Itik Incaran Para Serigala

Itik Incaran Para Serigala
* bab 30 villa


__ADS_3

siang itu mentari begitu teriknya menyinari bumi. cahayanya terpendar keseluruh lapisan. begitu terasa hingga ke kulit.


namun berbeda dengan yang dirasakan oleh dua insan yang sedang mereguk manisnya rumah tangga. sepanjang perjalanan Aryan dan temmy begitu menikmati pemandangan disisi kanan dan kirinya berjejer pohon Pinus. udara di luarpun terasa sejuk walaupun ini sudah siang hari.


perjalanan yang biasanya dirasa membosankan namun kali ini sungguh berkesan bagi Aryan. Hingga mereka asik mengobrol membicarakan tentang banyak hal.


''kamu tidur saja sayang. kamu pasti masih lelah kan?''


''ih.... apa sih mas temmy...''


''kan kamu semalam habis bertarung...''


''iya bertarung menaklukkan hewan buas ''


Aryan tertawa kecil


'' masih sakit ya sayang ?'' sambil mengusap kepala Aryan


''Iyah...'' Aryan mengangguk


'' maaf sayang.... tapi nanti lama-lama ngga sakit ko. karena belum terbiasa saja.''


'' iya mas...'' suara Aryan pelan


'' belum terbiasa dengan barang baru'' temmy tertawa saat mengucapkannya


'' ih apaan sih mas. jangan ngomongin gitu dong. Aryan jadi malu. mas mesum.....'' Aryan merayu


'' iya sayang.... ''


gemes banget sama istriku ini. temmy merasa sangat bahagia berada di samping Aryan saat ini.


mobil telah tiba di sebuah villa mewah. mobilnya melewati gerbang yang tinggi. niat hati ingin menggandeng Aryan namun ternyata dia tertidur di mobil.


''bilangnya ngga ngantuk. tapi ternyata sudah terlelap.'' temmy mencubit hidung Aryan. gadis itu Sama sekali tidak bergerak.


karena temmy tidak mau membangunkan istrinya dia menggendong Aryan masuk ke dalam villa. dia menggendong ala bridal, sungguh romantis....


ups ternyata temmy tidak melakukan itu. temmy menggendong istrinya di punggung. kurang romantis sih. lagian untuk apa adegan romantis. toh Aryan tidak melihatnya. mau romantis atau tidak dia hanya tertidur. sampai temmy membaringkan tubuhnya di sebuah kamar utama villa tersebut.


temmy dibantu oleh penjaga kebunnya yang bernama pak untung dan istrinya ibu nur. mereka sudah bekerja begitu lama pada keluarga prof Yahya sejak kakeknya temmy masih hidup. itu juga menyambung dari orang tua pak untung.


mereka keluarga yang setia pada majikannya. bekerja dengan hati. itu prinsipnya.


saat tiba di villa pak untung sedikit terperangah melihat tuan mudanya datang dengan seorang wanita yang digendong pula.

__ADS_1


pak untung malah mengira wanita yang digendong itu mungkin pacar tuan muda. pak untung dan istrinya masih belum percaya kalau yang datang saat ini memang tuan muda temmy.


maklum saja temmy tidak pernah datang ke villa. dia pernah berkunjung dulu waktu temmy masih remaja. itupun karena ada perayaan hari besar jadi sekeluarga diajak berlibur ke villa pribadi milik prof Yahya.


temmy keluar dari kamar utama. lalu menemui ibu nur dan pak untung di dapur.


'' selamat siang tuan muda ''


'' tolong kalian persiapkan makan malamnya nanti. ''


'' baik tuan ''


'' oh iya yang didalam tadi, wanita yang saya bawa itu adalah istri saya. layani dia dengan baik. ''


''iya tuan''


'' dan satu lagi. saya tidak ingin hal ini diketahui oleh Aqib. cukup kalian saja yang mengetahui hal ini. ''


setelah mengucapkan itu temmy berlalu meninggalkan dua orang yang sedang mematung karena mendengar pengakuan dari majikannya barusan.


'' sudahlah yang penting kita bekerja dengan baik. itu semua urusannya mereka. tuan muda dan nona muda. ''


iya, panggilan itu pantas disematkan pada Aryan karena dia adalah istri tuan muda temmy. sehingga dia patut dipanggil sebagai nona muda.


