Itik Incaran Para Serigala

Itik Incaran Para Serigala
* bab 34 kebun buah


__ADS_3

siapa sih yang tidak suka dengan buah. semua orang pasti menyukainya. mulai dari anak-anak sampai orang tua semua suka.


bermacam buah bisa kita konsumsi sesuai musim. namun di tempat wisata ini seolah tidak mengenal itu. kita bisa mencicipi tanpa harus mengenal musim.


salah satunya buah kelengkeng yang sedang panen. pemandu mengajak mereka mendekati area buah kelengkeng. Aryan melihatnya dari jauh sudah gembira.


''mari kita menuju area buah kelengkeng. silahkan tuan dan nona untuk mencicipi buah. bila mau memetik sendiri juga boleh''


'' iya baik terimakasih '' Aryan dengan senang hati menuju pohon tersebut sambil menarik tangan suaminya untuk berjalan mengikuti langkahnya.


temmy pun mengikuti kemauan istrinya.


'' mas ambilin yang itu. kayanya sudah matang banget dan besar-besar tuh segerombolan isinya banyak ''


'' yang mana ?'' sambil mencari yang Aryan inginkan


'' itu mas '' sambil menunjuk kearah segerombolan buah kelengkeng yang posisinya paling tinggi


kakinya berjinjit karena Aryan bertubuh mungil


'' itu susah sayang, yang ini saja yah '' temmy mengeluh karena buah yang ditunjuk Aryan letaknya tinggi.


'' ngga mau, saya maunya yang itu saja mas ''


'' ya sudah minta pemandu suruh petikin yah ''


'' saya ngga mau kalau sama orang lain mas. saya maunya diambilkan sama mas temmy ''


'' iya sabar '' sedang berusaha memetik dengan cara meraih ranting-ranting pohon.


'' bisa pakai ini tuan '' menyodorkan bambu panjang yang ujungnya sudah dibuat seperti wadah untuk menampung buahnya.


'' dari tadi dong '' temmy sedikit kesal karena sudah susah payah meraih ranting-ranting tadi, baru diberi bambu.


'' maaf tuan '' sambil sedikit tersenyum melihat tingkah pasangan ini.


temmy menerima dan langsung menggunakannya dengan cara memukulkan bambu yang dia pegang ke buah kelengkeng. maka dengan seketika banyak buah kelengkeng serta dedaunan yang berjatuhan.


''ko nggak segerombol? yang itu loh sayang''


''ini mas juga lagi berusaha''


brak... brak...


temmy terus saja berusaha memukulkan bambu itu di buah kelengkeng yang paling tinggi. namun usahanya semakin lama semakin sia-sia. Aryan semakin cemberut karena belum juga mendapat buah seperti yang dia inginkan.


pemandu yang melihatnya menjadi geram sendiri. kalau seperti ini terus bisa-bisa satu pohon akan rontok semua. baik buah serta daunnya.

__ADS_1


'' sini tuan biar sama saya saja '' menawarkan diri dengan sangat hati-hati takut orang yang didepannya itu akan melampiaskan kekesalannya.


'' saya bisa sendiri ''


saat mendengar kata-kata tersebut, si pemandu langsung ciut nyali. tidak berani untuk lebih menawarkan diri.


'' sudah mas kasih saja sama orang itu ''


seperti mendapatkan angin segar karena ada yang membela.


'' mas bisa sayang, sabar ya '' ucap temmy dengan lembut, sambil menengok ke istrinya dan masih memegang bambu panjang tersebut.


'' mas temmy....'' Aryan melengkingkan suaranya. dengan segera temmy melepaskan bambu dari tangannya dan menuruni pohonnya.


bambu ditangkap oleh pemandu dengan sigap langsung bisa memetik buah kelengkeng segerombol persis di tempat yang Aryan tunjukkan. setelah dapat bambu diturunkan lalu buah dihadapkan pada Aryan untuk mengambil sendiri dari wadahnya.


