
suasana di ruang tunggu dirasa temmy tak seperti biasanya. sembari menunggu pesawat temmy mengirim pesan pada Aryan
'' sedang apa sayang ?'' beberapa menit kemudian ada balasan dari Aryan
'' mas temmy..... saya nunggu kabar dari mas''
'' ngga usah ditungguin. mas yang akan menghubungi ''
'' mas temmy sudah ada dimana ?''
'' mas masih di bandara. mungkin sebentar lagi pesawatnya berangkat ''
'' kangen mas''
'' belum juga berangkat jauh sudah bilang kangen ''
'' sudah terbiasa selalu ada kamu disisiku mas temmy ''
'' sama mas juga ''
''mas masih mau dengerin ocehanku?''
'' tentu saja sayang. oh iya apa Gery menghubungi mu?''
'' iya mas''
'' cepat sekali dia mengurusinya ''
'' iya mas Gery bilang besok saya sudah bisa kerja. terus dia juga bilang kalau mulai besok ada yang mau antar jemput saya '''
''baguslah. ada gunanya juga''
'' berarti besok saya tinggal di villa.''
'' iya nggak pa pa''
'' sendirian mas''
'' ajak ibu dan Naura''
'' kalau mereka tidak mau? Naura kan masih sekolah''
'' tidak apa-apa. kan di villa masih ada Bu nur dan pak Untung. mereka orang baik. mas yakin mereka akan membantumu''
'' baiklah mas''
'' ingat kan dengan perjanjian kita. kamu boleh bekerja di tempat Gery asalkan kamu tetap tinggal di villa ''
'' iya mas saya ingat ''
'' mas berangkat dulu sayang.''
'' kalau sudah sampai segera kasih kabar ke saya ''
lalu temmy terakhir mengirimkan pesan dengan emoticon gambar hati.
Aryan menerima pesan tersebut lalu saat dia akan membalasnya ternyata ponsel temmy sudah tidak aktif.
huft....'' berhati-hatilah di sana sayang. ku akan selalu merindukanmu''
Aryan mendekapkan ponselnya didada merasai sebuah pelukan hangat dari suaminya.
__ADS_1
semoga kamu bisa menjaga cinta kita......
*******
di tempat lain saat ibu Mira sedang belanja di pasar dia berpapasan dengan seorang ibu yang seumuran dengannya.
''maaf. apa anda ibu Mira? ibunya Aryan ''
'' iya benar. Anda ini siapa ya?''
'' saya Nina ibunya Husny ''
'' oh iya nak Husny. ''
'' bisa kita bicara sebentar ?''
'' bisa ''
'' mari ikut saya, tidak nyaman jika kita ngobrol di sini''
Bu Nina mengajak Bu Mira ke sebuah taman. mereka duduk berdampingan.
''bagaimana kabarnya Husny sekarang? apa dia sudah sembuh?'' ibu Mira membuka percakapan
'' iya kondisinya sekarang lebih baik dari sebelumnya. tetapi ada sesuatu yang mengganjal di hati saya. dia setiap hari selalu cerita tentang Aryan. seringkali mengigau bahkan terkadang berbicara sendiri, seolah-olah aryan ada di hadapannya. dia selalu berangan-angan untuk dapat hidup bersama Aryan. terkadang dia menangis sendiri. saya takut ini akan mempengaruhi psikologisnya. kondisinya bisa semakin parah.''
'' maksud anda ?''
'' iya Husny menyukai Aryan. tolonglah Bu. kita sama-sama orang tua. anda pasti bisa merasakan apa yang saya rasakan. kasian dia. saya ingin menjodohkan Husny dengan Aryan. jika ibu setuju kami sekeluarga akan segera datang melamar Aryan ''
'' apa? anda bicara apa ? tidak semudah itu untuk menjodohkan putra putri kita. Husny anak baik, saya yakin dia pasti akan mendapatkan jodoh yang baik pula''
'' Aryan anak baik, mereka pasti berjodoh. apa kebaikan Husny di mata Aryan tidak ada artinya?''
'' kenapa bu? bukankah dia masih sendiri ?''
