
Aryan dan temmy masih berbincang di teras rumah. mereka duduk berdampingan. rasa canggung yang biasanya kini seperti sudah hilang. mereka sama-sama menikmati momen berdua.
temmy melingkarkan tangannya pada pinggang Aryan. sedang Aryan menyandarkan kepalanya di pundak temmy. tangan mereka saling menggenggam satu sama lain.
'' mas apa yang dikatakan paman tadi, akan mas lakukan ?'' tanya Aryan
'' mas janji akan melakukan semuanya '' jawab temmy
'' apa mas yakin dengan pernikahan kita ini ?'' tanya Aryan lagi
'' mas akan menjalani semuanya dengan hati. pernikahan ini tidak main-main Aryan. bagaimanapun caranya mas akan mempertahankan pernikahan ini. kamu adalah istri mas. kita sudah menjadi suami istri. yakini dan jalani '' tegas temmy sambil mencium kening Aryan dan mengusap pangkal kepalanya.
hati Aryan terenyuh mendengar kata-kata temmy. ada keyakinan yang kuat dihatinya.
'' masuk Yuh mas. sudah malam. besok Aryan sudah mulai penelitian '' ucap Aryan
'' besok bareng pak Bagas lagi ?'' tanya temmy
'' iya mas '' Aryan sambil tersenyum kecil
'' kenapa dia ikut lagi sih?'' tanya temmy kesal
'' pak Bagas juga sedang melakukan penelitian katanya. '' ucap Aryan
temmy menghembuskan nafas dengan berat.
'' tapi jangan lama-lama. nanti kangen''
sambil meletakkan janggutnya di pundak Aryan sehingga hangat dari napasnya terasa oleh Aryan.
temmy dan Aryan masuk ke dalam kamarnya. temmy naik ke ranjang, Aryan duduk di depan kursi rias menyisir rambutnya dan menyemprotkan parfum. sedangkan temmy sedang asyik dengan ponselnya.
''mas udah malem '' pinta Aryan sambil mematikan lampu kamar
temmy segera meletakkan ponselnya. membaringkan kepala menghadap Aryan.
'' boleh mas cium keningmu? '' pinta temmy
'' boleh mas'' Aryan menghadapkan wajahnya pada temmy sambil memejamkan mata.
'' maaf mas, Aryan belum bisa memberikan malam ini '' ucap Aryan pelan dan lirih
'' ngga pa pa mas ngerti ko. mas akan berjuang dan berusaha untuk meyakinkan hatimu. '' ucap temmy dengan penuh kesungguhan.
'' terimakasih ya mas '' air mata Aryan menetes saat mengucapkannya
'' iya istriku '' ucap temmy lembut. sedangkan hati Aryan semakin bergemuruh tak karuan. dia bingung dengan apa yang dia rasakan saat ini. ini cinta atau sekedar rasa yang lain.
malam ini mereka lewati bersama. tidur dalam satu ranjang yang sama. hanya bisa berbagi cium dan peluk tidak lebih. mereka memang terikat dalam hubungan suami istri yang sah. namun belum yakin untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. baik temmy ataupun Aryan belum bisa memberikan kewajiban mereka pada pasangan.
gelapnya malam menjadi tempat terteduh dua hati yang mencari pangkal untuk diikat satu sama lain. perjalanan cinta mereka masih jauh. temmy masih memikirkan cara terbaik untuk mengenalkan istrinya pada keluarganya. terlebih untuk menata hati Aryan jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
__ADS_1
*******
pagi telah menjelang. mentari menyingsingkan sinarnya bagi penghuni bumi. semua bergegas menuju aktivitas yang biasa. Aryan telah selesai menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya. temmy sudah rapi dan bersiap untuk berangkat ke rumahnya. karena Aryan masih menganggap temmy bekerja di sana.
temmy sengaja menyiapkan pakaian yang pantas dia kenakan saat di rumah Aryan dan untuk berangkat ke rumahnya sendiri.
