Itik Incaran Para Serigala

Itik Incaran Para Serigala
*bab 51 perjodohan


__ADS_3

Aqib sudah mengumpulkan semua informasi mengenai Stella. Dia siap untuk melaporkannya pada tuan besar. Hanya menunggu waktu yang tepat.


Pada suatu sore ketika tuan besar selesai rapat dengan para petinggi di universitasnya, Aqib melihat tuannya sedikit santai. Dia lantas menyerahkan beberapa berkas serta bukti mengenai latar belakang Stella.


Prof Yahya membuka dan membaca berkas tersebut dengan seksama. ada senyum kecil yang terlihat dari sudut bibirnya. Aqib pun menjadi sedikit lega. Hal ini berarti tuan besar akan mengubah rencananya untuk menyatukan Temmy dan Stella. Itulah yang ada dipikiran Aqib.


setelah Selesai membaca berkas itu ditutup dan diletakkan dimeja, sedangkan Aqib yang masih berdiri di samping meja menunggu perintah.


''bagaimana tuan?''


''jadi hanya itu saja yang mampu kamu berikan padaku? Setelah aku menunggu beberapa hari ini.''


Aqib menunduk terdiam. dia mengira bahwa tuannya akan puas dengan hasil kerja kerasnya beberapa hari ini, namun ternyata hasilnya diluar dugaan.


''saya rasa itu sudah cukup tuan''


''baiklah kalau begitu. segera kamu hubungi Agam. ''


''maaf tuan. Jadi keputusannya bagaimana?''


Aqib memberanikan diri untuk bertanya pada tuannya. Walaupun itu mempertaruhkan kredibilitasnya pada tuan besar prof Yahya.


'' kamu lihat saja nanti''


''baiklah saya akan rencanakan pertemuan anda dengan tuan Agam''


Aqib menunduk lalu keluar dari ruangan tuan besarnya. Dia belum bisa menebak apa yang akan dikatakan oleh tuannya pada tuan Agam. Semua masih misteri.


Aqib menghubungi tuan Agam dan membuat janji untuk pertemuan tuannya. dia juga sudah mengatur segalanya. Menyewa satu ruangan khusus di sebuah restauran mewah. Memilih menu yang disukai oleh tuan dan sahabatnya.


Saat ini Aqib masih meraba keputusan tuan besarnya. Apakah akan tetap menyatukan Temmy dan Stella, atau menghargai keputusan Temmy untuk bersama wanita pilihan.


akhir dari usahanya akan ditentukan hari ini. didalam ruangan istimewa sudah duduk tuan Agam dan istrinya yang memang sudah tidak sabar untuk menyatukan putrinya dengan anak sahabatnya tersebut.


Jelas ini dilakukan semata-mata hanya untuk mendapatkan keuntungan. bagaimana tidak, putrinya akan mendapatkan bagian dari kekayaan yang dimiliki oleh prof Yahya. Baik yang ada di luar ataupun didalam negeri.

__ADS_1


Seperti menantu-menantu yang lain. Jika ingin membuka usaha maka prof Yahya pasti akan sangat mendukung dengan menjadi investor utama. hal ini terbukti semua menantu prof Yahya telah memiliki unit usaha sendiri dan sukses dibisnisnya masing-masing.


Setelah beberapa menit kemudian datanglah prof yahya beserta istrinya serta Aqib sekretaris pribadinya. Seorang pelayan mempersilahkan tuan dan nyonya besar untuk duduk. Aqib berdiri agak jauh dari tuannya. dia juga sebenarnya memiliki kepentingan saat ini untuk mengetahui keputusan tuannya. Karena dengan dia tahu maka akan bisa untuk mengambil langkah selanjutnya.


'' bagaimana kabar kalian?''


'' kabar kami sangat baik. Seperti suasana hari ini. Begitu tenang dan damai''


''Jelas saja ini kan tempat pribadi, maka tidak ada orang yang berlalu lalang.'' gumam Aqib dalam hati.


