
taman pagi hari ini terasa berbeda. saat kedua penghuninya benar-benar meluapkan perasaannya. burung-burung yang berkicau menjadi saksi mereka.
cukup lama mereka berpelukan. seperti tak ingin berpisah. entah karena keadaan alam atau memang suasana hati yang membuat pagi ini lebih dingin dari biasanya.
Aryan begitu lekat memandang suaminya, begitu pula sebaliknya. sama-sama menikmati momen berdua yang entah kapan lagi akan terulang.
'' maaf sayang hari ini kita pulang. mas akan mempersiapkan keberangkatan mas. ''
'' baiklah mas''
'' ingat kamu boleh bekerja di tempat Gery, asalkan kamu harus mau tinggal di villa. mas tidak mau kamu bolak balik terlalu jauh.''
'' iya sayang. aku akan ikuti semua aturan mu''
'' semua ini demi kebaikanmu ''
beberapa jam kemudian mereka berpamitan pada Bu nur dan pak Untung. temmy sudah mengatakan semuanya pada mereka termasuk rencana Aryan untuk balik ke villa karena pekerjaannya.
tentu saja pak untung dan Bu nur sangat gembira. ada tambahan penghuni baru di sini serta bisa melayani majikannya. temmy meminta mereka untuk menjaga Aryan serta memenuhi semua kebutuhannya.
kini temmy dan Aryan sudah meninggalkan villa. mobil mereka melaju menuju ke tempat Gery.
'' kita mau kemana mas? ini bukan arah pulang''
'' kita mau ke tempat Gery dulu''
sedari tadi Aryan duduk hanya memandangi suaminya. seakan-akan ini pertemuan terakhir. aryan seperti belum bisa melepas temmy pergi. jelas ini karena hari-hari Aryan sudah diisi oleh temmy.
ikatan suami istri akan diuji. bagaimana Aryan hidup tanpa didampingi temmy. begitu pun sebaliknya. hanya bermodalkan saling percaya. yang akan menguatkan hubungan mereka.
mobil telah tiba di tempat Gery. orang yang akan ditemui pun sudah berada di depan kantornya. aryan dan temmy segera turun dan berjalan ke arah Gery.
''kita bicara didalam saja''
Gery mempersilahkan keduanya untuk duduk.
'' bagaimana tem?''
'' saya akan berangkat besok. ''
'' baguslah, bagaimana dengan Aryan?''
'' yah selama dia bekerja dia akan tinggal di villa.''
'' Bu nur dan pak Untung pasti senang karena ada yang bisa mereka lakukan. selama ada aryan, mereka ada sedikit pekerjaan. pilihan mu mengizinkan Aryan bekerja itu benar, dia lulusan baru tentu sangat bersemangat ''
'' hey.. saya mengizinkan Aryan untuk bekerja namun dia tidak boleh pulang malam. dia tidak boleh terlalu lelah. dalam satu bulan dia memiliki waktu libur dua Minggu. waktunya biar dia tentukan sendiri''
'' tapi mas..'' Aryan memotong pembicaraan temmy
'' ini demi kebaikanmu. '' temmy menggenggam tangan Aryan
__ADS_1
''bukan begitu Gery?''
'' jika itu permintaanmu tidak ada yang bisa menolak''
setelah perbincangan selesai Aryan dan temmy segera pulang ke rumah. selama di perjalanan temmy banyak memberikan aturan yang harus aryan ikuti. mana yang boleh dan mana yang tidak boleh.
mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. mulai dari cara berpakaian, aturan jam istirahat Aryan, siapa saja orang orang yang boleh berada di dekat Aryan. semua sudah temmy atur. tanpa terlewatkan sedikit pun
sedangkan Aryan tidak bisa protes banyak. dia hanya mengangguk mengatakan iya dan baiklah. seperti itu saja.
baiklah Aryan kali ini kamu harus menuruti perintah suamimu. apapun yang dikatakan harus di lakukan. ini semua demi kebaikanmu dan ketenangan hati suamimu.
hanya itu yang ada di benak Aryan karena sebentar lagi temmy akan meninggalkan Aryan demi pekerjaan.
tak terasa mobil sudah sampai di gang depan rumah Aryan.
temmy membangunkan Aryan yang ternyata tertidur saat di perjalanan tadi.
