
Temmy masih bersimpuh dikaki Aryan. dia tidak mau melepaskan Aryan. Temmy tidak akan sanggup berpisah lagi darinya.
Temmy tahu jika istrinya sangat terluka saat Temmy bertunangan dengan wanita lain. seandainya Aryan tahu jika Temmy menerima pertunangan ini hanya karena dia bisa pulang kembali menemui Aryan istrinya.
'' tolong lepaskan aku mas. biarkan aku hidup bahagia''
''biarkan aku jelaskan semuanya padamu Aryan''
'' silahkan mas, tapi tak akan bisa merubah apapun''
Temmy sengaja menyembunyikan identitasnya karena jika terjadi sesuatu pada Aryan dia tidak ingin melibatkan orang tuanya. sedangkan kedua orang tuanya belum bisa menerima pernikahan Temmy yang secara mendadak. mereka juga belum tentu sanggup menerima Aryan dengan segala latar belakangnya.
'' siapa sebenarnya orang tuamu mas? kamu bilang kerja sebagai supir namun orang tuamu memiliki villa sebesar ini'' Aryan tak dapat menahan emosinya
'' kamu bilang hanya supir, tapi kenapa ada fotomu di foto keluarga itu ?'' Aryan menunjuk ke arah foto besar yang terpasang di dinding ruangan tersebut
'' saya putra dari prof Yahya. sayalah putra bungsunya ''
Aryan mendengarnya sedikit tidak percaya, namun dia sedang menghubungkan ingatannya tentang hubungan Temmy dan prof Yahya.
'' kamu hanya supirnya mas''
'' bukan''
Temmy mulai menceritakan bagaimana dia bebas menemui Aryan di kampus. kapan saja bisa bertemu dengannya. tahu dimana keberadaan Aryan. tentunya hal itu dari Aqib lewat kamera cctv.
'' kamu ingatkan pernah menantangku untuk menemukamu di kampus hanya dalam satu jam. padahal aku tidak tahu persis keberadaanmu saat itu. ya lewat aqib''
Aryan sedikit tersenyum saat mengingat itu.
'' gery kakak kandungmu. dia juga putra prof Yahya? pantas saja saat wisuda dia datang dengan istrinya lalu dipanggil oleh pak aqib untuk bertemu prof Yahya, ayah kalian ''
''benar sekali'' Temmy secara perlahan mengajak Aryan duduk di sofa
Temmy mulai bercerita kembali.
''jadi keberangkatan ku ke luar kota adalah bohong. yang benar itu aku ke Amerika. aku ke sana karena permintaan Daniel. sekretaris pribadiku sekaligus kaki tanganku di perusahaan. yang mengatakan bahwa perusahaan sedang bermasalah dan sangat membutuhkanku. ''
''ternyata hal itu atas perintah ayah. sesampainya aku di Amerika semua akses ditutup. aku tidak dapat menghubungimu atau gery melalui apapun. pernah sekali mencoba meneleponmu namun belum sempat dapat jawaban malah sudah ketahuan ayah.''
''tapi kamu saat ini telah bertunangan dengan Stella. anak teman prof Yahya '' Aryan menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
'' kamu tahu, saat kamu pulang ke rumah. gery pergi ke Amerika tanpa sepengetahuan ayah kami. dia menceritakan semuanya. termasuk kahamilanmu sayang''
Temmy mengusap lembut perut sang istri. Aryan merasa nyaman diperlakukan seperti itu.
'' sebenarnya mas tidak pernah menerima pertunangan itu. tapi gery memberi ide jika mas ingin segera pulang maka lebih baik menerima pertunangan itu ''
'' seharusnya kamu jangan terima'' Aryan menangis sambil memukuli dada Temmy
'' karena mas mendengar keadaanmu yang kacau. kamu pergi dari villa. kondisimu yang tidak baik membuat mas kepikiran padamu dan anak kita. jelas ini membuat mas goyah. jalan satu-satunya mas harus terima pertunangan itu agar bisa kembali padamu''
'' mas sungguh tega.'' Aryan melepaskan diri dari pelukan Temmy
'' mas aku mohon. nikahi dan ceraikan aku saat ini '' sekarang giliran Aryan yang akan bersimpuh namun segera di pegang langannya oleh Temmy.