Bu nur mulai memasak dan menghidangkan aneka makanan kesukaan tuan temmy. Bu nur tahu selera tuannya tersebut. sehingga dia tidak pusing untuk memilih menu yang cocok untuk dihidangkan. dan semoga saja nona mudanya juga menyukainya.


orang yang dibicarakan masih tertidur. setelah temmy selesai membersihkan badannya dia menggoda istrinya yang masih memejamkan mata.


'' ah.... mas temmy.... lagi enak tidur diganggu...'' rengek Aryan tapi tangannya kini malah sedang memeluk erat suaminya. antara perkataan dan tangannya malah berbeda. tak sejalan. mulutnya menolak, tapi tangannya malah meraih


'' kamu ngga lapar? '' dengan pinggang masih dipeluk Aryan sambil duduk disampingnya.


'' iya lapar. '' Aryan mengucapkan masih dengan memejamkan matanya. sepertinya dia tidak rela untuk meninggalkan tempat tidur yang empuk ini.


saat matanya terbuka, Aryan terbelalak.


''kita lagi dimana mas?''


''di villa''


'' oh..... luas banget. pasti mahal yah harga sewanya. mas kenapa sih harus pilih villa yang mewah kaya gini? kita kan bisa menyewa villa yang biasa mas.''


''kamu tinggal menikmatinya saja tidak usah memikirkan harganya ''


''iya tapi kan tabungan mas terkuras hanya untuk membayar sewa villa mewah ini ''

__ADS_1


temmy yang mendengarnya malah tertawa....


'' mas tunggu kamu di bawah. kalau kamu sudah siap keluarlah. nanti kita makan malam berdua. ''


'' mas ingin kamu makan yang banyak supaya kamu ada tenaga sebelum kamu yang mas makan ''


glek.....


tiba-tiba saja Aryan merasa sulit menelan sesuatu walaupun hanya air liur.


Aryan segera beringsut lari menuju kamar mandi.....


''kamarnya salah. sebelah situ ...''. temmy menunjuk dengan jarinya.


'' apa tadi mas bilang mau memakanku? ah..... sudah benar-benar seperti hewan buas. tidak lihat apa gara-gara tadi malam badanku pada merah-merah begini. seperti habis dikerok saja ''


Aryan sambil di depan kaca melihat pantulan gambarnya. terlihat jelas beberapa tanda merah. dileher, punggung dan dada seperti lukisan di kanvas. jari Aryan seperti sedang menghitung jumlah tanda merah di tubuhnya.


selain itu dibawah sana juga masih terasa perih. membayangkan benda asing yang masuk ke dalam lubang miliknya. seperti masih mengganjal sampai sekarang.


''ahh.... tapi demi mas temmy apapun akan kuberikan. karena saya sudah jadi miliknya. sebagai tanda baktiku pada suami.''


kini Aryan segera mandi membersihkan badannya. agar terlihat segar di mata suami. hal itu membuat Aryan percaya diri saat akan melayani suaminya di tempat tidur.


setelah selesai Aryan baru keluar menggunakan baju handuk yang diikat talinya di samping.


''aduh gimana ini ? aku lupa nggak bawa baju. bagaimana mungkin sih kalau aku bisa ceroboh seperti ini. harusnya aku bisa tahu kalau hari ini pasti menginap. karena semalam mas temmy sudah mencicipinya. pasti hari ini akan minta lagi. seharusnya tadi pagi aku membawa baju untuk jaga-jaga.'' Aryan mengomel sendiri di dalam kamar. sedangkan temmy yang menunggunya sudah tidak sabaran.


'' mandi saja lama banget sih. ngapain saja sih dia. ngga tahu apa saya sudah lapar begini ''


akhirnya temmy naik ke kamar untuk memastikan Aryan.


kamu ngapain saja sih di dalam ? ko lama banget


saat temmy membuka pintu dia kaget melihat Aryan yang menggulung tubuhnya dengan selimut tebal dan berada di atas ranjang....


*


*


*


bersambung....


mohon komentarnya besti....

__ADS_1


__ADS_2