
Aryan masih di dalam perpustakaan, dia masih berkutat dengan buku dan leptop milik Husny. saat di dalam perpustakaan Aryan tidak sengaja melihat pak aqib yang masuk dan berbicara dengan petugas perpustakaan.
selama Aryan menunggu pesan dari pak Bagas, perutnya sudah berbunyi. Aryan beranjak untuk ke kantin. saat mendekati pintu dia berpapasan dengan pak aqib.
'' mau kemana nona ?'' tanya pak aqib
'' eh pak aqib..... saya mau ke kantin.'' jawab Aryan
Aryan berlalu meninggalkan pak aqib yang masih menatapnya dari belakang.
Ting...
ponsel temmy berbunyi
dia dengan malas membukanya, pesan dari Aqib.
pesan tersebut ternyata sebuah foto Aryan yang sedang duduk di perpustakaan.
mungkin tuan sedang mencari seseorang. ( Aqib)
temmy langsung menutup ponselnya dan segera membawa mobilnya melaju menuju universitas.
segera dia berjalan menuju perpustakaan, namun sialnya dia berpapasan dengan prof Yahya.
'' kamu kesini ?'' tanya prof Yahya dengan wajah penuh tanya.
'' temui saya di kantor sekarang '' titahnya
temmy mengangguk pelan dan menghela napas dengan berat. dia lupa bahwa ada ayahnya yang berada di kantor.
kini temmy berada di kantor ayahnya. duduk santai sambil memandang ke luar jendela. ayahnya sedang menandatangani beberapa berkas yang menumpuk di mejanya.
'' Stella hari ini pulang. kamu antar Stella kan?
kamu sudah berumur jadi segeralah mencari wanita yang cocok dan menikah '' ucap prof Yahya.
temmy hanya diam mendengar ayahnya berbicara seperti itu. temmy tahu dari Aqib kalau ayahnya memang ingin segera melihat temmy menikah.
Aryan mendapat pesan dari pak Bagas.
Ting....
'' Segera datang keruangan ku. '' ( Pak Bagas)
Aryan yang sekarang sedang menikmati es cappucino langsung menuju ke ruangan pak Bagas. Setelah ada disana pak Bagas menyerahkan selembar kertas yang berisikan permohonan penelitian di Balitbang.
" Besok kamu bisa ke Balitbang menyerahkan surat permohonan ini. Setelah kamu dapat surat izinnya, kampus akan membuat surat pengantar untuk kedesa jaya. "
Aryan yang mendengar penjelasan tersebut hanya diam dan tersenyum sambil merangkul surat tersebut.
" Nanti kalau kamu mau kedesa jaya, bapak akan mengantarmu. Ingat itu !" Pinta pak Bagas
Dari ruang prof Yahya masuklah Aqib yang membawa beberapa berkas.
'' Selamat siang tuan. Ada beberapa berkas yang perlu ditandatangani. Antara lain tentang surat izin penelitian.'' kata Aqib. sedangkan Aqib langsung menatap tuan temmy sambil memberikan kode anggukan kecil.
'' terimakasih sudah menolongku untuk datang kemari '' ucap temmy dalam hati
__ADS_1
temmy berjalan keluar ruang tersebut. dia menyusuri koridor menuju ruang perpustakaan. tapi ternyata dia tidak menemui Aryan.
posisi ? (temmy)
sayap, gelandang, kiper, bek? maunya apa? (Aryan)
Aryan, saya nggak bercanda (temmy)
di kampus (Aryan)
dimana? (temmy)
cari sendiri '( Aryan)
kalau sampai ketemu, kamu harus temani saya seharian ( temmy)
kalau sampai tidak ketemu dalam waktu satu jam, jangan pernah cari saya lagi ( Aryan)
saya pastikan kamu akan berada disampingku sebentar lagi ( temmy)
coba saja ( Aryan)
setelah membalasnya, Aryan segera memasukan ponselnya dalam tas.
'' aku harus berada disini selama satu jam kedepan'' gumam Aryan dalam hati.
