Itik Incaran Para Serigala

Itik Incaran Para Serigala
* bab 55 pertunangan


__ADS_3

didalam apartemen Temmy berusaha untuk menghubungi ayahnya. dia berkali-kali mencoba untuk menelepon namun tidak diangkat juga. bahkan Temmy juga menghubungi Aqib dan mengirim pesan namun belum dibalas juga.


ahh....... Temmy sangat geram. bagaimanapun juga dia ingin sekali segera pulang untuk menemui Aryan. dia ingin melihat langsung kondisi istrinya. menemaninya disaat - saat seperti ini.


'' coba hubungi Stella'' Gery memberi saran


'' untuk apa?''


'' katakanlah kalau kamu ingin segera bertunangan dengannya.''


'' melihatnya saja merasa jijik''


'' dia satu-satunya cara agar kamu bisa segera kembali pulang ''


Temmy menunduk, wajahnya begitu lesu. terlihat kristal disudut matanya.


'' ingat kamu melakukan ini untuk istrimu ''


'' bertunangan dengan wanita lain untuk kembali pada istri. kamu kira Aryan akan menerima hal ini ?''


''Aryan gadis yang pintar, saya rasa dia tidak akan berpikir sepicik itu '' gery mencoba menjernihkan pikiran Temmy


'' ingat Aryan sangat menunggu kehadiranmu''


ahh.....


Temmy memukul dinding apartemennya sampai tak terasa darah segar mengalir di sela jari. begitulah gambaran hati Temmy. dia begitu hancur.


'' sudahlah tem kamu jangan menyakiti diri sendiri. tidak ada gunanya ''


''ini tak sebanding dengan yang Aryan rasakan. hatinya begitu hancur saat ini. saya sudah gagal membuatnya bahagia. dia malah semakin tersiksa menikah dengan ku. ''


'' kalian berdua sama-sama tersiksa. Aryan sangat membutuhkan kehadiranmu saat ini untuk menenangkan hatinya. dan kau pun sangat merindukan dia. lekas pulanglah tem. lakukanlah segala cara untuk bisa cepat kembali'' gery menepuk pundak Temmy agar merasa tenang


Temmy akhirnya menghubungi Stella.


'' ada apa Temmy?''


'' temui aku di golden Cafe ''

__ADS_1


'' baiklah. sepertinya kamu sudah mulai berubah pikiran ''


'' tidak usah banyak bicara '' Temmy menutup ponselnya.


disebuah Cafe sederhana bergaya Eropa, Temmy duduk sendiri menunggu Stella. dalam waktu sekejap pikirannya melayang pada Aryan. seharusnya saat ini mereka sedang duduk berdua menikmati hidangan makan malam romantis. namun yang ditemui Temmy saat ini bukan istrinya.


'' hai tem'' seorang gadis cantik datang dan menyapa Temmy. gadis tersebut hendak mencium Temmy namun Temmy menolak.


'' duduklah ''


'' apa kamu sudah berubah pikiran ?''


'' iya saya ingin segera bertunangan dengan mu''


'' alasan apa yang membuat mu ingin segera melangsungkan pertunangan ini ?''


'' itu bukan urusan mu'' berbicara dengan menekankan beberapa kata


'' ayo lah tem. kita berdamai saja. kamu terima pertunangan ini. kita hidup bahagia bersama. terima aku menjadi istrimu ''


mendengar kata istri semakin membuat Temmy muak pada Stella. dia rasanya ingin sekali menyiram Stella dengan air putih dingin yang ada di hadapannya.


Stella mulai berbicara panjang pada Temmy.


'' bagaimana menurutmu ?''


suara Temmy membuyarkan lamunan Stella. ternyata yang Stella katakan tadi hanya ada dalam fikirannya, tidak benar-benar terucap. untung saja Temmy tidak sempat mendengarnya tadi.


