
setiap wanita yang sedang hamil pasti ingin selalu dimanja oleh suaminya. Ingin dipenuhi semua keinginannya. Emosinya tidak stabil karena ingin diperhatikan oleh suaminya serta orang-orang disekitarnya.
Hal ini wajar adanya karena mereka adalah makhluk istimewa yang sedang dititipi Tuhan sebuah janin dalam rahimnya.
sama halnya dengan Aryan. Wanita yang sedang mengandung benih cintanya dengan suami tercinta. Seharusnya ini adalah momen yang membahagiakan bagi mereka berdua, namun nyatanya Aryan mendapati dirinya hamil dalam keadaan sendirian tanpa ditemani sang suami di sisinya.
Sungguh malang nasib Aryan. Dikehamilan pertamanya ini dia harus mampu untuk menahan ego amarah serta semua keinginannya demi sang buah hati.
Untungnya Aryan masih memiliki ibu yang sangat menyayanginya. Kehadiran ibunya sangat penting bagi Aryan. Hanya ibu mira yang mampu memahami Aryan.
'' nak minum dulu susunya''
'' eh ibu'' Aryan tersadar dari lamunannya.
''kamu sedang memikirkan apa sih?''
'' ngga memikirkan apa-apa ko bu'' Aryan tersenyum dan menerima segelas susu hangat yang diformulasikan khusus bagi ibu hamil. Konon katanya susu ini baik untuk perkembangan janin.
Aryan meminumnya sampai habis. ini memang jadwal rutin Aryan meminum susu. Semuanya sudah di buatkan jadwal oleh dokter kandungan Aryan. Baik waktunya maupun variasi menunya. Aryan juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokternya kapanpun dia mau.
Dokter kandungan ini merupakan dokter pribadi. Yang sudah menangani keluarga besar prof Yahya. Hal ini tentu atas saran dari pak Aqib.
pak untung dan bu nur memberikan semua yang Aryan inginkan. Mereka sudah menganggap Aryan seperti anak sendiri.
'' bu nur hari ini saya ingin makan asinan. Bu nur mau membuatkannya untukku?''
'' tentu nona akan saya buatkan spesial untuk nona''
'' terimakasih bu nur''
Naura adik Aryan sering bolak balik ke villa untuk mengunjungi ibu dan kakaknya. Dia lah yang sering membawa cemilan yang dipesan oleh Aryan.
baru seminggu mereka bertemu, naura harus datang lagi ke villa. Kali ini dia sambil membawa sesuatu untuk kakaknya.
'' hallo kak, gimana kabar kakak?''
'' kakak baik-baik saja naura''
''ini ada titipan buat kakak''
'' titipan apa?''
'' nanti kakak lihat sendiri ajah.''
'' kamu ini senengnya buat kakak penasaran''
'' oya kakak minta dibawain apa?''
''bawain es boba rasa capuchino yang ada di depan toko kue''
''baiklah''
Naura menutup panggilannya. Dia menatap seorang pria yang ada dihadapannya tersebut.
__ADS_1
''maaf kak. Sudah lama kak Aryan tidak tinggal dirumah ini. Sekarang kak Aryan tinggal ditempat lain. Dan kakak dengar sendirikan tadi kak Aryan bilang kalau dia baik-baik saja''
'' boleh saya menemuinya?''
Huft.......
Naura menghela napas.
''Sepertinya kak Aryan sedang tidak ingin ditemui orang lain kak. maaf yah''
''Katakan padanya jika aku sangat merindukannya''
'' baik kak husny''
Husny kecewa tidak bertemu dengan Aryan. Tidak tau dimana tempat tinggalnya saat ini. juga tidak mendapat kesempatan untuk berbicara dengannya. Hanya mendengar sedikit suaranya saja.
Aryan bukannya tidak ingin bertemu dengan teman-temannya hanya saja dia menjaga supaya tidak ada omongan bagi dia dan keluarganya dikemudian hari.
Maklum saja, jika teman-temannya tahu bahwa Aryan sedang mengandung, maka hal ini tidak bisa diterima oleh mereka.
