
mobil mewah yang ditumpangi temmy dan Stella dikemudikan oleh Aqib. mobil itu melaju dengan cepat menuju kota Jogja. perjalanan memakan waktu lima jam untuk sampai di sana. temmy duduk didepan bersebelahan dengan Aqib. sedangkan Stella duduk di belakang sendirian. Stella berharap temmy mau duduk di sebelahnya. agar dia bisa lebih dekat. namun kenyataannya tidak.
setelah begitu lama akhirnya mobil sampai juga di Jogja. kedua orang tua Stella sudah menunggu di rumah. mereka mempersilahkan temmy untuk masuk ke dalam rumah.dan temmy sudah duduk di ruang tamu.
'' terimakasih sudah mengantar Stella '' ucap ibunya Stella
temmy hanya mengangguk pelan.
'' saya kira kalian hanya berdua, ternyata ada Aqib yang ikut mengantar '' ucap ayahnya Stella
'' saya yang meminta mas Aqib untuk mendampingi, karena saya sangat lelah jika harus menyetir sendiri '' jawab temmy
memang untuk sementara Aqib akan lebih banyak mendampingi temmy dari pada profesor. hal ini karena permintaan dari profesor sendiri. beliau ingin anaknya didampingi oleh orang kepercayaan profesor. dan sekaligus orang yang dekat dengan Haytammy putra bungsunya.
tak begitu lama lalu ponsel temmy berdering. langsung diangkat panggilan tersebut dan ternyata dari Daniel. temmy meminta izin untuk mengangkat panggilan tersebut dan keluar ruangan.
'' apa ada Daniel ?'' tanya temmy
'' tuan ada yang ingin saya laporkan '' ucap Daniel
'' ya katakan saja '' ucap temmy
'' perusahaan selama di tinggal tuan tetap berjalan dengan baik. jika ada kendala masih bisa diatasi '' ucap Daniel
'' ya terimakasih Daniel. terus laporkan jika ada masalah katakan saja ''
'' baik tuan '' ucap Daniel
temmy langsung menutup percakapan tersebut. temmy kemudian masuk ke dalam rumah dan berpamitan untuk segera pulang.
'' ini sudah begitu larut temmy. lebih baik menginap saja. lagi pula kasian Aqib baru sampai belum istirahat harus langsung jalan lagi. '' ujar ayahnya Stella
'' kalau mas Aqib masih lelah. biar dia saja yang menginap dan istirahat di sini. saya akan tetap pulang. '' temmy dengan tegasnya. yang langsung keluar menuju mobilnya.
Aqib yang mendengar langsung beranjak dari tempatnya dan segera mengikuti tuannya.
'' apa kamu masih sanggup menyetir '' tanya temmy dalam mobil
'' sanggup pak temmy '' jawab Aqib.
'' sudah minggir biar saya saja '' ucap temmy yang tidak bisa di bantah oleh Aqib karena memang Aqib juga sangat lelah.
Aqib keluar mobil dan berpindah kursi. kini kemudi sudah dipegang oleh Haytammy. mobil pun berjalan dengan cepat meninggalkan kota Jogja.
******
sedangkan di sebuah studio musik.
teman teman Aryan berkumpul untuk latihan. mereka akan tampil di sebuah kafe besar dan terkenal. kafe lemprak itulah namanya.
__ADS_1
'' kamu kenapa hus ko dari tadi cuma diam saja sih '' tanya wendry
'' ngga pa pa cuma lagi mikirin sesuatu. '' jawab Husny
'' kamu lagi mikirin Aryan yah '' tandas waco
'' kenapa nggak kamu ngomong langsung saja sih ? '' ucap wendry
'' itu dia... aku nggak mau kalau nanti Aryan kecewa denganku karena selama ini dia menganggapku sama seperti kalian '' Husny menghela napas pelan.
