
hatinya berdebar saat berada di samping Aryan, gadis mungil yang baru saja dikenalnya.
baru saja temmy mau mengikuti Aryan, dirinya dikejutkan dengan suara handphone yang berdering. pas di lihat ternyata dari ibu
'' iya mam, ada apa ?'' tanya temmy
'' ini Stella katanya mau pulang. kamu antar dia dong.... kasian kan... masa harus pulang sendiri.... '' ucap ibunya temmy
'' ada Aqib nanti yang akan mengantarkan'' jawab temmy datar
'' jangan seperti itu dong. bagaimanapun juga dia kan pulang bersama kamu. bagaimana nanti perasaan orang tuanya ? ''
'' mam dari awal kan temmy sudah cerita. dia pulang sendiri '' temmy berkilah
'' pokoknya kamu pulang sekarang '' tegas ibunya
karena temmy tidak mau membuat ibunya kecewa akhirnya dia mengikuti kemauan ibunya tersebut.
sedangkan seorang wanita yang sedang berada di sebelah ibunya temmy saat ini merasa senang. akhirnya temmy mau menemani Stella pulang ke Jogja
''ternyata temmy sangat penurut pada ibunya. ini bisa aku gunakan sebagai senjata '' ucap Stella dalam hati.
*
temmy menutup telfonnya dan berjalan malas keruang prof Yahya. di depan pintu ada Aqib.
'' pak tadi ibu besar telfon. bahwa anda harus pulang saat ini untuk mengantar mba Stella pulang.'' ucap Aqib
'' kamu saja mas Aqib. saya sedang malas pergi.'' ucap temmy
'' tapi ibu besar meminta anda pak , sebaiknya anda pulang sekarang '' ujar Aqib
temmy menghembuskan nafas dengan berat. karena sangat malas. tapi karena permintaan ibunya, dia pasti mengabulkannya.
kini temmy pulang bersama Aqib. sesampainya di rumah temmy masuk keruang keluarga. di sana ada Stella yang sudah bersiap siap untuk pulang. ada kopernya dan tas kecil yang di selempang pada bahunya.
'' temmy kamu mandi dulu sana. dari siang kamu pasti belum makan juga kan '' ucap ibu besar.
'' Stella tolong kamu temani temmy makan yah nak... karena dari tadi pagi juga kamu belum makan '' pinta ibu besar pada Stella
'' iya baik Tante '' Jawab Stella.
yang tentunya sangat di iyakan oleh Stella. hal itu jadi kesempatan buat Stella supaya bisa berdekatan dengan temmy.
Haytammy langsung masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri dan bersiap siap untuk mengantar Stella pulang ke Jogja.
****
saat Aryan keluar kelas dengan Dyah menuju ke kantin ada perasaan aneh. ada sesuatu yang berbeda dalam hatinya. dia merasa ingin bertemu dengan temmy lagi.
'' hei... ngelamun kamu yah? '' tanya Husny yang membuyarkan lamunannya
kini mereka sudah berada di kantin. Aryan kaget dan tersenyum sendiri.
__ADS_1
'' manis banget kalau lagi tersenyum. tetaplah seperti itu, '' gumam Husny dalam hati
Dyah datang ke meja mereka dengan membawa beberapa makanan.
'' ini siomay kamu '' sambil meletakkan makanan itu depan Aryan.
'' terimakasih sobat, kamu baik banget.... '' kata Aryan sambil mencubit kecil pipi Dyah
'' pasti ada maunya tuh anak '' ketus Husny
lalu Dyah tertawa kecil....
'' iya Aryan nanti tolong makalah tugasku di edit kan yah.... '' berbicara menghadap Aryan dengan wajah memelas dan menangkupkan kedua tangannya.
'' tuh kan... '' kata Husny
'' iy deh..... tapi nanti aku pinjam leptop kamu lagi yah....buat bikin proposal skripsi '' pinta Aryan.
Aryan memang tidak punya leptop. selama ini dia mengerjakan tugas kuliah selalu meminjam leptop milik temannya.