Aryan sendiri masih merahasiakan tentang pernikahannya. Jelas hal ini dilakukan karena mereka belum tercatat secara administrasi negara. Bagaimana bisa teman-temannya menerima kondisi Aryan yang sedang hamil.
Husny pulang tanpa bertemu dengan aryan. dia langsung menemui wendry, waco, dan dyah. Aryan sudah lama sekali tidak pernah menghubungi teman-temannya. Hal itu membuat mereka sangat merindukan Aryan.
'' gimana kabar Aryan?''
'' dia baik-baik saja''
'' apa Aryan tidak merindukan kita?''
'' kamu bertemu Aryani?'' dyah langsung menanyakan hal itu katena dia paham. ini untuk memperyegad saja.
'' tidak. Aryan sudah lama tidak tinggal dirumah. Entah dia berada dimana saat ini?''
'' kamu tidak tanya langsung?''
'' sudah. Tadi yang menemuiku Naura. Dia tidak memberitahukan keberadaan Aryan saat ini. Dia menelpon Aryan. ''
'' jadi kamu sempat bicara dengan Aryan? ''
''saya hanya mendengar suaranya saja''
Husny mengakhiri ucapannya dan menunduk. Ada sebuah kristal bening yang mebgalir diujung mata husny.
Teman-teman paham betapa besar cinta husny pada Aryan. namun mereka juga tidak dapat berbuat apa-apa.
Keesokan harinya sesuai janji Naura dia akan mengunjungi kakaknya. Tak lupa dia juga membawa pesanan sang kakak.
Naura berangkat dijemput oleh pak untung. Kini pak untung lebih sering bolak balik kerumah Aryan. Karena sering menjemput dan mengantarkan keluarga Aryan. Jadi mereka sudah kenal betul.
Dari kejauhan ada sepasang mata yang sedang mengintai gerak gerik naura. Karena tak seperti biasanya, naura menaiki mobil mewah.
Mobil melaju menuju jalanan pinggir kota yang terkenal akan kesejukannya. setelah beberapa jam mobil sampai didepan villa besar. Naura terlihat turun dari sana.
__ADS_1
ibu mira sudah berada di depan pintu menyambut naura.
'' gimana perjalanannya?''
'' lancar bu''
''kamu pasti lelah yah? Tuh bu nur sudah buati minuman buat kamu. Yuk masuk''
Naura masuk kedalam villa. Ibu mira melihat ada seora pria yang duduk di motornya sambil menatap kearah mereka. Wajah pengendara itu samar, namun bu mira seperti mengenal sosok tersebut. Saat bumira mendekati gerbang depan, dengan segera pengendara memakai helemnya dan melajukan motornya.
'' aneh, kenapa langsung pergi? Sepertinya saya kenal dengan orang itu'' gumam ibi mira dalam hati
Sang pengendara motor berhenti tak jauh dari villa tersebut. Dia membuka helm dan segera menghubungi seseorang.
'' saya sudah tahu Aryan dimana?''
''benarkah husny?''
'' benar dyah. Sekarang kamu hubungi teman-teman. Saya akan tunggu disini. Saya kirim lokasinya yah.''
'' baiklah''
Husny memutuskan sambungan teleponnya.
Sedangkan didalam villa, Naura menyerahkan sesuatu untuk Atyan
'' nih ada titipan''
'' apa ini?''
''buka saja''
Sebuah undangan yang berlogo universitas tempat dia kuliah.
''Undangan wisuda'' Aryan mengucapkannya pelan
''Kakak mau datangkan?''
'' kakak ngga tahu, menurut ibu bagaimana?''
'' nak wisuda itu merupakan rangkaian akhir perjuanganmu selama dibangku perkuliahan. Itu penting karena menandakan bahwa kamu sudah lulus kuliah. Tetapi semua terserah kamu nak. Kamu yang menjalaninya. Jika kamu tidak siap lebih baik jangan''
'' tapi kehamilanku bagaimana? ''
'' ngga pa pa. Belum begitu terlihat''
ucapan ibu mira membuat hati Aryan tenang. Sementara husny yang sedang berada diluar villa masih penssaran dengan penghuninya.
*
*
bersambung....
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca.....