'' bangun sayang. kita sudah sampai'' membangunkan istrinya dengan lembut.
Aryan menggeliat menggeser tubuhnya.
''sudah sampai yah..''
''mas turunkan barangnya dulu ya''
sebelumnya mereka mampir ke supermarket untuk belanja kebutuhan di rumah Aryan. temmy juga sempat memberikan kartu kreditnya untuk digunakan Aryan. selama temmy tidak berada di sampingnya.
mereka jalan berdampingan, menyusuri gang rumah Aryan.
'' sebentar lagi mas tidak melewati jalan ini yah..''
'' udah dong kamu jangan bilang seperti itu, nanti membuat mas semakin kepikiran saat meninggalkan kamu sayang''
Aryan membalas Dengan senyuman. sungguh manis senyum itu. senyum yang akan selalu dirindukan oleh temmy. senyum termanis milik istrinya.
mereka tiba di depan pintu rumah Aryan. Naura yang melihatnya dari dalam langsung membukakan pintu.
''kak Aryan... mas temmy....sini saya bawain barang-barangnya.''
'' aduh adiku baru ditinggal sebentar sudah berubah jadi baik begini. jangan-jangan ada maunya nih....''
''ibu mana? '' tanya Temmy
'' ibu ada di belakang. ayo masuk''
'' Bu kak Aryan sudah pulang'' ucap Naura
'' iya ....'' ibu Mira menyauti dan menghampiri anak dan menantunya
'' kalian sudah pulang rupanya. ko sebentar banget. kirain mau satu bulan''
__ADS_1
'' ah ibu. masa selama itu sih'' jawab aryan sambil tersipu malu
'' karena Aryan kangen sama ibu dan Naura. makanya ingin cepat pulang bu'' jawab temmy
'' oh iya. kamu sudah bersuami masih kangen sama ibu?''
'' bukan begitu Bu. sebenarnya mas temmy mau pergi. '' Aryan mengatakan pada ibunya
''pergi kemana?''
''ada pekerjaan di luar Bu''
''di luar Jawa maksudnya? di pulau mana yah kalau ibu boleh tau?''
''di luar negeri Bu.'' temmy menjawab dengan nada datar
'' oh begitu. berapa lama?''
'' sekitar satu atau dua bulan''
'' baiklah jaga dirimu baik-baik. kalian pasti sangat lelah. lebih baik istirahat saja'' ibu mengucapkan lalu masuk kedalam kamarnya meninggalkan mereka.
''iya kak lebih baik kak Aryan dan mas temmy istirahat.''
Aryan dan temmy masuk ke dalam kamarnya. membersihkan tubuh mereka masing-masing. kini mereka sudah berada di atas ranjang. Aryan memeluk erat tubuh suaminya.
'' mas besok mau ke tempat pak Aqib?''
'' iya sayang. mas besok langsung berangkat yah ''
Aryan menghela nafas panjang. dadanya terasa sesak. ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.
sejujurnya dia mengikhlaskan suaminya pergi namun entah kenapa hatinya seakan-akan berkata lain. berat sekali rasanya untuk jauh dari suaminya. semoga ini bukanlah firasat yang buruk.
''ah.... mungkin hanya perasaanku saja yang sedang tidak ingin ditinggal mas temmy'' itu yang Aryan pikirkan di benaknya.
'' sayang mas mau minta jatah malam ini. bolehkan?''
Aryan mengangguk perlahan lalu temmy meraih dagu Aryan. mereka berdua tenggelam dalam samudera cinta. melakukan aktivitas malam yang sudah menjadi rutinitas bagi sepasang suami istri ini. sungguh malam ini terasa begitu berbeda. ada cinta yang bergelora dalam melakukannya.
*
*
*
bersambung....
terimakasih sudah membaca....
jangan lupa komentarnya yah besti....
__ADS_1