
Bagaikan disambar petir disiang bolong. Keputusan tuan besar prof Yahya sangat mengejutkan bagi Aqib. Terlebih bahwa dia sudah menyodorkan bukti tentang kehidupan Stella yamg begitu buruk. Namun hal tersebut nyatanya tidak menggoyahkan keinginan tuan besar untuk menikahkan Temmy dengan Stella.
sedangkan persyaratan yang diberikan tuan besar pada calon besannya hanyalah sebuah peringatan saja bahwa setelah menikah artinya hidup putrinya hanya untuk keluarga suami. Tidak akan ada campur tangan lagi dari orang tua.
Hari ini awan mendung menyelimuti sekitaran villa tempat tinggal Aryan. Entah kenapa dia sedikit enggan untuk berangkat kerja. Tidak seperti biasanya yang selalu bersemangat.
Bu nur yang melihat nonanya sedikit lesu hanya memberikan saran
'' kalau nona tidak enak badan, lebih baik tidak usah berangkat. Bagaimanapun juga nona kan harus banyak istirahat. Ingat kandungan nona lho''
'' terimakasih atas perhatiannya bu nur. Tapi memang akhir-akhir ini saya harus berangkat karena ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa ditunda atau diwakilkan oleh orang lain. kasian para pegawai yang harus menungguku''
Begitulah Aryan yang sangat bertanggungjawab dengan pekerjaannya. Dia selalu mengutamakan orang lain diatas kepentingannya sendiri.
'' tolong bu nur tanyakan pada pak untung. Apa dia sudah siap mengantarku berangkat?''
'' ini masih agak pagi nona''
'' tidak apa apa bu nur. Lagipula saya banyak kerjaan hari ini. Kan supaya saya juga lebih cepat pulang. ''
'' nona jangan lupa minum vitaminnya''
''tenang saja bu nur. Saya selalu bawa kok'' sambil menepuk tas kecil miliknya.
Begitulah asisten rumah tangga ini sangat peduli pada nona mudanya. Dia juga sering mengingatkan jadwal periksa kandungan nona Aryan ke dokter. Karena dia merasa ini sudah kewajibannya.
Aryan beruntung dikelilingi oleh orang yang menyayanginya dan melindunginya. Namun hal tersebut masih dirasa kurang karena Aryan sangat mendambakan kehadiran suaminya.
saat dikantor tempat Aryan bekerja, dia melihat Aqib dan Gery sedang berbicara. Sepertinya yang mereka bicarakan sangat serius. Aryan hanya melihatnya dari kejauhan. Tidak dapat mendengar isi pembicaraannya.
Aqib sengaja menemui Gery di agrowisata miliknya, karena Gery yang menyuruhnya untuk menemuinya di sana.
'' ada informasi apa? Hal apalagi yang dilakukan papi saat ini?''
''maaf tuan muda Gery. Sebenarnya tuan besar tidak mengizinkan saya untuk membicarakan hal ini pada siapapun. Hanya saja saya pikir tuan Gery harus mengetahuinya''
''emangnya ada apa?''
'' tuan besar sedang merencanakan untuk menikahkan tuan muda Temmy dengan nona Stella''
''apa?'' Gery beranjak dari duduknya karena sangat terkejut mendengar berita tersebut.
'' iya tuan''
Gery jalan mondar mandir sambil berfikir keras tentang apa yang dikatakan Aqib. sejujurnya dia tidak percaya namun tahu bahwa Aqib sedang tidak bercanda.
'' kapan itu terjadi?'' sambil mengepalkan tangannya dengan deru napas yang menderu.
__ADS_1
'' sebenarnya itu ide awal dari tuan Agam yang secara khusus sedang berkunjung menemui tuan besar, namun ternyata modus kunjungannya tersebut hanya untuk menjadikan tuan muda Temmy sebagai menantunya''
'' jadi tuan Agam. Sahabat papi. terus bagaimana reaksi papi?''
