Itik Incaran Para Serigala

Itik Incaran Para Serigala
* bab 31 untuk cinta kita


__ADS_3

temmy memang tidak sabaran jika urusan menunggu. temmy bergegas ke kamar tiba-tiba di suguhi pemandangan tak biasa. bagaimana tidak kaget, saat melihat istrinya sedang menggulung badannya dengan selimut di atas tempat tidur.


''kamu sudah mandi ?''


'' sudah ''


'' ngapain seperti itu? kamu mau menggoda ku sekarang? ''


'' tidak ''


'' terus kenapa kamu seperti itu ?''


'' Aryan lupa nggak bawa baju ganti ''


'' ya ampun ''


temmy mendekati Aryan.


'' baju kamu sudah saya siapkan. kamu bisa mengambilnya di lemari sebelah situ '' temmy dengan sabarnya menghadapi Aryan.


'' ya sudah sekarang mas keluar dulu. Aryan mau ganti baju ''


'' kenapa mas harus keluar ?''


'' ya kan Aryan malu mas ''


'' semua lekuk tubuhmu sudah pernah mas lihat. masa masih malu-malu ''


'' mas......'' Aryan sedikit merengek.


'' iya baiklah mas keluar. tapi jangan biarkan mas menunggu terlalu lama.''


'' iya mas ''


cup..... temmy mencium kening Aryan. dan segera keluar dari kamar tersebut. Aryan berjalan ke kamar ganti setelah memastikan temmy sudah benar-benar keluar.


didalam ruang itu berjejer lemari yang tinggi, seperti di butik. Aryan yang melihatnya langsung bengong dia bingung kenapa bisa ada banyak pakaian yang berjajar di dalamnya. dan lagi kenapa baju itu seukuran dengan badan aryan.


bagaimana temmy bisa menyiapkannya sedangkan dia setiap hari sibuk bekerja. masa ada villa yang fasilitasnya menyediakan baju-baju juga. Aryan berfikir sejenak, ada sesuatu yang ada pada diri temmy. Aryan sendiri belum tahu.


iya selama kenal dan sekarang menikah menjadi pasangan suami istri Aryan tidak pernah sekalipun dikenalkan dengan orang tua temmy. bahkan hanya melihat fotonya pun tidak pernah ditunjukkan.


ingin rasanya Aryan menanyakan langsung pada temmy. namun Aryan mengurungkan niatnya. bukankah temmy menganggap ini acara bulan madunya. jika menanyakan banyak hal takut akan merusak momen bahagia ini.


setelah dia selesai lalu turun ke bawah menemui temmy yang sudah duduk menunggunya untuk makan malam berdua.


saat Aryan turun dia sudah disambut oleh temmy dan dua orang yang berdiri di belakang.


'' selamat malam nona. ''


'' iya selamat malam. sambil tersenyum ''


'' mereka siapa sayang?''


''mereka bu nur dan pak Untung. mereka adalah penjaga di villa ini. dan yang akan melayani kita selama di villa ''


''oh selamat malam Bu nur selamat malam dan pak Untung ''


''ini yang menyiapkan makan malam pasti mereka yah? ''

__ADS_1


''iya... kamu tidak usah sungkan sama mereka''


''selamat menikmati tuan muda dan nona'' ucap Bu nur dan pak Untung berbarengan.


makan malam yang disajikan sangat menggugah selera terlebih lagi karena memang mereka sudah lapar. iya mereka makan hanya sarapan pagi saja dan baru makan malam.


Aryan makan dengan lahapnya temmy yang melihat itu sangat menggemaskan.


berbagai menu dihidangkan dengan sangat memuaskan.


setelah acara makan malam berdua selesai, temmy menggandeng Aryan berjalan menyusuri jalanan setapak yang ada di taman kecil.


'' mas duduk disitu yuk '' Aryan menunjuk sebuah tempat duduk ayunan kayu yang cukup untuk dua orang.


mereka duduk berdampingan. temmy melingkarkan tangan kirinya di pinggang aryan.


Aryan menyandarkan kepalanya di pundak temmy. mereka sangat dekat tak berjarak.


'' udaranya dingin ya mas ''


'' iya... sesuai seperti yang diinginkan ''


'' ih mas temmy apa sih...'' Aryan menunjukan wajah malu-malu mengarah ke dada temmy.


temmy jadi gemas sendiri dengan istrinya.


'' Aryan mas mau bicara serius boleh? '' temmy memegang telapak tangan Aryan dan menyatukan keduanya.


''tentang apa mas?'' Aryan menatap lekat mata suaminya. mata mereka tertuju satu sama lain.


