Itik Incaran Para Serigala

Itik Incaran Para Serigala
* bab 60 bertemu orang tua


__ADS_3

saat mulai pertama bertemu kembali dengan Temmy, sifat Aryan berubah. dia begitu menjaga jarak dengan Temmy. seperti tidak ingin berdekatan layaknya pasangan suami istri yang sudah lama tidak bertemu.


Temmy memahami itu karena dia merasa bersalah telah bertunangan dengan wanita lain. ditambah kondisi Aryan yang sedang mengandung. permintaan yang aneh dianggap sebuah kebahagiaan tersendiri bagi Temmy bukanlah suatu hal yang merepotkan.


''kamu mau kemana sayang ?''


'' aku mau tidur disofa. biar mas yang tidur diranjang saja''


''tunggu sebentar maksud kamu?''


''iya mas maafkan saya. saya belum bisa tidur seranjang dengan mas.''


''apa? tapikan mas suamimu ''


''kalau mas tetap menginginkannya, lebih baik saya pesan satu kamar lagi. hotel ini pasti masih menyediakan kamar yang kosong bukan?'' Aryan berjalan menuju pintu kamar


''tunggu - tunggu. baiklah sayang, dengarkan sebentar. biarkan mas yang tidur di sofa, kamu tidur disini saja. mas tidak mau kamu jatuh saat tertidur itu saja. mas tidak akan meminta lebih. percayalah '' Temmy mendekati Aryan


''tidurlah diranjang, biar mas yang di sofa''


Aryan beralih menuju tempat tidur. saat dia hendak menyelimuti tubuhnya, Aryan berbicara pelan untuk dipijit punggungnya.


'' jadi mijit nggak ?''


'' oh iya maaf mas lupa.'' Temmy beralih duduk dikursi sebelah posisi Aryan tidur


Aryan tidur membelakangi Temmy. pria ini dengan setia memijit lembut punggung istrinya hingga ke pinggang. Benar - benar berusaha menjadi suami siaga. Aryan merasakan kasih sayang dari orang tercinta. setelah beberapa jam berlalu Aryan terlelap.


dipagi hari yang terasa dingin karena bekas sisa hujan gerimis semalam diluar sana, Aryan terbangun dari tidur lelapnya. betapa terkejutnya manakala menyentuh tubuh seorang pria disampingnya.


ini bukan mimpi benar - benar nyata. Temmy ada disamping Aryan sebelum dan saat dia terbangun dari mimpi.


'' mas Temmy...'' semalaman Temmy memijit Aryan sampai dia tertidur sambil duduk. Aryan mengusap lembut wajah Temmy


andai saja mas tidak bertunangan dengannya, mungkin saat ini aku lebih bahagia bisa leluasa memilikimu mas. diri ini rindu akan pelukan dan sentuhanmu. namun aku bukan wanita yang sudi membagi cinta dengan yang lain.


sedikit cahaya masuk melalui kaca besar yang terpasang di kamar. jelas saja karena kamar yang dipilih Temmy memiliki view pemandangan yang menakjubkan. gampang mendapatkan sinar cahaya matahari dipagi hari.


Temmy mengerjapkan mata. sayu - sayu matanya mengeluarkan pandangan kesekeliling ruangan besar tersebut. Temmy mulai mengingat keberadaan Aryan. dimana istrinya saat ini.


Temmy mencari Aryan di dalam kamar mandi dan ruang ganti namun tidak ada. Temmy segera mengambil ponsel dan menghubungi Aryan. sialnya ponsel Aryan tertinggal di kamar. Temmy terlihat begitu panik. dia segera ganti baju dan keluar kamar

__ADS_1


saat dia berada di lobby hendak menanyakan pada resepsionis, Temmy melihat Aryan sedang berbincang dengan seorang wanita. setelah diperhatikan sepertinya Temmy mengenali wanita tersebut.


dia adalah Yara, kakak Stella. Temmy sedikit ragu untuk mendekati mereka namun dia tidak ingin Aryan berpikir lebih. Temmy nekat mendekat juga.


''Temmy, kamu masih di sini ?'' Yara menyapa Temmy terlebih dulu.


