Itik Incaran Para Serigala

Itik Incaran Para Serigala
*bab 59 hotel


__ADS_3

sore ini Aryan sudah ada janji dengan dokter kandungannya. sehingga Aryan tanpa mengantre bisa langsung bertemu dokter pribadi. Aryan masuk dengan didampingi Temmy. pria ini begitu antusias saat menemani sang istri.


bu dokter juga bahagia tahu Aryan datang didampingi suami. hal ini menunjukan kepedulian dan dukungan terhadap ibu hamil. sangat bagus bagi Aryan dan janinnya yang memang kondisinya dalam beberapa minggu ini sangat butuh perhatian.


dokter sempat tidak menyangka bahwa suami Aryan adalah Temmy, namun setelah dijelaskan baru mengerti serta memahami kondisinya. namun dokter tidak ingin ikut campur terhadap prahara cinta yang mereka hadapi.


Seperti biasa pemeriksaan selalu dilakukan melalui ultra sonografi. hal inilah yang Aryan tunggu - tunggu bisa melihat gerakan buah hati dalam perutnya


'' lihatlah nona bayimu bergerak sangat aktif kali ini. sepertinya dia tahu kalau ibunya sedang bahagia.'' ucapan dokter membuat Aryan tersipu malu


Temmy terharu saat melihat ke layar monitor dengan gambar siluet tiga dimensi seorang bayi kecil dalam perut Aryan. dia masih belum percaya akan menjadi seorang ayah. dengan pelan dia mengusap pangkal kepala Aryan.


'' terima kasih sayang '' mengucapkan dan mengecup kening Aryan


gadis itu membalas dengan senyum tulusnya.


pemeriksaan sudah selesai, Temmy membawa Aryan pulang ke villa. dimobil mereka banyak berbicara. Aryan banyak bercerita seputar kehamilannya yang tentunya membuat Temmy sangat antusias. banyak yang Temmy tanyakan pada Aryan. sesekali Temmy mengusap kepala dan mencium tangan Aryan.


'' maafkan mas sayang. ternyata banyak hal yang kamu lewati sendirian. kamu istriku yang sangat kuat'' batin Temmy terenyuh.


saat dijalan Aryan melihat gerobak somay yang sedang berhenti di bawah pohon. dia sebenarnya ingin sekali makan somay, namun selalu dia tahan.


'' mas tolong berhenti sebentar '' Temmy menghentikan laju mobilnya


'' ada apa sayang ?''


''jangan panggil aku seperti itu. aku malu.'' Aryan segera membuka pintu mobil dan keluar.


''kamu mau kemana sayang ?'' Temmy segera turun menyusul Aryan


Aryan menghampiri gerobak siomay. pedagang siomay duduk disebelah gerobak menunggu pelanggan.


'' pak pesen siomay'' Aryan berkata dengan pelan sehingga membangunkan penjual


'' baik nona saya siapkan'' dengan cekatan penjual meracik komposisi siomay serta melengkapi bumbunya.


'' kamu suka siomay?''


'' nggak, cuma lagi pengen ajah'' menjawab tanpa menoleh ke sumber suara serta sambil mengusap perutnya


'' hari ini kamu ingin apa lagi? mas akan penuhi semua nyidammu''

__ADS_1


Aryan tersenyum bahagia mendengar ucapan Temmy.


'' beneran mas?''


Temmy menjawab dengan menganggukkan kepala. senyum Aryan semakin terkembang. Temmy melihat Aryan semakin imut walaupun sedang hamil.


''apapun yang kamu inginkan akan aku penuhi Aryan, semoga ini bisa membuatmu bahagia walaupun hanya sebagai penggantiku yang telah lalu'' ucap Temmy dalam hati


mobil melaju ke jalanan kota. Aryan sempat tertidur beberapa menit. mungkin karena dia kelelahan habis nangis. jadi saat ini dia butuh istirahat.


Temmy ternyata membawa Aryan ke sebuah hotel. dia ingin Aryan merasakan ketenangan. Temmy ingin Aryan merasakan cintanya kembali.


Temmy menghubungi pihak hotel untuk menginap di kamar luxury room. setelah transaksi lewat daring selesai Temmy segera mengarahkan mobilnya kesana. Hotel Golden Grand menjadi pilihan Temmy.


