Itik Incaran Para Serigala

Itik Incaran Para Serigala
* bab 27 menjenguk


__ADS_3

Aryan masih mengingat terakhir kali bertemu dengan Husny. seperti sebuah film yang diputar kembali. entah bagaimana ceritanya sampai Husny kecelakaan setelah dari rumah Aryan. mungkinkah ini salah satunya karena Aryan, karena dia belum memberi tahu kabar pernikahannya. setidaknya jika sudah tahu tentu Husny tidak kerumahnya saat itu.


bagaimanapun juga Husny adalah teman yang paling dekat dengannya. yang lebih sering mengantar Aryan pergi. tentu hal itu membuatnya lebih dekat dibanding yang lainnya. entah maksud lain bagi Husny tapi bagi Aryan beda.


setelah sampai di rumah sakit mereka menuju resepsionis menanyakan ruang perawatan untuk pasien atas nama Husny. sedari turun dari mobil hingga depan pintu kamar perawatan Aryan dan temmy selalu bergandengan. jelas ini mengundang penasaran bagi Dyah namun dia belum mempunyai kesempatan untuk menanyakan langsung pada Aryan.


saat pintu di buka


''Husny... '' suara Aryan membuat Husny bangun dari tidurnya. kini tubuhnya dalam posisi duduk bersandar.


''eh Aryan.... '' Husny tersenyum sumringah namun untuk beberapa saat karena setelahnya senyuman itu jadi kecut.


Husny melihat Aryan datang dengan seorang pria. lihat saja posisi tangan Aryan melingkar di lengan pria itu. sakitnya melebihi jarum infus pertama kali masuk kulit.


Aryan meletakkan satu keranjang buah yang dadakan dibeli di pinggir jalan dekat rumah sakit.


''ibu saya Aryan temannya Husny''


Aryan bersalaman dengan ibunya Husny.


''oh ini yang namanya Aryan. Husny banyak cerita tentang kamu.''


''ibu..... jangan bicara yang nggak-nggak.'' Husny sudah mulai ketar ketir takut ibunya keceplosan akan mengatakan semuanya


''oh ya bu... cerita yang baik-baik atau apa bu?'' Aryan penasaran dengan cerita Husny


''yang baik-baik tentunya'' ibu tersenyum begitu juga Husny yang sudah pucat duluan.


setelah berbincang agak lama Aryan izin keluar sebentar diikuti oleh Dyah dibelakangnya.


'' Aryan '' Dyah memegang lengan Aryan


'' eh... kenapa ?''


'' apa yang terjadi antara kamu dan temmy ''


deg..... Aryan bingung mau menjawab dengan apa. haruskah dia menceritakan tentang pernikahannya. ah tidak mungkin. butuh seharian untuk menguraikan.


'' kalian sudah pacaran ?''


Aryan tersenyum kecut. padahal lebih dari itu gumam Aryan sendiri.


'' asal kamu tahu. husny sudah cinta sama kamu lebih dulu. ''


oh ini ternyata alasan Husny lebih sering yang mengantar ku pulang, menjemput ku dan mengantarku kemanapun. terimakasih banyak atas semua yang dia lakukan untukku.


kasian sekali Husny belum sempat mengatakan malah kini Aryan sudah menikah. itulah yang ada di pikiran Aryan tanpa diketahui Dyah.


'' maaf aku nggak tahu kalau dia ada rasa selama ini '' sambil menunduk ternyata dari belakang tempat Aryan berdiri ada wendry dan Waco yang berjalan mendekati mereka.


'' Aryan.... '' panggil mereka

__ADS_1


'' kenapa kalian ada di luar. husny pasti sedang menunggu. ''


'' tidak di dalam ada temmy''


'' Wendry Waco '' Aryan memeluk mereka dengan senyum


'' ayo masuk '' ajak Waco


saat di dalam benar saja ada temmy yang masih berdiri tak jauh dari ranjang Husny. dia sedang diambilkan minum oleh ibunya.


'' Bu biar saya saja, ibu pasti belum istirahat. silahkan istirahat Bu. ada kami yang menjaga Husny '' Wendry menawarkan diri


'' ini sudah hampir gelap ayo pulang '' ajak temmy sambil menggandeng tangan Aryan


semua yang berada di ruang tersebut menoleh ke arah temmy. bagi yang lain Aryan hutang penjelasan pada mereka. kenapa bisa begitu dekat dengan temmy kenapa juga temmy bisa mengatur Aryan sesuka hati seperti saat ini.


