Itik Incaran Para Serigala

Itik Incaran Para Serigala
*bab 48 nyidam


__ADS_3

setiap pasangan pasti selalu menginginkan kebersamaan. Apapun masalah yang dihadapi jika diatasi bersama maka lebih cepat terselesaikan.


Seperti halnya yang sedang dihadapi Aryan. Dia mencari tahu siapa sebenarnya suaminya tersebut. Hal ini bukan karena dia meragukan cinta Temmy, namun karena dia ingin tahu keberadaan sang suami saat ini.


Aryan terus saja mendesak Gery untuk menceritakan siapa Temmy. Aryan hanya mengetahui jika suaminya seorang supir pribadi dari prof Yahya yang tentunya kenal dekat dengan Aqib sekretaris prof Yahya.


Dia tidak mengetahui orang-orang terdekat Temmy. Hanya Gery satu-satu orang yang dianggap paling dekat dengan Temmy menurut Aryan.


Di sela-sela pembicaraan serius mereka datanglah seseorang yang dianggap lebih tahu mengenai Temmy. Dia adalah sekretaris pribadi prof Yahya.


Aqib datang dengan rasa belas kasih pada Aryan. Aqib Tidak bisa membiarkan Aryan terlalu lama dalam gelapnya prahara rumah tangganya. Aqib merasa Aryan harus mengetahui satu fakta yang pasti. Yaitu bahwa Temmy adalah putra dari prof Yahya.


'' maaf tuan Gery dan nona Aryan kedatangan saya mengganggu''


Keduanya menoleh secara bersamaan ke arah sumber suara.


'' ada apa Aqib?'' tanya Gery


''kedatangan saya kemari ingin meluruskan suatu hal yang perlu nona Aryan ketahui.''


''tapi Aqib kamu tidak berhak untuk mengatakannya.''


''ini perintah dari Tuan besar prof Yahya''


''maksudnya apa sih ini ?'' Aryan bingung


'' apa ada hubungannya lagi dengan pak Aqib? Bukannya mas Temmy sudah keluar pak. Sekarang mas Temmy kerja di tempat lain kan?''


''Maksud kamu?''


''Iya mas Gery. jadi mas Temmy itu sejak kenal sama saya dia sudah bekerja di rumah prof. Yahya. Mas Temmy bekerja sebagai supir pribadi. Iya kan pak Aqib''


hemm......

__ADS_1


Aqib yang mendengarnya lantas diam termangu. Tadinya dia ingin mengatakan hal yang sebenarnya namun melihat penjelasan dari Aryan membuat aqib mengurungkan niatnya.


Sudah puaskah tuan besar prof Yahya mendengar penjelasan secara langsung dari Aryan mengenai Temmy.


Itu yang ada dipikiran aqib.


Ada seseorang di tempat lain, yang tersenyum mendengar suara kecil Aryan menjelaskan hal tadi.


''Lantas apa lagi yang ingin kamu ketahui aryan?''


''Saya ingin tahu dimana mas Temmy saat ini berada. Saya ingin mengatakan kalau saya sedang mengandung buah cintanya. Saya juga ingin kenal dengan keluarganya mas Temmy. Saya ingin menjadi seorang menantu bagi orang tua mas Temmy''


Aryan mengatakannya sambil menundukan kepala. Dia terlihat sangat sedih. Siapapun yang melihatnya pasti merasa haru dan iba. Melihat seorang wanita hamil yang sedang merindukan serta mencari keberadaan suaminya sungguh memilukan.


Tentu seseorang yang ditempat lain saat mendengar hal ini pun ikut tersayat hatinya. Dia mendengar melalui ponsel Aqib yang sembari diaktifkan menelponnya. Mungkin sedikit goyah hatinya atau juga malah membuatnya semakin tetap pada keputusannya.


Setelah perbincangan serius hari itu Aryan tampak murung baik di tempat kerja ataupun divilla. Seperti tak biasa, dia terlihat sering melamun. Bukan Aryan yang ceria seperti dulu.


Dalam menjalani masa nyidamnya, Aryan merasa kerepotan saat mengiginkan sesuatu. dia bahkan meneteskan liurnya saat melihat makanan yang terpampang di televisi atau ponselnya. Sering juga makanan yang tiba-tiba terlintas di benaknya.


