Itik Incaran Para Serigala

Itik Incaran Para Serigala
* bab 14 ACC skripsi


__ADS_3

Aryan sekarang berada di kantin dengan teman temannya seperti biasa. sebelumnya Aryan sudah memesan satu gelas minuman es cappucino. iya hanya minuman, karena dilarang makan oleh temmy. Aryan di kantin sambil menunggu kedatangan temmy yang akan mem briefing.


'' gimana tadi ketemu dosen ganteng? '' tanya Dyah sambil mengerlingkan satu matanya


'' sudah tadi'' ucap Aryan lemes


'' jadi ganti dosen pembimbing ? '' tanya wendry


'' dia gak bolehin '' jawab Aryan manja


'' dia bilang apa ? '' tanya Dyah penasaran


'' kata nya hari ini juga proposal ku akan di ACC '' jawab Aryan sambil tersenyum


'' terus '' sambung wendry


'' ya gitu.... dia ngga mau aku ganti dosen. dia bilang akan membantuku '' jawab Aryan datar


'' tuh dosen demen kali sama kamu? '' tanya waco


'' makanya dia sengaja dilama - lamain. terus biar Aryan bolak balik nemuin dia. '' terang Dyah


'' apaan sih.... ngga lah....karena dia itu dosen muda jadi masih teoritis banget....'' jawab Aryan sambil mengaduk minuman di depannya.


mata Aryan mencari sosok seseorang yang biasanya ada disekelilingnya. sambil meminum es pesanannya


'' Husny lagi di mana? '' tanya Aryan


'' tumben nyari Husny '' jawab wendry


'' emangnya ngga boleh nanyain teman sendiri ??'' ucap Aryan


'' temen apa demen.....???'' tanya waco


'' aku lagi ngga mikirin itu dulu. yang penting sekarang secepatnya penelitian, skripsi selesai, wisuda, terus cari kerja '' jawab Aryan yang sambil bernapas lega


'' kalau ada yang suka sama kamu gimana? '' tanya wendry


'' siapa? '' tanya Aryan balik


'' jawab dulu '' ucap wendry


'' mmmmmm........ gimana yah?? '' kata Aryan sambil meletakkan telunjuk di sebelah matanya


'' terima ngga?? '' tanya waco


'' nggak tahu.. '' jawab Aryan senyum


'' ko nggak tahu?'' tanya waco


'' ya emang nggak tahu... '' ucap Aryan senyum


'' kalau salah satu dari kita ada yang suka sama kamu gimana?? '' tanya Wendry


'' jangan deh.....'' jawab Aryan datar

__ADS_1


'' emang kenapa?? '' tanya wendry


'' kalau aku nggak cinta, ngga bisa nolak '' jawab Aryan jujur


deg..... jantung Husny seperti berhenti mendadak mendengar jawaban Aryan seperti itu. sebenarnya Husny sudah berada di belakang Aryan ketika dia ditanya jika salah satu diantara mereka ada yang menyukainya. Husny segera memperbaiki hatinya agar tidak terlihat grogi di samping Aryan.


Husny mendekati Aryan lalu mengacak-acak rambut Aryan


'' ah.... Husny.....'' ucap Aryan kaget saat melihat Husny berada di sampingnya.


'' sejak kapan disini ?'' tanya Aryan


'' baru saja'' jawab Husny datar


tangan Aryan melepaskan tangan Husny dari kepalanya lalu melingkarkan tangannya di lengan Husny dan menyandarkan kepalanya di pundak Husny yang kini sudah duduk disebelah Aryan.


jantung Husny berdebar kencang saat diperlakukan seperti itu oleh Aryan. tiba-tiba Husny mengambil minuman Aryan dan meneguknya. Husny dan Aryan memang sering seperti itu. berbagi makanan dan minuman.


Ting...... ponsel Aryan berbunyi, ada pesan masuk. lalu dibuka isinya.


ada dimana? cepat ke lobby ( temmy)


Aryan yang mendapat pesan itu, kini beringsut meninggalkan teman temannya. dia merasa bersalah karena pesan temmy untuk menemuinya tidak dihiraukan. kini ia tidak bisa lagi mengabaikannya.


'' dari siapa?'' tanya waco


'' dari temmy '' jawab Aryan lirih


'' oh... ada apa lagi dia?'' tanya Husny


'' ada sesuatu yang harus dilakukan'' jawab Aryan sambil senyum tipis tapi ada rasa canggung


'' maaf yah semua... aku tinggal dulu sebentar... awas jangan membicarakan ku dibelakang'' ucap Aryan...


wendry dan Waco yang melihat Aryan pergi kini hanya diam sambil menatap Husny.


