
pada umumnya momen bertemu dengan mertua adalah hal yang membahagiakan. karena bisa berbagi kasih dari orang tua pasangan kita.
namun hal ini sepertinya tidak berlaku bagi Aryan. saat mobil yang dikendalikan Temmy sampai didepan rumah mertuanya. dia merasa ragu apakah kedatangannya akan diterima atau malah justru ditolak mentah - mentah.
'' mas yakin kamu pasti bisa '' mereka saling menatap satu sama lain, begitu lama. tersirat makna begitu dalam cinta kasih yang mereka miliki.
Temmy dan Aryan turun dari mobil. Temmy menggandeng tangan istrinya. seakan - akan tak ingin ada seorangpun yang merebutnya. begitu sampai dipintu, mereka disambut oleh Aqib. salah satu orang yang telah dikenali Aryan di dalam lingkup lingkaran keluarga prof Yahya.
terlihat didalamnya terdapat beberapa tamu undangan yang sama sekali Aryan tidak mengenali namanya satu persatu. hanya sepintas wajahnya yang pernah Aryan lihat didalam sebuah buletin atau majalah.
semua orang terlihat cantik dan tampan. penampilan mereka sangat mencerminkan kehidupan kelas atas. hanya Aryan yang menunduk kebawah. merasa paling kecil diantara mereka para pembesar.
'' mas...'' Aryan berkata lirih sambil menghentikan derap langkahnya.
'' kenapa sayang? apa kamu meragukanku? mas tetap akan disampingmu. mas tidak akan membiarkanmu sendirian di pesta ini.''
bukan Aryan meragukan perkataan Temmy. namun dia masih meraba hal apa yang sedang direncanakan oleh mertuanya. dia sungguh tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak dia inginkan.
ditambah lagi beberapa orang menatap mereka berdua dengan tatapan yang tajam. seakan-akan Aryan adalah mangsa bagi mereka yang siap diburu untuk dicabik-cabik dagingnya dan dikoyakkan seluruh tubuhnya.
'' maaf tuan muda, prof Yahya ingin berbicara dengan anda''
'' dimana papi?''
'' tuan di ruang kerja''
saat Temmy hendak melangkah Aqib seperti membisikan sesuatu yang terdengar sayup-sayup di telinga Aryan
'' hanya empat mata tuan muda. saya harap anda mengerti''
__ADS_1
Aryan menatap mereka berdua. dia melihat wajah Temmy berubah. yang tadinya percaya diri kini seperti ciut nyali.
''kenapa mas?''
'' papi ingin berbicara denganku. hanya empat mata''
''pergilah. kamu tidak usah menghawatirkanku'' Aryan melepaskan genggaman tangannya.
Temmy beranjak ke ruang kerja prof Yahya diikuti oleh Aqib.
seorang wanita cantik mengenakan dress yang begitu anggun datang menghampiri Aryan. menatapnya dengan tajam. namun Aryan bukanlah gadis polos yang bisa takluk begitu saja hanya dengan sebuah tatapan
'' nyalimu besar juga yah ternyata '' Stella berbicara dengan sombongnya
'' kamu sadar sekarang kamu berada di mana?'' Aryan mulai menatap mata Stella
''ini adalah pesta pertunangan kami. aku dan Temmy. '' Stella mengatakan penuh penekanan di setiap kata.
dari arah samping ada seorang wanita paruh baya yang sangat anggun mendekati mereka berdua. wanita ini adalah tuan rumah.
''tante...'' Stella menyapa dengan manja
''tante sudah melihat semuanya. dan tutup mulutmu Stella. ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakannya. pesta ini untuk merayakan kebahagiaan'' nyonya besar menatap Aryan penuh arti
''nikmatilah Aryan'' nyonya besar mengucapkan lalu menghadap Stella dan mengerlingkan satu matanya penuh makna
Aryan begitu sadar bahwa siapa dirinya saat ini. dia tahu posisinya dalam keluarga ini.
'' ibu mertua '' satu kata yang diucap Aryan begitu jelas ditelinga nyonya besar
__ADS_1
'' andai aku tidak mengenal anakmu. andai dia tidak ikut campur dalam masalahku. mungkin situasi ini tidak akan pernah terjadi. aku memang salah. '' Aryan pergi dengan berlinang air mata. dia bergegas meninggalkan pesta tersebut. pergi dengan penuh luka di dalam hati.
Stella dan nyonya besar tersenyum bahagia. begitu mudahnya mereka menyingkirkan Aryan dalam hidup Temmy.
'' ibu mertuaku..... '' Stella tersenyum pada nyonya besar. mereka bergandengan tangan bergabung dengan tamu yang lain
...****************...
setelah kejadian malam itu Aryan langsung pergi tanpa meninggalkan jejak. dia benar-benar ingin menghilang jauh dari Temmy. Aryan sudah tidak dapat memaafkan Temmy walau dengan alasan apapun.
kali ini keluarga Temmy sungguh keterlaluan. mereka merendahkan Aryan, sebagai menantu yang tidak sah. apalagi kondisi Aryan yang sedang mengandung keturunan mereka. luka yang diterima Aryan begitu dalam.
hatinya remuk tak kuasa menahan amarah di dadanya. setiap hari Aryan selalu terbebani dengan ingatan kejadian pesta itu. Aryan sungguh menyesal telah datang kesana.
awalnya Aryan merasa bahwa Temmy akan memperbaiki hubungan pernikahannya yang rumit. Aryan juga merasa bahwa dia akan diterima oleh keluarga besar suaminya. namun hal ini hanyalah sebuah isapan jempol semata.
''ibu mertua...kau sungguh keterlaluan. menghinaku di depan orang banyak. ayah mertua .... kau pun sama. telah memisahkan aku dan suami ku. mas Temmy kau sungguh pengecut ''
Aryan terus meratapi nasibnya. hatinya dipenuhi kabut hitam. sebuah dendam terbersit pada secuil asa. Aryan ingin membalas semuanya. karena itu dia harus bangkit dari keterpurukan.
Aryan bertekad akan membesarkan anaknya tanpa bantuan Temmy. hatinya sudah dipenuhi emosi. rasa cinta yang dulu ada dan akan diperjuangkan bersama namun saat ini hilang tertiup kecewa.
*
*
*
bersambung....
__ADS_1
terima kasih sudah membaca....