
disebuah malam yang hening. saat semua penduduk bumi berada di peraduannya. menyesapi setiap keheningan malam. menghabiskan waktu dalam lelapnya. bermimpi dalam tidur pulasnya.
tak terkecuali dengan Aryan. dia sedang bersiap untuk naik ke ranjang. menikmati malam sendirian seperti dahulu tanpa ditemani oleh suami. aryan menata bantal dan mulai menarik selimutnya.
malam ini pasti akan lebih dingin dari sebelumnya. karena saat ini tidak ada tubuh penghangat untuknya.
dibawah lampu temaram, Aryan membuka ponselnya. sudah beberapa jam berlalu namun suaminya belum mengirimkan pesan. nomornya saja masih belum aktif.
huft...... aryan menghela nafas panjang.....
baru saja dia meletakkan ponselnya di meja kecil sebelah tempat tidur, ponsel aryan tiba-tiba langsung berdering.
dilihatnya ponsel itu. ternyata dari nomor asing yang tidak dikenal. aryan ragu untuk mengangkatnya sehingga dia membiarkan saja. aryan hanya mengubah ponselnya ke mode senyap.
tidak mungkin jika itu mas temmy....
aryan melanjutkan tidurnya.
''ah... kenapa tidak diangkat sih?'' mendengus kesal dari sebrang sana
********
sejuknya pagi membangunkan jiwa yang masih nyaman dan hangat dalam pelukan selimut. percikan mentari menggugah mata untuk bangkit dari peraduannya.
pagi ini Aryan begitu bersemangat, karena hari ini pertama kali dia bekerja. aryan menyiapkan dirinya untuk menghadapi hari yang baru. dengan lingkungan dan suasana yang baru.
aryan duduk di teras rumah menunggu orang yang akan menjemput. Gery mengatakan orang yang akan menjemputnya sudah dalam perjalanan. namun setelah ditunggu tidak sampai juga.
'' sarapan pagi dulu nak''
'' sudah Bu''
'' kamu nungguin orang yang mau jemput?''
''iya bu''
'' bilangnya sih jam delapan. tapi ini sudah jam sembilan belum datang orangnya''
'' sabar. mungkin dia lagi kejebak macet''
Aryan masih menunggunya sembari melakukan aktivitas di rumahnya. bahkan sudah tiga jam lebih. ditambah Aryan tidak bisa menghubungi Gery. pesan tidak terbaca, ponselnya tidak aktif.
saat Aryan sedang di dalam rumah. terdengar suara pintu di ketuk. Aryan mendekat ternyata seorang pria berdiri membelakangi pintu.saat membuka pintu betapa terkejutnya Aryan yang tahu sosok di balik pintu. dia adalah pak Aqib.
aryan bertanya-tanya ada apakah gerangan sehingga membuat pak aqib berada di sini. apa ada hubungannya dengan pekerjaan temmy. tapi kenapa pak aqib sampai ke rumah Aryan. apa pak aqib sudah mengetahui tentang hubungannya dengan temmy.
'' selamat siang nona Aryan ''
__ADS_1
'' selamat siang. pak Aqib ''
'' kenapa pak Aqib panggil saya nona? gumam Aryan dalam hati
'' mari nona Aryan saya yang akan mengantar anda ke taman buah milik tuan Gery ''
'' kenapa anda yang mengantar saya ?''
Aqib tidak menjawab dan malah berbalik tanya.
'' barang apa saja yang akan anda bawa nona? mari saya bawakan ''
'' eh tunggu dulu. anda disini saja. saya akan bersiap-siap''
aryan masuk ke dalam rumah. mempersiapkan diri untuk berangkat. dia berpamitan dengan ibunya.
''aryan bukankah yang didepan rumah itu pak Aqib ? orangnya pemilik yayasan sekolah kamu kan ?''
''iya Bu''
''kenapa ada di sini? ada urusan apa yah. apa ini tentang temmy ?''
aryan menjawab dengan mengangkat kedua bahunya.
