Itik Incaran Para Serigala

Itik Incaran Para Serigala
*bab 47 mencari jawaban


__ADS_3

Sepanjang malam yang dingin dan sepi membuat penghuni bumi terlelap dalam mimpinya. Namun kondisinya terbalik denga Aryan. Semalaman dia tidak bisa tidur. Selalu memikirkan nasibnya serta nasib anak yang dikandungnya.


Pagi ini seperti biasa Aryan bersiap untuk berangkat kerja. Dia baru menyelesaikan sarapannya. Karena masih masa nyidam sehingga makannya pun tidak begitu lahap. Hampir dikatakan sedang tidak berselera.


Selesai sarapan Aryan mengambil tas dan memakai sepatu kerjanya. Didepan sudah ada pak untung yang siap mengantar majikannya berangkat kerja seperti biasa.


'' silahkan nona''


'' terimakasih pak untung''


Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Pagi ini Aryan tidak begitu menikmati perjalan. Tidak seperti biasa, dia selalu menoleh kekanan kekiri untuk sekedar menikmati perjalanan. Entah kenapa pagi ini dia sangat merindukan Temmy.


Jalan ini pernah kita lalui bersama mas Temmy.....


Aryan mengingat memori saat masih ada Temmy suaminya.


Digenggam tangannya, Sesekali diusap lembut pangkal kepalanya, Dicium keningnya. Memori itu membangkitkan rindu yang begitu mendalam. Tak terasa keluarlah bulir bulir kristal dipelupuk mata.


Mobil telah tiba di agrowisata yang sekaligus tempat Aryan bekerja. Aryan segera masuk ke ruang kerjanya. disapa beberapa karyawan yang sudah datang. Aryan bukanlah atasan yang sombong. Dia sangat ramah pada bawahannya. Bahkan sering juga makan bersama.


'' bu Aryan ini ada beberapa surat yang masuk melalui email perusahaan. Ada beberapa penawaran dari vendor kita yang tidak ikut seleksi. Mereka meminta kerjasama kembali''


'' apa salah satunya datang dari perusahaan kota besar itu''


''iya ibu benar. Salah satunya dari mereka''


'' baiklah saya akan pelajari tawaran dari mereka.''


''baik bu. Itu saja yang dapat saya infokan.''


'' yah terimakasih''


Saat Aryan mulai membuka pekerjaannya satu-persatu terasa hembusan angin kecil yang membuatnya Sedikit terlena dengan pekerjaannya. Tiba-tiba rasa kantuk Aryan datang. Karena kondisi kurang vit semalam tidak bisa tidur, Tanpa disadari Aryan memejamkan mata.


Selang beberapa jam kemudian....


Datanglah Gery ke kantor agrowisata ini. Dia ingin menemui Aryan. Serta menanyakan pekerjaannya. Gery takut jika pekerjaan ini akan mengganggu kondisi kehamilan Aryan.

__ADS_1


'' Aryan sudah datang?'' Gery bertanya pada sektetaris Aryan


'' sudah tuan. Mari saya antar''


sekretaris tersebut membuka pintu dan mempersilahkan atasannya untuk keruangan Aryan. Namun betaga herannya saat melihat Aryan sedang memangku kepalanya dengan siku diatas meja. Matanya terpejam.


Gery yang melihat hal ini merasa iba. Dia tidak ingin mengganggu istirahat Aryan. Namun Aryan langsung terbangun saat mendengar suara ketukan hak sepatu sekretarisnya.


''eh... Maaf saya ketiduran sepertinya. Mas Gery sudah menunggu lama yah?''


'' nggak ko saya baru saja datang.''


''silahkan duduk mas Gery mau minum apa?''


'' kopi hitam saja''


Sekretaris keluar menyiapkan minuman untuk bosnya. Seperti sudah mampu menerka hati Aryan, Gery melihat ekspresi wajah Aryan yang berbeda.


''mas ada yang ingin saya tanyakan''


''soal apa?''


Deg....


Hati bergetar saat Aryan menyebut nama adiknya.


''Sebenarnya suamiku ini siapa mas? sungguh saya tidak pernah meragukan cinta mas Temmy. Namun saya ingin tahu sosok suamiku'' Aryan mengatakan dengan nada sendunya.


''mas tahu tidak? saat saya berada diparkiran setelah wisuda ada nyonya besar mendekatiku. Dia mengelus kepalaku dan mengatakan bahwa aku harus menjaga kesehatan. Ini hal yang tidak biasa mas. Hatiku mengatakan ada sesuatu antara mas Temmy dengan nyonya''


'' maksudnya? apa kamu meragukan perkataan dari Temmy tentang dirunya?''


''saya sama sekali tidak meragukan mas Temmy. Coba mas Gery lihat, untuk apa saya menjalani hubungan ini dengan tanpa ikatan yang jelas. Saya ini istri sah secara agama tapi tidak secara negara. untuk apa saya mempertahankan kehamilan ini jika bukan demi mas Temmy. Saya wanita hamil yang tanpa didampingi oleh suami. Bahkan mas Temmy belum tahu kabar apapun tentang kehamilanku ini bukan?''


Suara Aryan bergetar seakan ingin menumpahkan semua yang ada didalam hatinya.


'' apa mas gery bernah berpikir, apakah mas Temmy akan menerima kehamilanku ini? Saya positif hamil setelah suamiku pergi. Dan sampai kapan suamiku pergi? Kapan dia akan kembali? Atau sampai aku lahiran nanti? Tidak ada yang bisa menjawabnyakan?''

__ADS_1


tanpa disadari meneteslah air mata Aryan.


'' bagaimana nasib bayi yang kukandung ini mas?''


napas Aryan menderu. Ada sakit di dadanya. Hal yang selama ini dia pendam dan tak mampu dia ungkapkan. Namun kali ini dia sedikit lega.


'' maafkan saya Aryan''


Gery merasa sangat tak berdaya. hanya kata maaf yang mampu dia ucapkan untuk sedikit menjawab kegundahan hati Aryan. Yang telah dia pendam sendiri selama ini.


Gery bisa saja menjelaskan semuanya, namun dia tidak berhak untuk melakukannya. Dia hanyalah orang yang dipercaya Temmy untuk melindungi dan menjaga Aryan.


'' saya tidak berhak untuk menjawab semua pertanyaanmu itu Aryan.''


'' tapi setidaknya mas Gery tahu keberadaan mas Temmy saat ini bukan?''


'' saya rasa ini bukanlah waktu yang tepat bagi kamu untuk mengetahui tentang Temmy. Bersabarlah dan yakinlah bahwa Temmy sangat mencintaimu''


'' tapi kapan waktunya? sedangkan kehamilanku ini semakin besar mas''


'' maaf Aryan. Sekali lagi mas tidak berhak untuk menjelaskan semuanya padamu''


'' jika bukan mas Gery orang terdekat mas Temmy. Lantas pada siapa saya mencari jawabannya mas? Siapa yang bisa menjelaskannya padaku''


'' Aryan saya tidak bisa menjawab kegundahanmu. Anggap saja bahwa temmy sudah tahu tentang kehamilanmu. Dan dia pasti sangat bahagia, sehingga tidak sabar untuk segera kembali padamu''


Tiba-tiba datang seorang pria dari balik pintu kantor Aryan. mengetuk pintu, suaranya mengheningkan dua orang yang sedang berbicara serius.


''maaf kedatangan saya menggangu '' menunduk dan berjalan mendekat ke arah mereka.


*


*


*


Bersambung.......

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca....


__ADS_2