'' Aryan sudah menikah dengan seseorang.''
'' dengan siapa ?''
'' pria itu bernama temmy ''
''kapan itu ?''
'' beberapa bulan yang lalu, bahkan sebelum Husny kecelakaan ''
'' terlambat!! '' ibu Nina mendengus kesal.
'' saya minta maaf karena tidak bisa menerima Husny sebagai menantu. saya doakan semoga dia segera mendapat jodoh yang baik pula. saya permisi bu''
ibu Mira pergi meninggalkan ibu Nina yang masih duduk di kursi taman.
percakapan singkat itu selalu diingat oleh ibu Mira. dia merasa sedikit bersalah karena mendengar kondisi Husny yang semakin parah psikologisnya.
semenjak menikah Husny pernah datang sekali tapi tidak bertemu langsung dengan Aryan.
setelah selesai belanja ibu Mira pulang ke rumah. dia mendapati Aryan sedang membereskan sesuatu. ibu Mira menatap anaknya.
''ibu tidak akan memberitahu hal ini padamu nak '' gumamnya dalam hati
malam telah menjelang. di ruang keluarga ada ibu dan Naura. aryan keluar kamar menghampiri mereka.
__ADS_1
'' Bu aryan mau bicara ''
'' iya ada apa nak ?''
'' besok Aryan sudah mulai bekerja ''
'' kerja di mana ?''
'' di sebuah tempat wisata agrobisnis taman buah ''
''oh yang tempatnya dekat sama tempat kak Aryan bulan madu kemarin sama kak temmy '' tiba-tiba Naura memutus pembicaraan, mengingatkan kata bulan madu membuat Aryan tersipu malu.
''iya betul kamu''
''tapi tempatnya lumayan jauh dari sini nak. nanti kamu kecapean di jalan jika harus bolak-balik ''
''itu dia Bu. ibu tahu tidak? kemarin kita menginap di villa dan ternyata villa itu milik keluarga mas temmy.''
''yang benar kak?''
''ish .... iya bener. taman buah itu juga milik kakaknya mas temmy.''
'' apa? ''
'' iya Bu. mas temmy tidak bohong.''
''wah asik kak. ternyata selain ganteng mas temmy juga anak orang kaya.''
'' hust... bicara apa kamu.'' ibu mencubit Naura
'' kalau dia anak orang kaya kenapa dia kerja jadi supir kak?''
'' kakak tidak tahu. karena kakak juga masih ragu.'' wajah Aryan berubah sedih
''ibu mau kan temani Aryan tinggal di villa?''
''nanti saya gimana?'' Naura memasang wajah murung
'' tuh kamu sudah tahu jawabannya Aryan'' ibu mengusap lembut kepala anak sulungnya
''ini sudah malam. ibu mau tidur dulu'' ibu Mira masuk ke dalam kamarnya meninggalkan kedua putrinya
sebelum masuk ibu menoleh memandang wajah Aryan. tersirat dibenaknya tentang kebahagiaan putri sulungnya. hidup bersuami yang namun belum sah secara hukum. harus berpisah dengan suami karena pekerjaan. terlebih lagi tidak mengenal sosok suaminya. bagaimana latar belakangnya, siapa keluarganya, itu saja masih rahasia.
apakah ada sesuatu yang disembunyikan menantunya itu ataupun memang temmy hanya berniat menikahi Aryan untuk menolongnya sehingga sekarang dia meninggalkan Aryan dengan alasan kerja.
dilain sisi ada seseorang yang sudah lama mencintai Aryan. seseorang yang baik serta dekat dengan aryan. kedua orang tuanya pun berharap Aryan bisa menjadi menantunya. dia lebih jelas asal-usulnya.
tetapi semuanya sudah terjadi. takdir mengharuskan Aryan menjalani hidup seperti ini.
drt..... drt...... ponsel Aryan berdering. ketika dilihat, aryan kaget sendiri. kenapa dimalam-malam seperti ini menelpon aryan.
*
*
*
bersambung....
terimakasih sudah membaca.....
__ADS_1
jangan lupa komentarnya yah besti....