Dyah yang tadi ikut semobil juga bingung dengan perlakuan temmy pada Aryan. jika hanya sebatas kekasih Aryan tidak mungkin mau diperlakukan seperti itu.


digenggam tangannya, di gandeng lengannya, dipeluk pinggangnya, diusap kepalanya dan tadi tanpa sengaja Dyah melihat sekilas Aryan dicium keningnya. dia tahu betul siapa Aryan.


''kami pulang dulu. besok aku akan kesini lagi'' Aryan mengusap tangan Husny yang tertancap jarum infus


Aryan dan temmy tersenyum pada semua lalu keluar ruangan. Dyah menatap mereka lekat sampai tak terlihat.


'' lihatkan tadi. apa itu? seperti bukan Aryan. ''


Waco melotot ke Dyah dengan maksud untuk jangan meneruskan pembicaraan tersebut. sudah tahu Husny sedang sakit. nanti jika mendengar cerita itu bisa-bisa dia jantungan, tekanan darahnya naik, dan struk. fatal kan akibatnya.


mobil Aryan dan temmy melaju memecah keheningan malam. jalanan dari rumah sakit ke rumah Aryan lumayan jauh. perut Aryan berbunyi temmy mendengarnya. lalu memarkirkan mobilnya di depan restoran


''kita makan dulu yah''


''iya mas ''


sambil menunggu makanan tersaji mereka berbincang


''tadi lihat nggak ?''


''lihat apa mas?''


''teman-temanmu...''


''ada apa dengan mereka ?''


''teman-temanmu melihatku seperti mangsa yang siap diterkam oleh pemburunya.''


''maksudnya ?''


''mereka tidak suka dengan kehadiranku. terlihat dari cara mereka menatapku.''


''bukan gitu mas. mereka seperti itu karena belum mengenal mas saja. mereka baru bertemu mas sekali waktu acara di cafe kan....''

__ADS_1


''coba kalau kita ketemu mereka lagi di kesempatan yang berbeda. Aryan yakin pasti suasananya lebih hangat.'' melingkarkan tangannya di lengan temmy berusaha untuk mengalihkan pikirannya


''terserahlah.....'' sambil mengusap lembut pangkal kepala Aryan.


makanan telah tersaji di meja. mereka menikmati rasa masakan ini. setelah selesai acara makan malam mereka melanjutkan perjalanan pulang.....


saat di rumah


'' dari mana nak? tumben pulang agak malam gini.''


''dari rumah sakit Bu. jenguk Husny.''


''dia sakit apa ?''


'' husny abis kecelakaan Bu kemarin. ''


''kemarin dia baik-baik saja. dia ke rumah lho ''


''ibu kenapa nggak bilang Husny kemari ? Husny kecelakaan setelah pulang dari sini ''


'' ya ampun. terus gimana kondisinya sekarang? ''


'' sekarang sudah mulai mendingan''


'' ibu tidak kasih tau kamu karena ibu tidak enak ada temmy di samping kamu.'' suara ibu pelan dan lirih


saat mereka membicarakan hal itu temmy sudah berada di kamar setelah dia selesai membersihkan tubuhnya.


''sudah sana kamu temani suamimu. ibu sudah ngantuk.''


''iya Bu''


Aryan masuk ke dalam kamarnya. mendapati suaminya sudah memejamkan mata. Aryan naik ke tempat tidurnya memberanikan diri untuk menyentuh dan memijat kaki suaminya.


''mas pasti lelah hari ini. tidur yang nyenyak mas. '' Aryan berbicara sendiri sedang temmy pura-pura tertidur. setelah selesai Aryan manjatuhkan tubuhnya disamping temmy. wajahnya menatap temmy dalam. namun lama-kelamaan Aryan mulai tertidur. terdengar napasnya mulai teratur itu tandanya Aryan sudah terlelap.


temmy mengedipkan matanya. kini justru dia yang memandang balik Aryan. mengusap pelan wajah Aryan. dari telinga pipi dagu dan berhenti di bibir Aryan.


selamat tidur istriku semoga mimpi indah


*


*


*


bersambung....


terimakasih sudah membaca....


jangan lupa komentarnya yah besti....

__ADS_1


__ADS_2