Aryan memutar otak agar tetap berada di ruang pak Bagas setidaknya ruang ini yang dianggapnya paling tersembunyi, karena temmy tidak akan mencarinya sampai ke ruangan ini. Aryan mencoba untuk menanyakan banyak hal pada dosennya. hanya untuk mengulur waktu. sedangkan pak Bagas merasa sedang ditemani oleh Aryan. tak henti-hentinya pak Bagas mencuri pandang pada Aryan.
sudah hampir satu jam temmy mencari keberadaan Aryan di kampus. tapi belum juga menemukan gadis itu. temmy hampir putus asa. temmy mengingat tentang skripsi Aryan. itu berarti mungkin sedang bimbingan. tapi siapa dosen pembimbingnya Aryan. temmy langsung menuju ruang akademik. dia mencari tau tentang nama-nama dosen pembimbing pada pegawai tersebut. dia menanyakan nama mahasiswa Aryan......
setelah dicari di komputer akhirnya ketemu nama Aryan dengan dosen pembimbing skripsi Bagas Saputra.
'' mari saya antar jika tuan temmy mau menemui pak Bagas '' jawab pegawai itu
temmy berdiri dan langsung mengikuti pegawai tersebut. setelah waktunya hampir habis, Aryan merasa lega karena temmy belum juga menemukannya itu artinya dia tidak usah menemani temmy hari ini. namun ternyata tebakannya salah. dimenit-menit terakhir temmy sudah berada dibelakang kursi Aryan.
'' sial kenapa dia bisa tahu sih?? '' lirih Aryan dalam hati
'' hai nona cantik. bisa kita bicara sebentar. pak dosen, saya bawa mahasiswanya dulu '' kata temmy
'' eh iya pak temmy silahkan '' pak Bagas hanya bisa diam memandang mereka.
Aryan dan temmy pergi dari ruangan tersebut. temmy menggandeng tangan Aryan dan membawanya pergi ke parkiran. kini mereka sudah dalam mobil dan melaju ke tempat dimana entah hanya temmy yang tahu.
'' kamu harus menepati janji mu untuk menemaniku seharian ini '' kata temmy
'' tapi mas ..... '' ucap Aryan lirih
'' nggak ada tapi- tapian.... '' kata temmy
'' mas tapi besok Aryan mau ada kepentingan lho... jadi perginya jangan lama-lama '' pinta Aryan
'' memang kenapa kalau lama? '' tanya temmy
'' nanti Aryan capek '' jawab Aryan
'' ya itu masalah kamu '' jawab temmy dengan entengnya
__ADS_1
'' ih ... orang ini... susah Banget di ajak nego '' gumam Aryan lirih tapi masih terdengar oleh temmy.
'' mas mau bawa Aryan kemana sih ?'' tanya Aryan
'' udah diem aja '' ucap temmy
'' besok Aryan mau ke Balitbang '' kata Aryan
'' jam berapa ?'' tanya temmy
'' pagi jam 10an '' jawab Aryan
'' minta di antar sama saya ?'' tanya temmy
'' ngga '' jawab Aryan tegas
'' pak Bagas yang mau antar, katanya dia juga lagi ada urusan. jadi sekalian jalan '' kata Aryan
'' kamu sama pak Bagas ?'' tanya temmy
'' iya '' jawab Aryan polos
'' cuma berdua saja ?''' tanya temmy sambil melotot
'' iya emang kenapa ? pak Bagas kan masih sendiri. tampan pula '' jawab Aryan sambil tersenyum
'' kalau mau pergi harus sama saya. '' kata temmy tegas
'' kenapa bisa begitu ?'' tanya Aryan
temmy tidak menjawab hanya diam dan tersenyum sambil mengemudi kan mobil nya.
setelah satu jam akhir nya mereka sampai di sebuah tempat. Aryan terkejut saat melihatnya. sepertinya sudah lama sekali Aryan tidak pernah ke pantai.
Aryan segera membuka pintu mobil dan berlari menuju pantai. dia sangat senang. temmy yang melihat itu juga ikut senang. temmy melihat gadis itu seperti anak kecil yang berlari kesana kemari tidak ada berhentinya.
temmy mendekati Aryan lalu mengusap pangkal kepala Aryan. Aryan hanya tersenyum dan menatap wajah temmy.
'' dasar bocah '' ucap temmy
'' biarin '' ucap Aryan
'' apa kau senang?'' tanya temmy
'' senang sekali, terimakasih ya mas. sudah ajak Aryan kesini. '' kata Aryan
'' kamu memang sekali-kali butuh refreshing jangan di kampus terus '' kata temmy
'' ya itu kan memang yang seharusnya Aryan lakukan mas. supaya kuliah Aryan cepat selesai dan mencari pekerjaan. '' kata Aryan
*
*
*
bersambung....
__ADS_1
terimakasih sudah membaca..
jangan lupa komentarnya yah besti....