''tuan besar merespon hal tersebut. Padahal saya sudah berusaha untuk mencari bukti tentang masa lalu Stella. Baik selama dia masih tinggal disini sampai dia tinggal di Amerika. Semua bukti mengatakan kalau Stella bukanlah gadis yang baik-baik''
'' lalu apa keputusan papi?''
'' yah seperti yang tuan dengar. Tuan besar tetap menyetujui perjodohan mereka. Namun dengan syarat kedua orang tuanya tidak boleh menemui Stella. Jika mau menghubunginyapun harus melalui persetujuan tuan besar ''
'' oh yah.... Papi sungguh luar biasa''
'' yah seperti itulah tuan. Maaf saya tidak dapat mencegahnya. Lalu langkah apa yang harus saya lakukan untuk tuan Temmy dan nona Aryan?''
Gery hanya diam sambil memikirkan sesuatu. Dia juga bingung sendiri mau mengatakan apa pada Temmy. Tugasnya sangat berat melebihi orang yang menjalaninya sendiri.
'' biar saya yang urus Temmy. Kamu fokus saja pada Aryan''
'' baik tuan. Kalau begitu saya kembali ke kantor tuan besar''
'' ya pergilah''
Saat Aqib bangun dari kursinya dan berjalan keluar pintu dia berpapasan dengan Aryan. Aqib terkejut.
'' tumben pak Aqib kesini. Ada apa yah?''
'' pak Aqib'' suara Aryan menghentikan langkahnya.
'' iya nona''
''jika ada yang ingin disampaikan, katakan saja'' Aryan berjalan mendekat dan Aqib menoleh.
'' tidak ada nona.''
'' apa pak Aqib yakin?''
'' Aqib kesini hanya membawakan beberapa berkas-berkas ini'' Gery menunjukan berkasnya.
'' oh.... Maaf pak Aqib''
'' tidak apa-apa nona''
mereka kembali pada pekerjaannya masing-masing. namun Aryan merasa ada yang disembunyikan oleh mereka berdua. Mungkinkah ini ada kaitannya dengan Temmy? Itu yang ada dibenaknya.
Ponsel Aryan berdering membuyarkan lamunannya.
'' iya dokter ini saya Aryan''
__ADS_1
'' nona Aryan hari ini adalah jadwal pemeriksaan kandungan anda nona. Saya harap anda tidak lupa''
'' baik dokter, saya kesana sekarang. Terimakasih sudah mengingatkan''
Aryan meminta pak untung untuk mengantarnya kerumah sakit. Sesampainya dirumah sakit, saat dia menunggu giliran untuk periksa Aryan berbincang dengan seorang wanita.
'' anda hamil berapa bulan nona?'' sapa seorang wanita pada Aryan
'' saya sudah masuk trimester 2''
'' pasti nyidamnya sudah mulai berkurang yah?'
'' iyah.....'' sambil tersrnyum kecut.
Apa itu nyidam? Aryan seperti sudah lupa dengan masa itu. Maklum saja karena dia sering merasa kerepotan sendiri saat sedang menginginkan sesuatu. keinginan yang tidak pernah didapatkan atau dipenuhi oleh suaminya. Padahal dimasa seperti ini seorang wanita sangat mendambakan kehadiran suami disampingnya. Namun tidak dengan Aryan.
'' kenalkan namaku Yara'' mengulurkan tangannya
''aku Aryan'' menyambut uluran tangan Yara.
''Ngomong-ngomong kamu tinggal dimana?''
''Aku tinggal di villa tak jauh dari agrowisata yang dipinggir kota. Aku juga bekerja di agrowisata itu.''
''Oh ya? Aku sangat suka perkebunan. Apalagi kalau sedang masa panen. Aku paling suka.''
''Jika kamu mau datang saja ke agrowisata ini '' menyodorkan sebuah kartu
'' pasti aku akan datang''
''datanglah aku mengundangmu''
''senang berkenalan denganmu Aryan''
''iyah sama''
Aryan dan Yara saling berbincang-bincang banyak hal mengenai seputar kehamilan. Hal ini membuat Aryan bahagia karena dia merasa ada yang menemani.
*
*
*
Bersambung......
Terimakasih sudah membaca....
__ADS_1