
lama mereka berbincang di dalam rumah. membicarakan banyak hal. terutama tentang kehidupan Aryan. kini hari sudah hampir gelap. ibu Mira dan Naura belum juga datang.
Aryan memandang temmy. sosok pria yang kini secara tidak sengaja telah menjadi suaminya.
'' Aryan mau kedalam dulu ya mas '' kata Aryan
'' kemana ?'' tanya temmy
'' saya mau mandi dulu '' ucap Aryan
temmy mengangguk perlahan. dia menyadari bahwa kini dirinya sudah menikah. ada istri yang berada di sampingnya. lantas bagaimana dia akan memberi tahu pada orang tuanya. itu masih dia pikirkan.
dia berada di ruang tengah. sambil membuka ponselnya. dia mengirim pesan pada Aqib
malam ini saya tidak pulang. sedang ada urusan ( temmy )
baik pak. akan saya sampaikan jika profesor. ( Aqib)
entah apa yang membuat temmy nyaman duduk di kursi itu sampai-sampai membuat dia mengantuk dan tertidur lelap.
setelah Aryan membersihkan diri dia mulai menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. Aryan memasak hidangan sederhana. setelah selesai semua dia menyajikan di meja makan.
Aryan mencari temmy yang dikira masih duduk di ruang tengah namun ternyata dia melihat temmy sedang tertidur pulas di sofa panjang ruang tengah. niatnya ingin membangunkan temmy tapi sepertinya dia sangat lelah sehingga membuat Aryan mengurungkan niatnya.
Aryan masuk ke kamarnya. dia menyiapkan tempat tidur. saat sedang menata bantal, ponselnya bergetar
Ting.....
kamu lagi apa? ( Husny)
kenapa tidak ke kampus hari ini ? ( Husny)
apa kamu sedang sakit ? ( Husny)
pesan yang dikirim oleh Husny. Aryan bingung mau menjawab apa. sebenarnya diantara semua teman Aryan memang Husny yang paling perhatian akhir-akhir ini. dan biasanya Aryan menjawab pesan itu langsung namun kali ini pertanyaan itu sepertinya sangat sulit untuk dijawab.
huft.....
Aryan menarik napas dengan berat. dia bingung mau menjawab mulai dari mana. dia juga tidak mungkin menceritakan semuanya pada Husny tentang kondisinya saat ini.
saat mengetikkan sesuatu tiba-tiba dia dikagetkan dengan suara temmy yang masuk ke dalam kamar.
'' Aryan '' panggil temmy
'' eh .... mas temmy sudah bangun '' jawab Aryan
'' iya. sepertinya saya tidur terlalu lama.'' ucap temmy
'' nggak ko mas. oh iya, mas temmy mau makan dulu atau mandi dulu ?'' tanya Aryan
'' mas mau mandi dulu saja.'' jawab temmy sambil berlalu ke kamar mandi.
__ADS_1
Aryan menyiapkan makanan yang dimasaknya tadi. tiba-tiba ponsel Aryan berdering dan dilihat itu nomor ibu.
'' iya Bu '' jawab Aryan
'' kalian sedang apa? '' tanya ibu
'' Aryan sedang menyiapkan makan malam, mas temmy sedang mandi ''
'' kamu ambilkan baju ayahmu di lemari ibu. temmy kan tidak bawa baju ganti. kamu siapkan bajunya. '' titah ibu Mira
'' iya Bu. ibu kenapa belum pulang ?'' tanya Aryan
'' kamu kenapa tanya seperti itu. kamu kan sudah ada suami. ibu kecapean perjalanan ke rumah paman mu kan lama dan Naura belum mau pulang katanya masih betah di sini. ''
'' ya sudah hati-hati. jangan lama-lama Bu. '' pinta Aryan
'' Aryan ibu mau bicara. dengarkan ibu. ''
''Aryan kamu sekarang sudah menikah. temmy sekarang sudah menjadi suamimu. layani dia dengan baik. walaupun pernikahan kalian dadakan tapi kalian sudah sah suami istri. ibu harap kamu bisa menunaikan kewajiban mu nak.''