''tentang rumah tangga kita'' temmy mengucapkan kata tersebut dengan menundukkan kepalanya. sepertinya kata-kata yang akan keluar sangatlah berat untuk diucapkan.


''maafkan mas yang belum bisa mengenalkan mu pada orang tua mas. jujur saja mas sebenarnya ingin. tapi waktunya belum tepat. nanti suatu saat mas pasti akan mengenalkan mu pada mereka.''


''ingatlah satu hal istriku, bahwa mas sangat mencintai kamu. walaupun pernikahan kita dadakan tapi dari awal mas sudah menginginkanmu yakinlah itu.''


''mas ingin segera meresmikan pernikahan kita. mas ingin punya anak darimu. mas ingin kamu yang jadi ibu dari keturunanku.''


Aryan sangat terharu dengan ucapan temmy. dia juga sangat menginginkan hal itu. namun untuk kali ini Aryan masih mau bersabar dan menunggu waktu yang tepat.


''saya akan menunggu waktu itu mas. bukan untukku atau untukmu tapi untuk kita. untuk cinta kita.''


temmy mengecup kening Aryan. tak terasa melelehkan butiran kristal di sudut mata Aryan.


perjuangan untuk menyatukan cinta mereka masih panjang. jalan terjal yang mereka lalui masih luas terbentang. entah takdir tuhan seperti apa yang akan mereka terima.


sejenak suasana menjadi hening, Aryan masih berada dalam pelukan temmy.


''villa nya bagus ya mas....''


''kamu bisa kesini kapanpun kamu mau.''


''eh emangnya saya punya uang segitu banyaknya apa? sampai-sampai bisa kesini kapanpun saya mau.''


''ini villa milik orang tua mas''


''apa...'' Aryan kaget.


'' apa tidak salah dengar tadi. mas temmy mengucapkan ini villa milik orang tuanya.'' ucap Aryan dalam hati

__ADS_1


''iya kamu tidak salah dengar. ini villa milik orang tuaku.''


''mas jangan bercanda''


''ngga sayang.... makanya sebelum mas memperkenalkan mu pada orang tua mas, mas ingin kamu menyiapkan hati dulu. supaya ngga kaget seperti ini.''


''apa ....''


Aryan diam tidak bisa berpikir apapun. suami seperti apa temmy ini, yang dia kenal sebagai supir pribadi, ternyata adalah anak dari pemilik villa mewah yang harganya pasti sangat mahal sekali.


''udah ah... jangan banyak bengong.'' temmy mencubit pipi Aryan.


'' ih mas temmy...'' rengek Aryan sambil melingkarkan tangannya pada leher temmy.


''kamu cantik sekali malam ini.''


''oh yah ?''


'' kamu sedang mencoba merayuku ya'' temmy mendekatkan wajahnya pada wajah Aryan


''kalau iya kenapa ?'' suara Aryan sangat menggoda


''sudah berani menghadapi suami mu yang buas ini ?'' temmy mendekatkan bibirnya pada bibir Aryan. meraihnya lalu menautkan keduanya. kini Aryan bisa sedikit mengimbangi permainan suaminya. lidah temmy menjelajah permukaan mulut Aryan. cukup lama mereka beradu lidah.


setelah beberapa saat temmy melepaskan tautannya. kini dia beralih mengecup dagu dan turun di leher Aryan memberikan kecupan yang dalam sehingga meninggalkan tanda merah di sana.


ah ....


Aryan mendesah dan segera melepaskan temmy.


''jangan mas''


Aryan takut jika suaminya akan bertindak berlebihan. dari mulai mengelus, membelai, mencium, mengecup dengan kuat hingga meninggalkan tanda merah di lehernya. dia khawatir temmy akan melakukan hal lebih jika ini dibiarkan. maka Aryan menghentikan.


'' kita masuk saja Yuh mas. diluar dingin''


''baiklah''


temmy berdiri dan seketika menggendong Aryan ala bridal. masuk keruang tengah villa lalu naik ke lantai dua melewati tangga. dan masuk ke kamarnya.


saat melewati ruangan tadi Aryan tidak melihat Bu nur ataupun pak untung.


'' ko sepi mas? Bu nur dan pak Untung dimana ?''


'' mereka kembali ke rumah belakang ''


'' kenapa nggak tinggal di sini saja ?''


'' takut akan mengganggu kita mungkin '' temmy meletakkan Aryan dengan pelan di ranjang kamar


*


*


*


bersambung....


terimakasih sudah membaca....

__ADS_1


__ADS_2