuda.

__ADS_1


Satu persatu wisudawan naik keatas panggung dan disebut namanya. tibalah giliran Aryan berada tepat dihadapan prof Yahya. Dia tidak bisa membaca arti dari tatapan mata prof Yahya. Selesainya Atyan turun dan duduk kembali.


Semua prosesi sudah selesai. Para wisudawan kembali pada keluarga mereka masing-masing. Rasa bahagia dan bangga sudah menyelesaikan belajarnya dan mendapat gelar sarjana.


Saat Aryan bertemu dengan teman-temannya, melepas rindunya. Datanglah Gery dengan seorang wanita. teman-teman Aryan saling pandang satu sama lain. Menanyakan tentang hubungan Aryan dengan Gery. Putra prof Yahya.


'' Aryan''


'' mas Gery''


'' perkenalkan ini istriku kirana''


'' selamat ya Aryan''


'' terimakasih nona kirana'' mereka berjabat tangan.


'' ini terimalah anggap saja sebagai pengganti seseorang yang kedatangannya sangat kamu nantikan dimomen-momen sepert ini'' Gery sambil menyerahkan serangkaian bunga untuknya.


'' terimakasih mas gery nona kirana''


kirana menyentuh pundak Aryan selerti kakak pada adiknya. Memberikan kesan nyaman.


'' kamu yang sabar yah Aryan''


Tentu kirana sudah mengetahui tentang kondisi Aryan. Kirana adalah wanita yang baik dan cantik. Dia memiliki sifat penyayang dan keibuan.


'' panggil saja saya mba Kirana. Kamu tidak usah sungkan-sungkan padaku. Jika ada sesuatu katakan saja. Saya pasti akan membantumu''


'' terimakasih mba kirana''


Gery dan kirana pamit karena pak aqib meminta mereka berdua untuk menemui prof Yahya.


'' mereka siapa'' tanya dyah


'' nanti pasti aku ceritakan pada kalian. Tapi tidak untuk saat ini. Maaf yah....''


Semua teman Aryan memahaminya.


'' ini nomerku yang baru.'' Aryan menyerahkan ponselnya tertera pada layar nomor selulernya.


'' kapan-kapan aku boleh main lagi kerumahmu?''


'' boleh banget. Tapi saat ini aku tidak tinggal dirumahku. Nanti aku kasih tahu alamatnya.''

__ADS_1


Lama mereka beebincang bersama sambil berswafoto, tertawa dan bercanda. disela sela Aryan merasa mual. Perutnya tak tertahankan.


'' teman-teman aku pulang dulu yah. ''


Yah.......


'' kamu hati-hati Aryan''


Mereka masing-masing saling pandang saat memperhatikan Aryan.


sebelum masuk mobil, Aryan mual-mual lagi. Dari kejauhan ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.


''pih mamih mau turun sebentar.''


'' kamu mau kemana?''


'' sebentar saja ko''


nyonya besar turun dari mobilnya mendekati Aryan. Menyentuh bahunya dan mengusap kepalanya. Aryan kaget dan langsung menoleh kearah wanita disampingnya.


''nyonya''


''kamu jaga kondisimu. Jangan sampai sakit. '' mengusap perut Aryan lalu meninggalkannya. Tanpa memberikan Aryan kesrmpatan untuk bicara.


''Kenapa nyonya besar begitu?'' pikir Aryan dalam hati. Aryan sambil menatap sang nyonya besar sampai masuk kemobilnya.


'' ayo nak masuk kemobil'' ucap ibu mira


'' tadi itu nyonya besar yah ka? Istri prof Yahya''


Aryan diam tak menjawabnya karena dia tidak begitu mendengar pertanyaan adiknya. Pikiran Aryan terbang entah kemana


Mas hari ini adalah hari spesialku. Di momen seperti ini aku sangat menginginkan kehadiranmu disisiku. Aku ingin mrnunjukan prestasiku padamu. namun Tuhan telah menghadirkan orang-orang yang seolah-olah telah menggantikan ketidakhadiranmu.


Mobil yang dikendarai Aryan melaju menerobos jalan raya menuju ke villa yang sebelumnya mengantarkan Naura pulang kerumah.


*


*


*


Bersambung....

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca....


__ADS_2