Itik Incaran Para Serigala

Itik Incaran Para Serigala
* bab 21 pernikahan


__ADS_3

hawa panas sangat terasa di depan rumah Aryan. kehadiran pak Riko dengan membawa surat perjanjian antara dia dan ayahnya Aryan beberapa tahun lalu membuat Aryan dan ibunya seakan tak berdaya.


'' Anda jangan terlalu senang dulu. baca poin yang terakhir '' ucap temmy sambil tersenyum sinis


'' apa maksud mas temmy ?'' ucap Aryan lirih tapi masih terdengar oleh temmy


'' di situ tertulis jika Aryan belum menikah'' kata temmy dengan suara lantang dengan beberapa penekanan


deg.... hati Aryan bergemuruh


'' dan hari ini saya datang memang untuk menikahi Aryan.'' ucap temmy sambil menatap Aryan


tubuh Aryan kaget tidak percaya dengan omongan temmy.


'' mas temmy '' ucap Aryan kaget. sebelum melanjutkan mulut Aryan langsung dibungkam oleh jari temmy dengan lembut.


'' saya tidak percaya. ini hanya rekayasa saja. '' kata pak Riko


'' kenapa tidak ? kami sudah mengenal lama. Aryan sudah tahu siapa saya. Anda tidak percaya jika saya akan menikahi Aryan saat ini ? saya membawa cincin untuk mengikatkan.'' kata temmy penuh gembira


temmy mengeluarkan kotak cincin dari balik kantong jaketnya. ibu Mira semakin dibuat bingung dan tidak percaya dengan semua ini. namun Aryan percaya dengan apa yang dilakukan temmy pasti itu yang terbaik untuknya saat ini.


'' saya percaya padamu mas '' itulah yang diucapkan Aryan dalam hati


'' saya akan menyaksikan pernikahan kalian. jika main main saya akan membawa Aryan dari sini '' kata pak Riko tegas dengan senyum menyeringai penuh kelicikan.


temmy mengajak Aryan dan ibu Mira untuk masuk kedalam rumah.


'' ibu maafkan saya. ini yang terbaik untuk Aryan. saat ini juga saya melamar Aryan. saya meminta izin untuk menikahi Aryan. jika Aryan tidak menikah maka mereka akan membawa Aryan pergi. seperti itu isi perjanjiannya. '' kata temmy dengan lembut pada ibu Mira


'' baiklah nak ibu terima lamaranmu. ibu merestui kalian. '' kata ibu Mira penuh haru dan berlinang air mata sambil memeluk Aryan putrinya.


saat mendengar kata-kata itu tubuh Aryan bergetar dia menangis sejadinya. dia tidak bisa berbuat apa-apa.


setelah itu ibu Mira meninggalkan mereka berdua.


'' maafkan saya Aryan. ini harus dilakukan. saya janji tidak akan memaksamu untuk melakukan apapun setelah kita menikah. '' ucap temmy dengan suara lembut sambil mengusap pangkal kepala Aryan. hal itu membuat hati Aryan sedikit tenang.


******


ibu Mira segera menyiapkan semuanya. temmy mengundang pemuka agama untuk menikahkan mereka. dan menghadirkan dua orang saksi serta tetangga untuk menyaksikan pernikahan tersebut. Aryan merias diri dengan sederhana dibantu oleh Naura. mereka menangis berdua di dalam kamar. Naura masih tidak terima jika kakaknya harus menikah dengan cara seperti ini.


setelah pemuka agama hadir, dan semua persiapan sederhana sudah rampung. seorang pemuka agama itu segera menikahkan mereka berdua. tentu dihadapan pak Riko.

__ADS_1


SAH ........ kata itu menggema di ruangan tamu rumah tersebut. seluruh tetangga bahagia menyaksikan pernikahan Aryan. namun Aryan justru menitikkan air mata saat mencium punggung tangan temmy yang kini sudah menjadi suaminya.


setelah prosesi pernikahan selesai, para tetangga juga sudah pulang. temmy menyerahkan uang kepada pak Riko. sehingga keluarga Aryan tidak punya hubungan dengan pria licik itu dan tinggallah mereka.