''aryan juga nggak tahu Bu.''
''apa dia sudah tahu mengenai pernikahan kalian ?''
''jangan bicara tentang pernikahan''
''iya maaf, abisnya ibu penasaran ''
'' ya sudah aryan pamit dulu Bu. aryan sedih harusnya ibu bisa temani Aryan tinggal di sana. aryan akan kesepian ngga ada ibu dan Naura. ibu harus sering tengokin Aryan di sana yah''
''iya nak ibu akan sering kesana. kamu hati-hati di sana. walaupun kamu tinggal di tempatnya suami kamu, bekerja di tempat kakak iparmu, tetapi kamu harus tetap jaga diri baik-baik ''
'' baik bu''
mereka berpelukan. sang ibu melepas putrinya dengan sedikit hati yang terganjal. namun ibu berharap semoga tidak ada aral melintang untuknya. doa terbaik untuk putri tercinta.
aryan berangkat dengan mobil dikendarai pak Aqib. sepanjang jalan Aryan tidak berani berkata apapun. dia menutup rapat mulutnya untuk menghindari percakapan. suasana sangat canggung.
saat ini dia tidak ingin berpikir apapun, takut jika nanti bisa keceplosan. benar saja mereka tidak berbicara apapun sampai mobil ada di villa.
pak Aqib jalan didepan mempersilahkan Aryan untuk masuk ke villa. sedang penghuni villa terkejut ketika melihat pak aqib ada di depan mereka. bingung mau bicara apa karena pak untung dan Bu nur telah memahami tentang pernikahan tuan temmy dan Aryan.
pak aqib meminta Bu nur untuk mengantar Aryan masuk ke dalam kamarnya. pak Aqib mengajak pak untung menuju taman.
__ADS_1
''ada sesuatu yang ingin saya bicarakan.''
''baik tuan''
sedangkan di kamar utama Aryan berbincang bincang dengan Bu nur
''Bu nur saya terlambat datang ya''
''tidak nona''
'' saya sedang bingung. seharusnya yang datang menjemput saya supirnya mas Gery, tapi setelah ditunggu lama ternyata yang datang pak aqib.''
'' mungkin supirnya tuan Gery sibuk nona''
'' apa pak aqib sudah mengetahui tentang hubunganku dengan mas temmy?''
'' saya juga tidak tahu nona ''
Bu nur sambil merapikan bawaan Aryan. satu tas berisi pakaian yang akan aryan pakai untuk bekerja.
'' nona Aryan mau saya siapkan makanan apa?''
'' apa saja Bu nur, nanti pasti akan saya makan.''
'' saya permisi nona. nanti saya bawakan jus dan cemilan buat nona ''
aryan menganggukkan kepalanya. dia berdiri berjalan menuju balkon kamar tersebut. tempat ini mengingatkan Aryan akan temmy.
ditempat lain, pak untung merasa seperti terdakwa yang sedang diinterogasi oleh pak aqib. dalam posisinya tersebut tentu saja pak untung tidak dapat menutupi hubungan tuan temmy dan nona Aryan.
pak Aqib menanyakan banyak hal. akan tetapi pak untung lebih banyak menjawab saya tidak tahu tuan. pak Aqib menaruh harapan besar untuk mencocokkan informasi yang dia dapatkan dari orang orang suruhannya dengan informasi langsung dari pak untung.
'' untuk lebih jelasnya mungkin anda bisa menanyakan pada tuan Gery ''
'' iya tuan Gery jelas sudah tahu banyak hal ''
pak Aqib berpamitan pada pak untung. dia mengatakan banyak hal. terutama menyangkut nona Aryan. pak Aqib meminta agar mereka bisa menjaga dan melayani nona Aryan.
sedangkan orang yang sedang dibicarakan kini berdiri di balkon sambil melihat perbincangan dari dua orang pria di taman tersebut
*
*
*
bersambung.....
__ADS_1
terimakasih sudah membaca.....
jangan lupa komentarnya yah besti.....