
pagi ini berbeda, biasanya terasa dingin namun kali ini hangat di kulit. langit tak secerah biasanya. awan mengumpul di satu titik, suasana mendung menyelimuti villa.
Aryan bangun lebih awal dari biasanya. dia membersihkan diri dan bersiap-siap untuk berangkat kerja pagi ini. semangatnya mengalahkan alam di pagi ini.
'' selamat pagi nona Aryan ''
'' pagi Bu nur ''
'' sarapannya sudah siap nona ''
'' terimakasih Bu nur. kita sarapan bersama-sama saja ''
'' maaf nona saya nanti sarapan di rumah kecil saja ''
'' saya ingin ditemani sarapannya. Bu nur Maukan sarapan bareng saya disini?''
'' tapi nona saya tidak pantas ''
'' Bu nur jangan bicara begitu. kita sama. saya dan Bu nur tak beda '' Aryan mengatakan dengan sangat tulus sehingga membuat Bu nur terenyuh. dia menuruti keinginan nona mudanya.
saat mereka sedang menyantap sarapan tiba-tiba terdengar suara mobil yang berderu. ternyata itu mobil Gery yang masuk ke halaman villa.
'' selamat pagi'' Gery menyapa penghuni villa. dia melihat aryan sedang menyantap sarapan bersama dengan seorang asisten rumah tangga. sungguh pemandangan yang tidak biasa.
Aryan memang gadis yang tepat disandingkan dengan Temmy adiknya. dia berharap besar pada Aryan untuk membawa kebaikan pada keluarganya.
'' selamat pagi tuan Gery. saya mohon maaf sudah lancang duduk di sini dengan nona Aryan ''
Aryan merasa tak enak hati saat situasi seperti ini.
'' selamat pagi mas Gery. ini bukan salahnya Bu nur. saya yang memintanya untuk menemani sarapan. karena saya memang tak terbiasa makan sendirian ''
'' ngga apa-apa Aryan. santai saja. saya malah senang jika kamu tinggal disini dan nyaman.''
Bu nur berdiri, menundukkan kepala lalu pergi ke dapur. dia menyiapkan minuman untuk tuan Gery.
Aryan dan Gery duduk di ruang keluarga. dia membawakan satu map berkas untuk Aryan.
'' silahkan dipelajari terlebih dahulu. barangkali ada yang ingin ditanyakan? kalau sudah paham silahkan ditandatangani ''
'' ini ngga salah mas Gery? kenapa posisiku bukan karyawan. ini saya langsung jadi manager? saya kan belum pengalaman mas''
'' iya memang seperti itu. saya yakin kamu bisa mengelolanya. makanya saya percayakan agrobisnis ini sama kamu. ini juga sesuai keinginan Temmy.''
'' mas temmy ''
__ADS_1
'' sebenarnya lima puluh persen sahamnya milik temmy. dia memiliki modal dari usahanya yang di luar. saya yang mengelola. dan saat ini waktunya saya mempercayakan padamu sebagai istri dari temmy ''
deg .... hati Aryan bergetar saat mendengar nama temmy. ternyata dia juga seorang pekerja keras.
saya akan buka agrobisnis di kota lain. sebagai langkah awal untuk mengembangkan bisnis ini. kamu bisa memulai pekerjaan ini pada pekan depan.
'' mas Gery ada yang ingin saya tanyakan ''
'' mengenai kedatangan kamu ke villa waktu itu kan?''
sebelum Aryan menanyakannya, Gery sudah mengetahui itu.
'' saya akan menceritakan yang sebenarnya. waktu itu supir saya yang akan menjemputmu, namun saat dia sudah di jalan. tiba-tiba Aqib menelpon dan langsung menyuruh supirku untuk kembali. dia beralasan bahwa dialah yang diminta temmy untuk mengantarmu. itu alasannya. saya tahu pasti ada sesuatu yang ingin Aqib lakukan makanya saya membolehkannya. apakah dia membuatmu tidak nyaman ?''
'' tidak mas Gery. bukan seperti itu. saat kedatangannya kemari dia langsung menanyakan banyak hal pada pak untung. namun sepertinya tidak banyak informasi yang dia dapatkan''
'' yah itulah Aqib. dia kaki tangan papi kami.''
Aryan terdiam mencerna semua perkataan Gery. sedang orang dihadapannya hanya tertunduk merasa iba padanya.
'' baiklah Aryan saya pulang dulu. semoga kamu betah disini. saya senang kamu bersedia untuk tinggal di villa ini ''
'' baiklah mas''
Aryan duduk di ruang keluarga. dia teringat dengan ibu dan adiknya.
'' bu.....'' suara Aryan lembut
'' Aryan bagaimana kabarmu nak?''
'' Aryan baik-baik saja Bu. kenapa suara ibu sedikit berbeda ? apa ibu sedang sedih? ibu sedang tidak habis menangis kan''
'' nggak nak. ibu nggak apa-apa ''
'' ibu jangan bohong. katakan saja ''
akhirnya dengan terpaksa ibu Mira mengatakan suatu hal pada Aryan.
ada seorang tetangga yang datang ke rumah. dia mengatakan bahwa pernikahan Aryan tidak sah. Aryan menikah dengan anak konglomerat dengan harta berlimpah. ini jelas pernikahan hanya untuk mendapatkan keuntungan.
ibu Mira merasa sangat marah. dia tidak terima jika anak perempuannya direndahkan orang lain. karena dia tahu betul alasan yang mendasari mereka menikah saat itu.
'' sudah Bu jangan dengarkan omongan orang lain ''
'' tidak aryan ibu merasa sakit hati ''
__ADS_1
'' sudah ibu nggak usah memikirkan hal itu. Aryan minta maaf ya Bu karena sudah membuat ibu kecewa ''
'' tidak nak, kamu tidak salah. kamu sudah mengorbankan banyak hal untuk keluarga ''
'' ya sudah yang penting ibu jangan memikirkan hal itu ''
'' iya nak''
'' ibu kapan bisa kesini ?''
'' kamu baru kesana sebentar sudah kangen ibu ''
'' iya Bu, entah kenapa Aryan lagi pengen makan masakannya ibu ''
'' oh yah? nanti kalau adikmu liburan kita mengunjungimu disana''
'' baik bu''
''kamu yang betah disana biar suamimu juga tenang hatinya. oh iya, bagaimana kabar temmy ? apa dia sudah menghubungimu ?''
deg.......
Aryan teringat dengan suaminya. sejak keberangkatannya waktu itu dia belum pernah dihubungi temmy.
'' kabarnya baik bu'' Aryan menjawab sekenanya walaupun dia sendiri tidak tahu bagaimana kabar suaminya.
'' ya sudah kamu istirahat dulu sana gih''
'' iya Bu.''
Aryan menutup panggilan ponselnya.
mas temmy bagaimana kabarmu? sesibuk apakah dirimu sampai-sampai kamu tidak menghubungiku. kamu sedang apa mas disana? tidak ingatkah kau dengan istrimu ini.
hati aryan bergejolak, ingin rasanya dia mengadu. tapi pada siapa ?
*
*
*
Bersambung.....
Terimakasih sudah membaca.....
__ADS_1