'' terimakasih '' Aryan tersenyum senang bukan kepalang


'' iya nona '' sambil mengangguk dengan penuh bangga. seperti ingin mengatakan bahwa dia lebih jago dari suaminya.


sedangkan temmy cuma memasang wajah masam. aryan memandang temmy lalu tersenyum dengan menyeringai sendiri.


setelah memakan beberapa buah, Aryan melanjutkan perjalanan dengan menenteng buah kelengkeng. temmy sebenarnya sedang marah gara-gara kejadian tadi, tapi melihat wajah istrinya yang girang seperti itu temmy pun meleleh hatinya.


temmy langsung memeluk Aryan tanpa disadari ada seseorang disana. temmy memeluk dengan erat. menempelkan wajah istrinya di dada. Aryan mendengar detak jantung suaminya. sungguh adegan yang romantis.


'' udah sayang diliatin tuh ''


dari tempatnya memetik buah tadi ternyata tak jauh dari situ ada juga pohon buah kelengkeng yang tidak terlalu tinggi. pohon kelengkeng hasil bonsai. tentu ini hasil bibit unggul yang dibudidayakan oleh mereka.


dari kejauhan ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik kedua pasangan suami istri ini. dia memperhatikan dengan seksama. dengan sesekali mengernyitkan dahinya. lalu kemudian menggaruk alisnya yang padahal sedang tidak gatal.


'' apakah itu benar dia? ah tidak mungkin. ayah bilang dia sedang disibukkan dengan perusahaan di Amerika yang sedang menghadapi krisis. masa dia bisa sesantai itu di sini.'' seperti tidak mempercayai dengan apa yang dilihatnya di ya depan mata.


ingin rasanya orang tersebut mendekati, namun jika dugaannya salah jelas ini akan menurunkan wibawanya di depan seluruh anak buahnya sekarang. tapi sungguh dibuat penasaran.


'' ah persetan. jika aku tidak menemuinya dan aku mati sekarang, pasti aku jadi hantu penasaran. '' segera bangkit dan berjalan perlahan mendekati pasangan suami istri ini.


semakin dekat dengan orang yang dia perhatikan maka dengan ragu-ragu sebetulnya namun tetap memberanikan diri untuk...


puk... menepuk punggung pria dihadapannya. dan saat pria itu menoleh,


deg.... kedua pria ini saling bertatapan dengan tajam. hampir melotot tanda keseriusan bahwa yang dilihatnya adalah suatu kebenaran bukan mimpi atau imajinasi. iya betul ini nyata.


temmy untuk beberapa saat kaget namun dengan cepat mampu menguasai keadaan. sedangkan pria dihadapannya itu masih memasang wajah terkejutnya. tiba-tiba temmy membunyikan jarinya dengan menggesek ibu jari dan jari tengah dengan tekanan dan...


tik.... pria dihadapannya seperti baru sadar dari sebuah hipnotis.

__ADS_1


''temmy''


"iya"


"ini kamu?"


"iya"


"sungguhan kamu?"


''iya''


''sedang apa kamu disini?''


''jalan-jalan''


lalu pria itu memukul pundak temmy dengan tanpa bersalah.


''nggak mimpi kan ini?''


''nggak kak''


iya pria itu adalah kakak kedua temmy. mereka terakhir kali bertemu saat kakaknya berkunjung urusan bisnis. mereka jarang sekali bertemu karena kesibukan masing-masing.


dari depan Aryan melihat temmy sedang berbicara dengan seorang pria. aryan mendekati kedua pria tersebut. tanpa temmy diketahui Aryan tiba-tiba datang dan melingkarkan tangannya di lengan temmy.


mas temmy menatap sumber suara


sayang kenalkan ini Gery sahabatnya mas. Gery ini Aryan istriku.


Aryan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Gery. pria ini bukannya membalas malah diam terpaku menatap Aryan.


istriku, apa temmy tidak salah bicara. bilang apa tadi dia istriku? apa itu benar atau saya salah mendengar. sepertinya saya memang harus cepat-cepat membuat jadwal dengan dokter THT. pendengaranku mulai tidak baik. dan apa lagi tadi dia bilang sahabat? saya ini kakaknya. mulai kapan dia tidak mengakui ku saudara?


Gery kesal sendiri mendengar omongan temmy. sehingga saat diajak bersalaman dia nggak fokus. namun dia masih bisa tahan untuk tidak berbicara lebih karena temmy sedang melotot padanya.


''diajak salaman tuh. malah bengong''


temmy menyenggol lengan Gery.


''oh maaf'' Gery langsung mengulurkan tangannya.


*


*


*

__ADS_1


bersambung...


terimakasih sudah membaca...


__ADS_2