'' Naura mau mas antar ?'' tanya temmy pada Naura
'' ngga usah mas '' ucap Naura
'' dia ngga bakal mau. soalnya dia dulu pernah berangkat sekolah dianter teman Aryan mas. katanya di gerbang ketemu cowoknya. berantem lah dia. ribut sama cowoknya. cowoknya posesif dan cemburuan '' cerita Aryan
'' ih.... apaan sih ka Aryan... kaya gitu di ceritain '' kata Naura sambil tersenyum malu dan berlalu berangkat sekolah. Aryan dan temmy sama-sama tertawa
'' nanti ke kampus bareng sama mas '' ucap temmy sambil mengusap lembut punggung tangan Aryan
'' iya mas '' kata Aryan
ibu Mira melihat mereka dari ruang tengah. dia berharap bahwa pernikahan putrinya yang mendadak bisa langgeng sampai tua.
Aryan dan temmy berpamitan pada ibu untuk berangkat ke kampus. saat mereka sudah jalan, tak berapa lama datang Husny ke rumah untuk menjemput Aryan. namun ibu mengatakan Aryan sudah berangkat lebih dulu.
'' nanti selama dengan pak Bagas kamu sering hubungi mas. '' pinta temmy
'' iya mas'' ucap Aryan
'' mas nggak mau kalau kamu terlalu dekat dengannya '' kata temmy
''kalau diajak temenin dia makan, jangan mau''
'' iya mas '' ucap Aryan kemudian
'' kamu dari tadi jawabnya iya iya terus '' kata temmy
'' Aryan harus jawab apa mas ?'' tanya Aryan sedikit manja
'' jawab kalau mas boleh mencium keningmu'' kata temmy merajuk
'' iya boleh suamiku '' kata Aryan
cup.... setelah dicium Aryan turun dari mobil karena mereka sudah sampai di parkiran kampus.
'' terimakasih ya mas '' ucap Aryan
'' iya manis... '' jawab temmy sambil mengerlingkan matanya dan melajukan mobilnya pulang ke rumah.
saat di kampus Aryan bertemu dengan teman-temannya.
'' Aryan.....'' panggil Dyah
Aryan melempar senyum terindah pada temannya
__ADS_1
'' kaya udah lama banget nggak ketemu. ih kangen....'' keduanya berpelukan
'' yuk ke kantin '' ajak Aryan
'' Ayuk..... '' diiyakan oleh Dyah
saat di kantin mereka menceritakan banyak hal selama tidak ketemu.
'' kamu ngapain saja? '' tanya Aryan
'' aku sibuk ngajuin proposal skripsi kaya kamu. tapi untungnya dosenku udah tua jadi nggak mau ambil pusing. langsung d ACC ja tuh. males bacanya kali '' jawab Dyah sambil mengaduk-aduk es dengan sedotan di tangannya.
'' kamu gimana ?'' tanya Dyah balik
'' gimana apanya?'' tanya Aryan bingung.
'' maksudnya gimana pernikahanku begitu?'' gumam Aryan dalam hati
'' ya skripsi kamu lah. kamu kaya orang bingung. memangnya selain skripsi apa lagi yang penting bagi kamu?'' tanya Dyah
'' oh iya, aku dah d ACC, udah diajukan ke bagian akademik, udah ke Balitbang, hari ini mau ke desa buat ngasih surat izin penelitian, tapi ke sananya bareng pak Bagas. katanya dia juga sedang penelitian '' jawab Aryan
'' berarti kamu bareng pak Bagas terus ?'' tanya Dyah
'' iya '' jawab Aryan dengan datar
'' fix. itu dosen suka sama kamu. semua mahasiswa yang melakukan penelitian tidak ada yang ditemani dosennya. apalagi dia dosen pembimbing skripsi. bagaimanapun juga harus profesional'' kata Dyah tegas
'' nggak mungkin lah '' ucap Aryan
'' apanya yang nggak mungkin ? Aryan ayo kita ke desa jaya '' pak Bagas datang dari arah belakang mereka
suara pak Bagas mengagetkan Aryan dan Dyah. mereka berdua saling bertatapan.
'' gimana ini kalau dia mendengar pembicaraan kita.'' itu yang ada di benak Dyah. memberi kode dengan menaikkan kedua alisnya. Aryan hanya menggelengkan kepala pelan.
'' oh iya pak Bagas '' Aryan bangkit dari duduknya agar tidak berlanjut mengenai pembicaraan tadi.
pak Bagas berjalan didepan Aryan. gadis itu menoleh ke belakang. dia menatap Dyah. sedang yang ditatap hanya mengangguk perlahan.
*
*
*
bersambung........
terimakasih sudah membaca......
jangan lupa komentarnya yah besti.....
__ADS_1