Naura memberesi dan merapikan ruangan tersebut. ibu berbicara pada Aryan dan temmy yang kini telah menjadi menantunya.


'' ibu menitipkan Aryan padamu nak temmy. tolong jaga dia dan bahagiakan dia. ibu percaya padamu nak. '' ucap ibu Mira lembut. Aryan yang masih menangis di pundak ibunya.


'' iya Bu. saya janji akan menjaga dan melindungi Aryan. saya akan berusaha untuk membahagiakan Aryan. '' ucap temmy dengan percaya diri sambil menatap Aryan.


'' Aryan sayang sekarang kamu sudah menikah. ajak suamimu masuk ke kamar. mungkin dia lelah ingin istirahat. '' kata ibu Mira


'' baik bu'' jawab Aryan


'' mari mas ikut Aryan '' kata Aryan pelan dan lirih.


Aryan mengajak temmy masuk ke dalam kamarnya. saat membuka pintu kamar hatinya masih ragu karena dia tidak pernah sekalipun berdua dengan seorang lelaki manapun dalam satu kamar.


silahkan masuk mas. maaf kamarnya berantakan '' ucap Aryan sambil tertunduk lesu


temmy masuk kamar, dia melihat sekeliling kamar tersebut. sangat sederhana namun kelihatannya nyaman karena Aryan pandai menata kamar kecil tersebut. pandangannya terhenti pada sebuah mapping yang tertempel di dinding.


planning


hari semakin siang dan terik matahari begitu menyengat. Aryan masih sibuk menyiapkan makan siang untuk seseorang yang kini menjadi suaminya. Aryan tertunduk lesu. ibu Mira memegang pundak Aryan.


'' maafkan ibu nak ''


'' ibu tidak usah minta maaf. ibu tidak salah apa-apa. mungkin ini sudah takdir Aryan bu. dengan tuhan menghadirkan temmy di hidup Aryan pada waktu yang tepat'' ucap Aryan lembut menyentuh hati ibunya.


setelah Aryan selesai memasak lalu memanggil temmy yang sedang duduk di teras rumah.


'' mas makan dulu yuk '' ajak Aryan


'' mas belum lapar '' kata temmy datar


'' mas pasti belum makan dari tadi pagi. karena mas sudah kesini pagi-pagi sekali. '' bujuk Aryan


saat temmy hendak menolak, ternyata perutnya sudah berbunyi. sehingga dia tidak bisa berbohong pada Aryan. gadis itu sedikit tersenyum sambil memandang ke arah yang lain.


'' maaf ya mas kalau makanannya sederhana '' ucap Aryan


'' sama saja seperti yang mas makan setiap hari '' ucap temmy

__ADS_1


Aryan mengambilkan nasi dan beberapa lauk untuk temmy. laki-laki itu memandang wajah Aryan.


'' kalau di lihat ternyata cantik juga. '' gumam temmy dalam hati


'' kenapa mas? '' tanya Aryan


'' ibu mana? '' tanya temmy balik


'' oh ibu pergi diantar Naura ke rumah paman mau memberitahukan tentang pernikahan kita '' suara Aryan melemah saat mengatakan pernikahan, namun temmy masih bisa mendengarnya.


Ting.....


ponsel temmy bergetar


lalu dia mengetikkan pesan pada seseorang yang ada di sana


mas hari ini nggak kerja? nanti dicari pak Aqib lho


oh itu, saya sudah izin kalau hari ini saya libur


Ting......


giliran ponsel Aryan yang berbunyi


ini sudah hampir sore. kenapa kamu tidak datang ke kampus? bukankah hari ini kita akan ke Balitbang. ( pak Bagas )


'' aduh aku lupa mau ke Balitbang bareng pak Bagas '' ucap Aryan sambil menepuk jidatnya.


saat Aryan hendak berdiri tangannya segera ditarik oleh temmy. membuatnya duduk kembali. dia baru sadar kalau sekarang ada temmy suaminya.


'' besok saja nanti saya yang akan mengantarmu '' kata temmy


Aryan hanya diam sambil menganggukkan kepalanya.


*


*


*


bersambung........


terimakasih sudah membaca....

__ADS_1


jangan lupa komentarnya yah besti.....


__ADS_2