Pernah juga dia ingin makan cilok yang dijual sewaktu masih sekolah menengah. sedangkan orangnya sekarang sudah tidak jualan lagi.


di pagi hari saat bu nur sedang masak, Aryan selalu mual dengan bau aroma masakan. Bagi orang normal ini sungguh lezat. Tapi tidak bagi Aryan. Dia juga tidak suka bau nasi saat dimasak. Makanya bu nur lebih sering masak dirumah kecil.


Aryan mulai kurang tidur. Dia tidak dapat tidur lelap seperti dahulu. Lebih sering terbangun dimalam hari dan dia kesulitan untuk melanjutkan tidurnya. Badannya sering merasa pegal dan sakit dibeberapa persendian. Pernah juga dia merasa sakit dibagian pinggang sampai ke punggung.


dia masih awam dalam dunia seputar kehamilan. Jika dia merasakan sesuatu langsung mencari tahu sendiri informasinya melalui internet. Saat didapat informasi jika sakit dibagian pinggang saat awal kehamilan bisa merupakan satu ciri kehamilan ektopik. Hal ini membuat Aryan sangat kacau.


Dia takut jika hal ini akan mengganggu kehamilannya. Makanya Aryan sering konsultasi dengan dokter kandungan. dokter menyarankan melakukan USG untuk mengetahui apakah benar atau tidak yang dialami Aryan merupakan kehamilan ektopik.


Untuk kesekian kali Aryan memeriksakan kandungannya seorang diri tanpa didampingi suami. setelah selesai pemeriksaan, baru didapati hasil bahwa yang dialami Aryan hanya salah satu penyebab perubahan hormon dalam tubuhnya. Bukan kehamilan ektopik. Hal ini membuat Aryan sedikit lega.


Itulah masa masa nyidam Aryan. tiga bulan awal kehamilan sungguh dirasa sangat melelahkan. Sering merasa pusing, tiba-tiba keram perut, semua makanan rasanya beda, Rasa mual yang datang tanpa sebab.

__ADS_1


semua dia lalui sendiri demi buah hati yang dikandungnya.


Aryan berusaha untuk menjadi wanita yang tangguh. Siap menghadapi segala macam permasalahan hidupnya. Aryan mencoba menata hari-hari tanpa suaminya.


Beberapa minggu berlalu, Aryan mulai bangkit dari keterpurukannya. Dia bukannya melupakan Temmy, hanya saja mulai sedikit membiasakan diri tanpa Temmy.


Aryan tidak sadar jika hidupnya selalu dipantau oleh seseorang yang jauh disana. Segala sesuatu yang terjadi dengan Aryan, ataupun yang Aryan lakukan pasti sampai ke orang tersebut. Dia sengaja menempatkan orang-orang yang bisa dipercaya untuk melakukan tugas mulia tersebut.


pada suatu hari, seperti biasa saat Aryan sedang libur dari kerjanya dia menghabiskan waktu paginya dengan bersantai ditaman villa. Walau hanya duduk dan berselancar didunia maya hanya sekedar membaca informasi seputar kehamilan. Ini dilakukan untuk menambah wawasannya dalam menghadapi buah hatinya.


Ada seorang kurir yang datang ke villa mengantar sebuah paketan yang berisi buket bunga segar. Aryan sendiri yang menerima paketan tersebut. Dia merasa penasaran siapa gerangan yang sudah mengirimnya bunga secantik ini.


Aryan membuka pesan yang diselipkan dalam bunga tersebut.


Sabarlah sayang.


Tunggu aku


Aku pasti akan kembali padamu.


Aku sangat merindukanmu.


Aryan masih tidak percaya dengan pesan yang dia terima hari itu. Dia meraba-raba siapa gerangan yang telah mengirimnya buket bunga tersebut. Apa dari Temmy? Jika memang dari suaminya, kenapa harus lewat bunga? Apakah tidak bisa menghubungi Aryan langsung?


Aryan dikelilingi rasa penasaran....


*


*


*


Bersambung.....

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca.....


__ADS_2