
dalam malam remang yang begitu syahdu. Aryan terlelap dalam tidurnya seakan-akan merasakan kehadiran sang suami yang sudah lama dia rindukan. kehangatan dan aroma wangi suami begitu tercium baunya.
Temmy membelai lembut rambut sang istri. diciumnya kening, pipi, dan bibir Aryan. lama dia lakukan disana. hingga Aryan pun merasakan hangat yang berbeda.
Aryan membalas ciuman sang suami. mereka saling berpagutan satu sama lain. tangan Temmy mulai menjelajah tubuh sang istri. meremas salah satu gunung kembar Aryan. lalu terdengar suara Aryan sedikit melenguh.
tangan Temmy turun ke bawah. saat sampai di perut Aryan, terasa sedikit beda. kini perutnya sudah tak rata seperti dulu. dia baru ingat jika istrinya saat ini sedang mengandung.
Temmy menurunkan badannya, menghadapkan wajahnya pada perut Aryan. diusap dan dicium berkali-kali perut Aryan dengan sangat lembut. ada janin yang sedang berkembang didalam sana.
''buah cintaku...''
Temmy kembali menciumi bibir Aryan. kali ini Aryan justru merespon ciuman Temmy. Dia mulai meninggalkan jejak kepemilikan di tubuh Aryan. keduanya sangat romantis hingga mereka menginginkan hal yang sama.
dengan masih mencium bibir Aryan, tangan Temmy menjelajahi dada Aryan. membuka satu persatu kancing baju tidurnya. hingga yang tersisa hanya penutup gunung kembar.
tubuh Temmy mulai turun kebawah, tangannya mengelus bagian sensitif milik Aryan. Gadis ini sedikit menggeliat dengan memajukan dadanya. Temmy membuka penutup bawah Aryan. dia mulai melancarkan aksinya disana.
Awalnya Temmy mencium, mengelus, dan mengecup. selanjutnya Temmy membuka pangkal paha Aryan. terpampang jelas bagian sensitif Aryan. Temmy mulai memainkan lidahnya disana perlahan demi perlahan. Aryan merasakan berkedut bawahnya. dia akan melakukan pelepasan dan Temmy tahu itu lalu keluarlah cairan hangat. Temmy tersenyum sayang.
bagi Aryan ini adalah mimpi terindah yang pernah dia alami selama ditinggal Temmy. dia baru merasakannya setelah dia dinyatakan hamil. ini hanyalah mimpi baginya.
Aryan merasakan tertidur dalam pelukan Temmy. tubuh suami yang tak asing baginya. hangatnya pun masih bisa diingat sekarang. hingga dapat melupakan amarah yang terpendam begitu dalam. penghianatan sang suami terlupakan sudah dialam bawah sadar.
pagi menjelang, Aryan merenggangkan tubuhnya pelan didalam selimut. karena udara diluar lebih dingin sehingga Aryan masih betah memejamkan matanya. lama - kelamaan Aryan merasakan hembusan napas hangat dari wajahnya. dia sedikit merasa takut untuk membuka matanya. saat ini Aryan sedikit sadar dari tidurnya.
beberapa saat Aryan mulai membuka matanya. ketika dilihatnya ada seseorang yang berada dalam satu selimut yang sama, Aryan menjerit keras.
aaaa..............
'' sayang kamu kenapa?''
'' aku tidak mimpikan?''
'' kamu tidak mimpi sayang ''
'' kamu Temmy?''
'' iya ini aku suamimu'' saat mendengar kata suami Aryan langsung beranjak dari tempat tidur. dia menepuk kedua pipinya dan mencubit lengannya.
aww.......
'' iya aku nggak mimpi'' ucap Aryan lirik
__ADS_1
'' ini aku Temmy suamimu sayang''
'' kamu Temmy?''
'' iya ini aku'' diam-diam Aryan mendekat dan menyentuh wajah Temmy
'' ini nyata''
'' iya ini nyata''
'' kapan kamu kesini?''