''sayang '' Temmy langsung menyapa Aryan dan mengabaikan sapaan Yara


cup.... Temmy tiba-tiba mencium pipi Aryan tepat di depan Yara. wanita ini menyaksikan sendiri calon adik iparnya mencium pipi seorang wanita yang sedang hamil dan menyebutnya sayang pula.


'' ada hubungan apa antara kalian berdua ?''


dert......


belum sempat menjawab, ponsel Temmy berdering. dia langsung menjawab panggilan tersebut.


'' iya katakanlah''


''baiklah.katakan pada mereka saya pasti datang ''


Temmy mematikan panggilannya. dia segera menggandeng tangan Aryan dan mengajaknya masuk ke kamar. tanpa perlawanan Aryan pun mengikuti kemauan Temmy.


'' apa yang kalian bicarakan?'' Temmy bertanya pada Aryan begitu serius


'' itu tidak penting ''


'' penting bagiku mas'' Aryan menegaskan kalimatnya


'' dia yang telah memberitahukan segalanya. karena dia saya jadi tahu apa yang telah terjadi padamu dan Stella''


'' tidak ada apa-apa antara aku dan Stella. pertunangan yang aku terima hanya sebuah alasan agar aku bisa menemuimu sayang. cuma kamu satu-satunya alasan ku kembali ''


Aryan mendengar segala ucapan Temmy. dia hanya menunduk pilu.


'' bersiaplah. nanti malam aku akan mengajakmu pergi.''


'' kemana?''


'' kamu tinggal ikut saja''


''aku tidak mau kalau tidak jelas tujuannya''

__ADS_1


''please Aryan. mungkin ini upaya terakhirku yang bisa aku lakukan untukmu.''


siang harinya Temmy mengajak Aryan kesebuah butik untuk mencari baju yang pantas dikenakan karena malam ini sungguh menjadi yang pertama bagi Temmy untuk mengenalkan Aryan pada kedua orang tuanya.


setelah memilih beberapa baju akhirnya pilihan mereka jatuh pada baju yang sederhana namun terlihat anggun dan sesuai dengan karakter Aryan.


setelah seharian mereka jalan - jalan kini giliran Aryan untuk dirias. Temmy menyewa seorang tata rias untuk membantu Aryan. setelah beberapa jam Temmy menunggu Aryan di lobby hotel akhirnya Aryan selesai juga.


ketika Aryan keluar lift, Temmy begitu terpana melihat kecantikan istrinya. tatapan Temmy mulai dari kepala sampai ujung kaki Aryan. seakan-akan Temmy tak ingin melewatkan sedikitpun bagian tubuh istrinya untuk dinikmati dengan mata.


Temmy mempersilahkan Aryan masuk ke mobil dan membawanya membelah jalanan kota menuju kesebuah tempat yang sudah direncanakan.


'' kita mau kemana?''


''ketempat yang pernah kamu datangi''


''maksudnya?''


'' sudah kamu tinggal ikut saja. setelah kamu sampai disana, mas mau kamu tetap berada disamping mas''


''baiklah mas. tapi mas nggak ngajak Aryan ke tempat yang macem - macem kan?''


''nggak lah sayang. mas tahu kok''


Mobil melaju dengan kecepatan sedang. setelah sampai di tempat yang dituju, Aryan menatap tempat tersebut lalu menundukan wajahnya.


iya saat ini Temmy mengajak Aryan kerumah keluarga besarnya. hal ini membuat Aryan ragu untuk menemui keluarga Temmy.


'' kita sudah sampai. turunlah'' Aryan menghela napas panjang.


''kenapa kita kesini ?''


Temmy menyentuh tangan Aryan. berusaha menenangkan hati istrinya dan meyakinkan hatinya untuk bisa menghadapi kedua orang tuanya.


'' yakinlah kalau ini akan berbuah manis. kita harus melakukannya demi buah hati kita. mas sangat mencintaimu Aryan '' Temmy mengecup kening Aryan


*


*


*

__ADS_1


bersambung....


terima kasih sudah membaca....


__ADS_2