'' Malang bener nasib percintaan teman kita ini '' mereka berdua mengucapkan berbarengan


***


suara langkah kaki perempuan yang berjalan dilorong antara dua ruang yang berhadapan sangat terdengar. temmy sudah mengetahui kehadiran Aryan yang sedang menuju ke arahnya.


'' mas temmy'' sapa Aryan


'' sudah makan ?'' tanya temmy


'' belum lah..'' ucap Aryan. '' sepertinya dia lupa kalau melarang saya makan tadi '- gumam Aryan dalam hati


'' ayo kita makan '' ajak temmy


'' mas saya mau di briefing kapan? '' tanya Aryan


'' saya sedang lapar jadi harus makan dulu. ayo temani '' tegas temmy


'' kata mas saya ngga boleh makan. nanti kekenyangan jadi nggak konsen '' Aryan mengingatkan

__ADS_1


'' kamu mau aku makan kamu ?'' ucap temmy lirih sambil mendekat ke wajah Aryan. kini jarak mereka sangat dekat. hanya beberapa senti. jantung Aryan berdegup kencang. ia tidak ingin temmy mendengarnya


'' ngga.... hehehe '' jawab Aryan sekenanya


temmy berlalu meninggalkan Aryan yang masih berdiri mematung. saat temmy menengok ke belakang ternyata tidak ada Aryan. hal itu membuat temmy balik lagi ke tempat tadi. temmy mendekati Aryan lalu menggandeng tangan Aryan dan menarik untuk mengikutinya. Aryan hanya mengikuti langkah temmy dari belakang. kini mereka sudah berada di dalam mobil.


'' kita mau kemana mas?'' tanya Aryan


'' nyari makan '' Jawab temmy


'' dimana? '' tanya Aryan lagi


'' tinggal ikut saja.'' jawab temmy


mereka kini sama-sama diam tenggelam dalam pikirannya masing-masing. beberapa menit kemudian mereka telah sampai di sebuah restoran. temmy menggandeng tangan Aryan untuk memasukinya. mereka memilih tempat duduk yang dekat dengan jendela, Aryan yang memilihnya.


pesanan makanan dan minuman telah datang. Aryan yang sebenarnya sedang kelaparan langsung menyantap makanan di depannya. temmy yang melihatnya tersenyum sendiri.


'' kenapa lihat-lihat ?'' tanya Aryan ketus


'' saya heran, tadi yang lapar siapa ? malah kamu yang lahap banget.'' sindir temmy


Aryan langsung berhenti makan dan menyilang kan tangannya didepan dada serta memasang wajah cemberutnya.


'' ko berhenti?'' tanya temmy


'' jadi nggak nafsu makan '' jawab Aryan


'' kalo sama aku nafsu nggak ?'' goda temmy


'' sudahlah saya keluar saja.'' Aryan merajuk langsung keluar restoran.


temmy langsung mengikuti Aryan.


'' ayo ikut ke rumah. di sana sudah ada Bu Susi '' kata temmy


Aryan hanya mengangguk mengikuti temmy masuk ke dalam mobil. saat di mobil Aryan mengirimkan pesan pada Dyah. perihal lowongan pekerjaan. namun Dyah belum membalas pesannya.


kini mobil itu telah sampai di kediaman prof Yahya. Aryan turun dari mobil dan menemui Bu Susi yang sudah sejak tadi menunggunya. saat berada diantara Bu Susi dan temmy, Aryan mendapat pesan dari pak Bagas dosen pembimbingnya.


Ting .......


proposal kamu sudah saya ACC. sekarang sudah saya ajukan untuk segera bisa melakukan penelitian. surat izin sedang dibuat. besok kamu mengajukan permohonan penelitian ke Balitbang kota. persiapkan diri mu untuk penelitian di masyarakat ( pak Bagas)


Aryan yang mendapat pesan itu langsung gembira. dia senyum loncat kegirangan. dengan refleks tangannya memeluk temmy. sedangkan orang yang diperlakukan seperti itu merasa senang sekali. setelah sadar Aryan merasa malu sendiri, dia melepaskan tangannya dipelukan temmy. wajahnya kini memerah.....


temmy sedang memperhatikan dengan seksama...


*


*


*


bersambung...

__ADS_1


terimakasih sudah membaca....


jangan lupa komentarnya yah besti.....


__ADS_2