'' iya Bu. Aryan mengerti '' jawab Aryan. sang ibu langsung mematikan telepon nya.
saat mendengar kata-kata ibunya tubuh Aryan tiba-tiba lemas. dia mengingat kata kewajiban. tiba-tiba temmy memanggil Aryan dari balik pintu kamar mandi.
''Aryan mas lupa nggak bawa handuk. kamu bisakah pinjamkan handuk untuk mas?'' tanya temmy
'' oh iya mas ''
'' mas salah '' pekik Aryan
'' oh iya maaf. kamu jangan ngintip yah.....'' temmy terdengar sambil tertawa
'' ih nggak lah..... oh iya mas temmy mau ganti pakaian? '' tanya Aryan
'' iya ingin ganti. cuma mas nggak bawa baju lain. '' jawab temmy masih dalam kamar mandi
'' sebenarnya ada pakaian ayah. tadi ibu sudah bilang barangkali mas temmy mau memakainya boleh. '' kata Aryan
'' iya baik tolong yah ....'' pinta temmy
Aryan menuju kamar ibunya. dia membuka lemari dan mengambil beberapa pakaian yang masih pantas dipakai. lalu masuk ke kamar dan meletakkan di atas tempat tidur.
saat Aryan akan keluar, temmy sudah masuk ke kamar. mereka bertabrakan membuat Aryan hampir terjatuh untung segera di tarik lengannya oleh temmy sehingga tubuh Aryan kini berada di dada temmy.
mereka saling pandang satu sama lain untuk beberapa detik. ada perasaan yang berbeda di hati masing-masing. sebuah getaran yang hanya mereka yang merasakan. jantung temmy berdetak kencang begitu juga dengan Aryan.
Aryan menunduk malu. saat ini temmy hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggangnya. Aryan melihat itu dan menutup matanya. Aryan merasa malu sendiri. sambil tersenyum kecil Aryan keluar dari kamarnya.
'' kalau sudah pakai baju, kita makan ya mas. '' pinta Aryan
'' iya manis'' goda temmy
__ADS_1
Aryan yang mendengarnya tersenyum sendiri. setelah selesai temmy keluar kamar menuju meja makan dan segera duduk.
'' silahkan mas '' ucap Aryan
'' iya terima kasih '' ucap temmy
'' ibu kapan pulang ?'' tanya temmy
'' ibu sama Naura nggak pulang. mau menginap di rumah paman. katanya karena kelelahan abis perjalanan jauh dan Naura masih betah di sana '' jelas Aryan
'' kenapa nggak minta antar mas sih? '' tanya temmy
'' nggak enak mungkin mas. mas kan pengantin baru. '' goda Aryan pada temmy sambil mengerlingkan satu matanya. temmy tersenyum malu.
setelah makan malam selesai. temmy duduk di teras. Aryan membereskan meja makan dan membersihkannya. lalu Aryan membuatkan secangkir kopi untuk temmy. dan menemaninya duduk di teras.
saat mereka duduk ada dua tetangga yang lewat, mereka menyapa
'' duh pengantin baru udah malam masih di luar terus ''
temmy yang mendengarnya sambil minum kopi langsung terbatuk-batuk
uhuk uhuk....
'' yang pelan mas '' sambil menepuk-nepuk pundak temmy. setelah beberapa saat dan kopinya sudah habis temmy masuk ke dalam diikuti oleh Aryan. Aryan menutup dan mengunci pintu rumah.
mereka kini berada dalam satu kamar.
'' mas temmy di atas Aryan di bawah '' ucap Aryan
'' eh apa? '' tanya temmy karena tidak jelas dengan pernyataan Aryan
'' oh maksudnya mas tidur di ranjang. Aryan tidur di kasur lipat dibawah '' jawab Aryan
'' ngga usah.'' temmy naik ke ranjang.
'' kamu tidur di sini saja sebelah mas.'' sambil menepuk-nepuk bantal disebelahnya.
Aryan menuruti perintah temmy suaminya.
kini jarak mereka begitu dekat. Aryan sangat gugup berada di samping suaminya. Aryan menarik selimutnya hampir menutupi seluruh tubuhnya hanya kepalanya saja yang masih terlihat.
*
*
*
bersambung.....
terimakasih sudah membaca.....
__ADS_1
jangan lupa komentarnya yah besti......