'' kita dimana ?'' Aryan bangun dari tidurnya


'' di hotel sayang''


'' kenapa kamu bawa aku kesini?''


'' mas cuma ingin kamu menenangkan pikiran'' saat ini Temmy berbaring disamping Aryan


Temmy bangun dari duduknya dan memberikan segelas air putih dan obatnya Aryan.


Aryan menerima gelas minum dan segera meminum obatnya.


'' aku ingin makan bubur kacang hijau'' Aryan mengucapkan dengan sangat lirih. Temmy mungkin tak mendengar


''kamu ingin makan apa? mas tidak mendengar'' Temmy mendekatkan wajahnya pada Aryan, mereka berbagi udara. Aryan menundukan wajahnya.


'' ingin makan bubur kacang hijau''


malam-malam begini dimana ada bubur kacang hijau. ini hampir tengah malam, kenapa Aryan tidak menginginkannya dipagi hari. itu lebih mudah mencarinya. tapi karena sedang nyidam maka harus dipenuhi


'' baiklah kamu disini saja. mas akan carikan bubur kacang hijau untuk kamu ya sayang'' sambil mengusap perut buncit Aryan


'' aku ikut''


'' baiklah. ayo..''


mereka keluar kamar dan di area lobby hotel ada seseorang yang telah mengenal mereka berdua. dia adalah Yara kakak kandung Stella.

__ADS_1


Yara terkejut saat melihat Aryan bersama dengan Temmy. dia mengira bahwa yang dilihatnya itu salah. namun saat didekati ternyata benar. Yara penasaran, lalu berniat untuk menyapa mereka.


saat Yara mendekat, Aryan dan Temmy sudah jalan keluar hotel.


''bagaimana bisa mereka ada di sini malam-malam begini. apa Stella sudah tahu Temmy ada di hotel sekarang. ah sudahlah Aryan kan menikah dengan supir keluarga Temmy. mungkin saja saat ini suami Aryan memang berada disini ''


Yara menjawab pertanyaannya sendiri. dia merasa itu tidak penting untuk mengetahui tentang Temmy sebenarnya karena sesungguhnya yang terpenting itu Temmy sudah mau bertunangan dengan Stella.


Temmy menyusuri sepanjang jalan disekitar hotel hanya untuk mencari semangkuk bubur kacang hijau. matanya dipasang dengan jeli agar tak terlewatkan satu tokopun.


akhirnya dalam waktu satu jam mereka menemukan penjual bubur kacang hijau. tempat itu hampir ditutup karena sudah malam. Temmy bergegas jalan cepat.


setelah mendapatkan semangkuk bubur mereka kembali ke hotel. saat diparkiran mobil


''terimakasih mas Temmy''


''terima kasih untuk apa ?''


''untuk semangkuk bubur yang sudah kamu carikan''


''ini sudah menjadi kewajiban mas sayang. mas seneng bisa memenuhi nyidammu ini. nanti kalau kamu ingin yang lain bilang saja sama mas. nggak usah ragu. mas pasti akan memenuhi.''


Temmy menggenggam tangan Aryan menuju kamar hotel. setelah mereka selesai membersihkan diri, Aryan duduk di ujung tempat tidur. dia menunduk seperti ingin mengatakan sesuatu.


'' kamu ingin apa lagi sayang ?''


''saya ingin dipijit punggungnya sebelum tidur ''


iya semenjak Aryan hamil dia kerap kali merasakan pegal dibagian punggung hingga pinggang. ingin rasanya ada yang memijit punggungnya hingga dia bisa tertidur lelap. Aryan sendiri tidak pernah mengatakan keluhan ini pada orang lain. sekalipun pada dokter kandungannya. baru kali ini dia meminta pada Temmy.


Aryan berjalan menuju sebuah sofa panjang sambil membawa bantal dan selimut.


'' kamu mau kemana sayang ?''


Temmy heran melihat istrinya yang hendak tidur tapi berjalan mendekati sofa


*


*


*

__ADS_1


terima kasih sudah membaca....


jangan lupa komentar nya....


__ADS_2