'' kamu sedang hamil anak kita. tidak mungkin mas melepaskanmu Aryan. mas minta maaf sudah melukai hatimu. beri mas kesempatan''
'' biarkan aku hidup bahagia mas'' Aryan menangis tersedu-sedu. membuat Temmy semakin teriris hatinya.
'' mas pasti akan mendaftarkan pernikahan ini. tapi izinkan mas untuk bersamamu''
'' tidak bisa mas. karena mas sudah bertunangan. tidak mungkin seorang istri mau menerima suaminya yang telah bertunangan dengan wanita lain.''
'' tapi kamu sudah tahu alasannya''
orang yang ditunggu pun datang. Gery segera menemui mereka. Temmy meminta Gery untuk mengatakan hal yang sesungguhnya terjadi.
Gery pun menceritakan semuanya pada Aryan. tanpa ditambah atau dikurangi. Gery mengatakannya dengan jujur tanpa ada yang ditutup-tutupi.
hasilnya Aryan pun percaya.
'' aku percaya dengan semua yang dikatakan mas Gery. tapi itu tidak bisa mengubah keputusanku mas Temmy. keadaan kita saat ini sudah jauh berbeda mas. tolong mengertilah ''
melihat Aryan berlinang air mata semakin membuat Temmy sedih dan terluka.
Tiba - tiba ponsel Aryan berdering, itu panggilan dari dokter kandungan. ini jadwalnya Aryan untuk memeriksakan kehamilannya.
''iya dok''
'' baik dokter. aku akan datang. jadwalkan nanti sore ''
''terima kasih dok'' Aryan menutup panggilannya.
__ADS_1
'' hari ini jadwal Aryan periksa kandungan '' bisik Gery pada Temmy
Aryan jalan ke pintu dengan cepat Temmy mengejar. Temmy menarik tangan Aryan. gadis itu berusaha melepaskan.
'' ada apa? aku mau pergi ''
'' izinkan aku menemanimu hari ini sayang ''
'' lepasin '' sekuat tenaga berusaha melepaskan genggaman tangan Temmy
aku mohon........
sepertinya kata-kata itu mujarab untuk Aryan. buktinya dengan sedikit memohon maka hati Aryan pun luluh pada Temmy.
'' baiklah tapi aku mohon jangan buat masalah '' Aryan sambil jalan didepan Temmy.
'' sayang koper kamu ditaruh dulu disini, masa ke dokter bawa koper ?''
Aryan memberikan kopernya dan keluar dari villa. kini dia menunggu Temmy di teras depan.
dengan bahagia Temmy menyuruh bu nur untuk membawa koper tersebut ke kamarnya. lalu Gery melempar kunci mobil ke Temmy.
''ayo sayang kamu hati-hati jalannya '' Temmy berusaha menggandeng tangan Aryan namun ditepisnya
walaupun Temmy kecewa dengan keputusan Aryan namun kali ini dia bahagia bisa bersama dengan orang yang dicintai.
Aryan pun demikian walaupun dia yakin ingin tetap berpisah dengan Temmy, namun bisa di temani ke dokter oleh suaminya adalah saat - saat terindah baginya. momen yang sudah lama dia nantikan.
Temmy mengajak Aryan makan ke salah satu resto terkenal. setelahnya Temmy membawa Aryan ke pusat perbelanjaan. disana Aryan terlihat begitu bahagia. seakan - akan telah melupakan amarahnya.
ketika Temmy mengajak Aryan ke bagian pakaian anak dia enggan untuk memasukinya. namun Temmy sedikit memaksa. gadis itu pun mau mengikuti Temmy. saat sedang berada di depan baju bayi, tiba-tiba ponsel Temmy berdering.
Temmy berbicara agak menjauh dari Aryan. selesai bicara Temmy segera mengajak Aryan keluar. entah panggilan dari siapa yang membuat raut wajah Temmy seketika berubah.
*
*
*
bersambung.....
__ADS_1
terima kasih sudah membaca.....