''semalam waktu kamu sudah tidur''
'' apa saja yang sudah kamu lakukan padaku?'' Aryan berjalan mundur menjauhi Temmy
'' ayolah sayang tidak mungkinkan aku ceritakan semuanya padamu. kamu juga menikmatinya tadi malam'' Temmy berjalan mendekati Aryan
'' jangan dekati aku. stop. kamu berdiri disitu saja'' Aryan dengan lantang bersuara
'' Aryan ini aku suamimu. kamu kenapa sih. kita sudah lama tidak bertemu. apa kamu tidak ingin memelukku?''
'' jangan pernah berpikir untuk menyentuhku'' Aryan terlihat begitu ketakutan.
'' pergi kamu dari sini'' Aryan berlari masuk kedalam kamar mandi.
'' pergi atau aku tidak akan keluar sampai kamu pergi''
'' baiklah. aku keluar. tapi aku minta kamu jangan lama-lama dikamar mandi''
'' pergi'' Aryan sambil berteriak.
Temmy keluar dari kamar Aryan. dia turun kebawah masuk keruang keluarga. merebahkan tubuhnya di sofa depan televisi, tempat Aryan biasa bermalas-malasan. sandaran kursi ini tercium aroma wangi rambut Aryan. membuat Temmy sedikit tenang.
bu nur datang menemui tuannya.
'' tuan ini kopinya''
'' eh bu nur. letakkan saja disitu.'' bu nur pergi ke dapur meninggalkan tuan mudanya.
setelah Aryan mendengar suara pintu ditutup, dia juga tak mendengar suara Temmy lalu Aryan keluar dari kamar mandi. dia segera mengemas barang-barangnya.
'' apa saja yang sudah dia lakukan padaku semalam? aku kira itu hanya mimpi. bodohnya aku. yang mau melakukannya. walau dalam mimpipun aku tidak sudi'' Aryan mengutuk diri sendiri sambil berlinang air mata menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
Aryan segera bergegas keluar dari kamarnya. menuruni tangga hendak keluar. namun baru sampai tangga paling bawah dia dikejutkan dengan suara Temmy.
'' sayang kamu mau kemana bawa tas seperti itu'' Aryan tetap saja berjalan menjauhi Temmy
'' sayang'' Temmy menggenggam tangan Aryan.
'' lepasin'' Aryan berusaha melepaskan genggaman tangannya
'' aku tidak akan melepaskan mu sayang''
'' jangan panggil aku sayang''
'' aku minta maaf sayang. akan aku jelaskan semuanya''
''lepasin tanganku''
'' aku janji akan melepaskan tanganmu, tapi kamu harus mendengarkanku''
Aryan menatap Temmy dengan tajam. terlihat bahwa dirinya begitu sangat marah pada Temmy.
'' setelah berbulan-bulan kamu meninggalkanmu tanpa kabar. tanpa kejelasan tentang status hubungan kita. Tiba-tiba aku mendengar kabar bahwa kamu bertunangan dengan wanita lain. dan sekarang kamu menemuiku dengan cara seperti ini. apa kamu tidak malu atas tindakanmu mas?''
'' maafkan aku sayang''
'' tidak mas kamu tidak salah. yang salah itu aku. aku yang sudah mengenalmu. membawamu kedalam masalahku dan menerima pernikahan itu.''
'' sayang dengarkan aku''
'' seharusnya saya dari awal bisa berpikir. siapa kamu sebenarnya? kenapa kamu belum juga mengajakku untuk menemui kedua orang tuamu. mengenal keluargamu. serta pernikahan kita yang seakan-akan kamu tutupi''
'' sayang dengarkan aku sekali ini saja''
'' nikahi aku secara baik-baik, tercatat oleh negara, setelah itu ceraikan aku. aku hanya ingin anakku tidak mendapat malu karena terlahir tanpa seorang ayah''
deg.......
Temmy menangis dia bersimpuh di kaki Aryan. kali ini hatinya sungguh terluka saat mendengar perkataan Aryan. dia tidak mungkin mengabulkan permintaan Aryan kali ini. apalagi dalam kondisi Aryan yang sedang mengandung anaknya.
*
*
*
__ADS_1
bersambung....
terima kasih sudah membaca...