'' kamu pakai punya ku saja. leptop ku lagi nggak dipakai ko '' ujar Husny
'' terimakasih Husny tapi nggak usah. aku pakai punya Dyah saja. lagi pula file tugas ku banyak di simpan di leptopnya Dyah '' jawab Aryan sambil tersenyum.,....
saat Aryan memakan siomay, baru melahap dua sendok tiba - tiba Husny ingin disuapi oleh Aryan
'' sepertinya siomay ini enak. suapin aku'' pinta Husny sambil membuka mulutnya
A A A.... Husny membuka mulutnya dan Aryan menyuapinya
'' eh dimana anak anak yang lain ?'' tanya Aryan
'' lagi latihan, katanya mereka mau ada job d cafe lekoran dekat alun-alun '' jawab Husny
'' kamu nggak ikut hus ? '' tanya Dyah
'' nggak.... aku kan lagi di sini. temenin kalian '' jawab Husny
setelah hari menjelang gelap mereka pulang ke rumah masing-masing. seperti biasa kali ini Aryan pulang di antar Husny.
selama di perjalanan Husny sering menggenggam tangan Aryan yang berpegangan pada pinggang Husny.
biasanya Aryan lebih banyak berbicara tapi entah kenapa kali ini Aryan banyak diamnya.
'' ko diem saja, biasanya ngomong terus... '' tanya Husny yang sambil mengendarai motornya.
'' kan kamu lagi bawa motor, penumpang dilarang ngobrol kan....'' jawab Aryan sambil cekikikan. Husny yang mendengar itu hanya tersenyum.
setelah beberapa saat mereka akhirnya sampai di rumah Aryan. rumah sederhana yang bercat putih. rumah tersebut memang kecil namun karena tertata jadi tidak terlihat sempit. ruang depan dari rumah tersebut separuhnya digunakan sebagai tempat menjahit ibunya Aryan.
'' sini masuk dulu nak Husny '' sapa ibunya Aryan yang berdiri di depan pintu.
'' terimakasih Bu. lain kali saja '' jawab Husny.
__ADS_1
Husny langsung pamit pulang dia menuju studio musik tempat teman-temannya latihan.
Aryan masuk ke dalam rumah bersama ibunya. Aryan tinggal bersama ibu dan adik perempuannya. ayahnya meninggalkan mereka sejak Aryan berumur sepuluh tahun karena penyakit kanker. ayah Aryan seorang perokok berat.
" dimana Naura Bu? " tanya Aryan saat dia tidak melihat adiknya di rumah
" Naura ada di sekolah, katanya ada acara. makanya setelah pulang dia pergi lagi tadi sore. " jawab ibunya
" jangan keseringan dibolehin Bu. ngga baik anak perempuan" ucap Aryan
" kamu nggak lupa kan dengan pesanan ibu ?" tanya ibu
" ngga bu. ni saya bawa " sambil mengeluarkan beberapa barang dari tasnya.
" tadi Aryan mampir dulu ke toko langganan ibu sebelum ke kampus" kata Aryan
setelah ngobrol dengan ibu, Aryan beranjak bangun dari kursinya. lalu menuju ke kamarnya. direbahkan tubuhnya di atas ranjang sambil matanya memandang langit-langit kamarnya.
'' mas temmy...... sedang apa yah..... '' tanya Aryan dalam hati
****
'' Aryan..... '' lirih temmy menyebutnya
'' siapa pak? Aryan?? '' tanya Aqib
'' eh nggak mas Aqib...'' suara Aqib membuyarkan lamunan temmy
kini mereka berada di teras rumah, bersiap untuk berangkat mengantar Stella.
Stella yang berada di samping temmy bertanya dalam hati. '' siapa Aryan? di Amerika tidak ada gadis yang bernama Aryan. '' gumam Stella dalam hati.
'' Stella pulang dulu ya Tante...'' pamit Stella sambil mencium pipi ibu Widyawati
'' antar Stella sampai ke rumahnya. dan jaga dia baik-baik '' pinta ibu widya pada temmy
begitu mereka hendak membuka pintu mobil, sebuah mobil masuk ke halaman depan rumah. pak prof Yahya baru saja datang. di dampingi Deri asisten yang menggantikan Aqib. saat Aqib tidak bisa mendampingi.
Stella langsung menghampiri pak prof sebelum masuk ke dalam rumah.
'' Stella pulang dulu om '' pamit Stella pada prof Yahya
prof Yahya hanya menganggukan kepalanya. dan beliau segera masuk kedalam rumah di dampingi istrinya ibu Widyawati.
*
*
*
bersambung....
terima kasih sudah membaca
__ADS_1
jangan lupa komentarnya yah besti....