'' belum tentu juga dia suka sama aku. mungkin nanti dia akan sulit menolak. '' ucap Husny
'' jika hubungan sudah seperti kita ini memang susah untuk mengungkapkannya. '' tambah Waco
'' biar waktu yang akan menyatukan kami. saya akan menunggu sampai kita lulus kuliah nanti ''
'' saat itu aku akan menyatakannya '' ucap Husny pelan
mereka langsung melanjutkan latihan dan begitu selesai langsung pulang ke rumah masing-masing
*****
Haytammy melajukan mobilnya pulang. sebetulnya Aqib tidak begitu capek karena saat mengantar Stella mereka sempat istirahat di sebuah tempat penginapan. karena temmy kasian pada Aqib sudah beraktivitas dari tadi siang belum istirahat sudah harus berangkat lagi.
di penginapan mereka memesan tiga kamar. Aqib lebih dulu masuk ke kamarnya karena memang dia sangat lelah. sedangkan Stella membujuk temmy untuk menemaninya istirahat dalam kamar yang sama. namun tentu saja permintaan itu ditolaknya mentah mentah.
sepanjang jalan temmy hanya memikirkan tentang Aryan, gadis mungil dan cantik yang membuatnya penasaran.
setelah tiba di rumahnya, temmy langsung masuk dan beristirahat. karena kali ini dia merasa badannya sangat lelah.
*****
keesokan paginya saat Aryan bangun tidur dia langsung melakukan aktivitasnya seperti biasa.
Aryan membantu ibunya untuk mengerjakan pekerjaan rumah. setelah rumah bersih Aryan bersiap siap untuk berangkat ke kampus karena dia akan mengedit tugas Dyah serta menyusun proposal skripsinya.
'' Bu tolong bilangin sama Naura untuk tidak pergi di malam hari dan pulang larut malam '' pinta Aryan
'' nanti akan ibu sampaikan. tapi harus pelan pelan karena kamu tahu sendiri. dia anaknya keras kepala '' terang ibu
'' oh iya, ibu nitip baju tolong kamu berikan pada Bu Lastri. soalnya baju ini mau dipakai nanti sore. '' pinta ibu Mira ibunya Aryan
'' rumah Bu Lastri dimana ? '' tanya Aryan
'' dekat rumah profesor mu lho '' jawab ibu Mira.
'' baik Bu '' Aryan memang penurut dan selalu mematuhi perkataan ibunya.
saat Aryan beranjak bangun dari kursinya, mereka dikejutkan dengan suara gebrakan pintu yang keras.
__ADS_1
dor dor dor..... suara pintu di gedor dengan keras
Aryan langsung bangun dan membuka pintunya, dan ternyata ada dua orang pria bertubuh tinggi dan gemuk. kedua pria itu berbicara dengan suara tinggi.
'' mana cicilan pelunasan utangnya Bu Mira. sini bayar . '' dengan kasar menggebrak pintu
'' sabar mas nanti kalau ada uang juga pasti kita bayar. '' Jawab ibu Mira
'' mas ini masih pagi tapi sudah nagih saja. lagian hutangnya kan sudah lunas. kenapa musti bayar lagi sih '' jawab Aryan tegas
'' itu baru hutangnya. bunganya belum '' jawab ketus
'' apa..... dasar lintah darat...'' bentak Aryan
'' hari ini tidak ada uang. besok saja '' jawab ibu Mira
'' baik besok kita kemari lagi . tapi ingat siapkan uangnya ''
brak.... suara menggebrak meja
ibu Mira langsung memegang dadanya yang kini terasa sesak. elihat hal itu Aryan sangat sedih, dia tidak bisa berbuat apa-apa.
'' Bu lebih baik Aryan tidak usah kuliah saja. biar ibu bisa membayar hutang ayah '' pinta Aryan
'' sudah kamu berangkat kuliah saja sana. ngomong apa sih... '' kata ibu
'' Aryan pamit Bu '' sambil mencium punggung tangan ibunya
ibu Mira hanya memandang punggung Aryan hingga ia berlalu.
seperti biasa Aryan berangkat menggunakan angkutan umum. tidak lupa dia akan mampir ke rumah pelanggan ibunya. kebetulan rumahnya melewati rumah profesor.
saat Aryan lewat depan gerbang rumah yang besar dan menjulang tinggi itu dia sempat nengok ke arah rumah tersebut, dari kejauhan dia melihat temmy yang sedang duduk di depan rumah sambil menelepon seseorang.
Aryan sempat berhenti dan entah kenapa matanya ingin sekali memandang temmy. ternyata pandangan itu disambut oleh si pemilik mata. kini mereka saling memandang dari kejauhan. ......
sangat senang. sehingga dia mengejar Aryan
*
*
*
bersambung....
terimakasih sudah membaca....
jangan lupa komentarnya yah besti....
__ADS_1