'' baiklah Temmy aku tidak akan mencari tahu alasannya ''


''setelah ini cepat kamu urus semuanya ''


'' dengan senang hati '' Stella mengatakan sambil mengangkat gelas minumannya sedangkan Temmy pergi meninggalkan Stella begitu saja.


akan aku pastikan, bukan hanya pertunangan yang kamu inginkan tapi pernikahan yang akan kamu minta padaku tem.


Stella langsung menghubungi ayahnya untuk segera merencanakan pesta pertunangan. tuan Agam segera menghubungi Aqib perihal pertunangan Stella dan Temmy.


Tuan Agam menemui Aqib sesuai dengan permintaannya. dengan beberapa hal yang diajukan oleh kedua belah pihak akhirnya mereka menyepakati pesta dilakukan di Amerika. hanya mengundang beberapa kerabat terdekat. mereka merencanakan dengan sempurna. sedangkan Temmy lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menyendiri. berharap Aryan bisa menerimanya kembali setelah pertunangan yang tidak dia kehendaki.

__ADS_1


hari yang ditunggu itupun tiba. rombongan keluarga prof Yahya datang menggunakan pesawat pribadi. mereka akan tinggal beberapa hari di sana.


di Amerika Daniel sudah menyiapkan segala keperluan tuannya. dengan sangat detail sesuai dengan permintaan Stella. tanpa Stella ketahui itu semua hanya agar Temmy bisa cepat kembali pada Aryan.


kedua keluarga sudah hadir di hotel mewah. ruangan yang sudah didekorasi dengan begitu cantik penuh bunga segar. tertata dengan rapi meja dan kursi. ornamen penuh warna pastel di bingkai keemasan. menambah kesan kemegahan dari tiap sudut ruangan.


beberapa tamu undangan sudah hadir. kedua belah pihak keluarga juga telah berada di kursi depan.


'' dimana Temmy? acara harus sudah dimulai tapi belum ada ditempat. mau buat malu keluarga'' tuan besar prof Yahya berbisik pada Aqib.


'' mungkin sebentar lagi tuan ''


suasana sudah ramai. beberapa tamu undangan dan keluarga sudah menunggu kehadiran Temmy karena Stella sendiri sudah duduk dikursi istimewa. berdampingan dengan kursi untuk Temmy nantinya.


'' awas kamu tem, kalau sampai mempermalukanku. akan ku buat perhitungan '' gerutu Stella dalam hati.


beberapa dari kerabat sudah mulai berbisik. pembawa acara sudah mulai panik karena ini sudah lebih dari sejam acara belum juga bisa dimulai. semua sudah mulai ketar-ketir. tentu yang menjadi sasaran bagi kecemasan tuan besar adalah Daniel. dia lebih tahu dimana posisi tuannya saat ini.


'' dimana tuan muda Temmy? jangan sampai ada kesalahan'' Aqib mengancam Daniel disudut ruangan. Daniel sendiri dari tadi sudah berusaha menghubungi Temmy namun nomornya tidak aktif.


'' tuan muda Temmy dimana kamu berada saat ini ? bisa-bisa saya dipenggal sama Aqib.'' ucap Daniel berkali-kali.


setelah begitu lama menunggu akhirnya datang seorang pria mengenakan jas dan berjalan dengan percaya diri. langsung menuju kursi kosong disamping Stella.


'' Temmy dari mana saja kamu?'' tanya Stella sambil memelas


'' diam. bukan urusanmu'' bentak Temmy


Stella hanya bisa diam dan menundukkan kepala. Daniel melihat tuannya sudah diposisinya merasa lega. acarapun sudah bisa di mulai. tibalah saatnya Temmy mengenakan cincin di jari manis Stella begitupun sebaliknya.


ada beberapa wartawan yang mengabadikan momen tersebut. tentu ini merupakan permintaan dari Stella. dia ingin momen pertunangannya dengan Temmy bisa dimuat dalam berita nasional.


apa yang diinginkan Stella terjadi juga. pesta pertunangan mereka dimuat dalam berita nasional. hal tersebut tersebar di beberapa portal berita online.


*


*


*

__ADS_1


bersambung....


terima kasih sudah membaca.....


__ADS_2