Itik Incaran Para Serigala

Itik Incaran Para Serigala
bab 16 curi pandang


__ADS_3

Haytammy melajukan mobilnya pulang. sebetulnya Aqib tidak begitu capek karena saat mengantar Stella mereka sempat istirahat di sebuah tempat penginapan. karena temmy kasian pada Aqib sudah beraktivitas dari tadi siang belum istirahat sudah harus berangkat lagi.


di penginapan mereka memesan tiga kamar. Aqib lebih dulu masuk ke kamarnya karena memang dia sangat lelah. sedangkan Stella membujuk temmy untuk menemaninya istirahat dalam kamar yang sama. namun tentu saja permintaan itu ditolaknya mentah mentah.


kini perjalanan pulang dirasa lebih cepat dari keberangkatan. berkali kali Aqib meminta untuk mengemudi mobil namun temmy tetap ingin mengendarai sendiri.


sepanjang jalan temmy hanya memikirkan tentang Aryan, gadis mungil dan cantik yang membuatnya penasaran.


setelah tiba di rumahnya, temmy langsung masuk dan beristirahat. karena kali ini dia merasa badannya sangat lelah.


*****


keesokan paginya saat Aryan bangun tidur dia langsung melakukan aktivitasnya seperti biasa.


Aryan membantu ibunya untuk mengerjakan pekerjaan rumah. setelah rumah bersih Aryan bersiap siap untuk berangkat ke kampus karena dia akan mengedit tugas Dyah serta menyusun proposal skripsinya.


'' Bu tolong bilangin sama Naura untuk tidak pergi di malam hari dan pulang larut malam '' pinta Aryan


'' nanti akan ibu sampaikan. tapi harus pelan pelan karena kamu tahu sendiri. dia anaknya keras kepala '' terang ibu


'' oh iya, ibu nitip baju tolong kamu berikan pada Bu Lastri. soalnya baju ini mau dipakai nanti sore. '' pinta ibu Mira ibunya Aryan


'' rumah Bu Lastri dimana ? '' tanya Aryan


'' dekat rumah profesor mu lho '' jawab ibu Mira.

__ADS_1


'' baik Bu '' Aryan memang penurut dan selalu mematuhi perkataan ibunya.


saat Aryan beranjak bangun dari kursinya, mereka dikejutkan dengan suara gebrakan pintu yang keras.


dor dor dor..... suara pintu di gedor dengan keras


Aryan langsung bangun dan membuka pintunya, dan ternyata ada dua orang pria bertubuh tinggi dan gemuk. kedua pria itu berbicara dengan suara tinggi.


'' mana cicilan pelunasan utangnya Bu Mira. sini bayar . '' dengan kasar menggebrak pintu


'' sabar mas nanti kalau ada uang juga pasti kita bayar. '' Jawab ibu Mira


'' mas ini masih pagi tapi sudah nagih saja. lagian hutangnya kan sudah lunas. kenapa musti bayar lagi sih '' jawab Aryan tegas


'' apa..... dasar lintah darat...'' bentak Aryan


'' hari ini tidak ada uang. besok saja '' jawab ibu Mira


'' baik besok kita kemari lagi . tapi ingat siapkan uangnya ''


brak.... suara menggebrak meja


ibu Mira langsung memegang dadanya yang kini terasa sesak. elihat hal itu Aryan sangat sedih, dia tidak bisa berbuat apa-apa.


'' Bu lebih baik Aryan tidak usah kuliah saja. biar ibu bisa membayar hutang ayah '' pinta Aryan

__ADS_1


'' sudah kamu berangkat kuliah saja sana. ngomong apa sih... '' kata ibu


'' Aryan pamit Bu '' sambil mencium punggung tangan ibunya


ibu Mira hanya memandang punggung Aryan hingga ia berlalu.


seperti biasa Aryan berangkat menggunakan angkutan umum. tidak lupa dia akan mampir ke rumah pelanggan ibunya. kebetulan rumahnya melewati rumah profesor.


saat Aryan lewat depan gerbang rumah yang besar dan menjulang tinggi itu dia sempat nengok ke arah rumah tersebut, dari kejauhan dia melihat temmy yang sedang duduk di depan rumah sambil menelepon seseorang.


Aryan sempat berhenti dan entah kenapa matanya ingin sekali memandang temmy. ternyata pandangan itu disambut oleh si pemilik mata. kini mereka saling memandang dari kejauhan. ......


sangat senang. sehingga dia mengejar Aryan


*


*


*


bersambung....


terimakasih sudah membaca....


jangan lupa komentarnya yah besti....

__ADS_1


__ADS_2