Mendengarnya saja membuat Aqib sedikit terpancing emosi. Merasa muak dengan kedua orang tamu tuannya.


Jelas Aqib juga sudah mengetahui motif kedua orang tua Stella. Namun Aqib enggan untuk mengatakannya pada prof Yahya. Hal itu dilakukan untuk menjaga hubungan pertemanan prof Yahya dan tuan Agam.


''bagaimana rencana kita mengenai peejodohan Stella dan Temmy?''


''kami merasa mereka sangat cocok. Bukan begitu pap?'' istri tuan Agam menyambung oembicaraan suaminya.


'' iya benar'' tuan agam tertawa gembira.


setelah beberapa menit datang dua pelayan membawa hidangan pembuka. Saat itulah prof Yahya mengatakan keputusannya.


'' saya sudah mendengar banyak hal tentang putrimu itu. saya juga sudah mengetahui tentang dirinya dimasa lalu. Selain itu, saya juga mendapat banyak laporan mengenai putrimu saat ini''


Deg.....


sebagai orang tua Stella seharusnya merasa malu saat mendengar bahwa orang didepannya itu sudah mengetahui semua watak dan kelakuan putrinya. Namun berbeda dengan kedua orang ini. Mereka masih bisa tersenyum.


'' jadi keputusanku adalah tetap akan menikahkan Temmy dengan Stella.''


Aqib yang mendengarnya langsung merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan tuan besarnya. Bagaimana bisa dia mengambil keputusan itu.


'' namun dengan satu syarat''


'' apa itu syaratnya?''

__ADS_1


'' Stella harus tetap tinggal di luar negeri. kalian tidak boleh menemuinya. jika kalian ingin menemuinya, maka harus sepengetahuanku.''


''baiklah kami setuju. Kami akan menuruti semua aturan ini.''


'' tapi pap bagaimana ini?'' istri Agam sambil berbisik pada suaminya.


''kita tetap bisa menelponnya setiap saat bukan?'' tuan Agam menunjunkan wajah cemasnya.


'' tetap harus melalui sekretaris saya'' Aqib sedikit membungkukan kepala.


Pertemuan tersebut diakhiri dengan makan malam. Setelahnya prof Yahya pulang dengan istrinya.


Keputusan yang diambil tuan besar prof Yahya terngiang dikepala Aqib. apa yang akan dia katakan pada tuan mudanya. Rencana apa yang dia lakukan selanjutnya untuk tetap menjaga semuanya. Sungguh hal ini diluar dugaan Aqib.


saat memikirkan dia hanya menggelengkan kepala. tuan besarnya memang seperti itu. Sering melakukan keputusan diluar dugaan. Dan akhirnya Aqiblah yang akan direpotkan.


Sepanjang perjalanan Aqib mefenung memikirkan rencana lain. Mau tidak mau dia harus menghubungi Temmy dan berbicara yang telah terjadi di sini. Temmy harus tahu semuanya. Ini menyangkut kehidupannya.


Sedangkan ditempat lain, seorang wanita hamil sedang bersiap untuk tidur. Hari ini dia sudah melewatkan pekerjaannya dengan baik. Sambil mengusap perutnya yang masih rata, dia sambil mengajak bicara anak yang dalam kandungan.


'' sehat-sehat sayang. walaupun tanpa papahmu, kita harus sama-sama berjuang. Mamah akan selalu melindungimu dan menjagamu. Tumbuhlah di rahim mamah'' Aryan mengusap perutnya.


saat Aryan menarik selimut setelah mematikan lampu kamarnya tiba-tiba ponselnya berdering.


''Siapa yang menelfon dimalam-malam begini. Apa tidak tahu kalau ini waktunya istirahat'' Aryan bangun menuju meja rias yang terletak tak jauh dari tempat tidurnya. Disitulah dia meletakkan ponselnya.


*


*


*


Bersambung....


Terimakasih sudah membaca......

__ADS_1


__ADS_2