Itik Incaran Para Serigala

Itik Incaran Para Serigala
* bab 35 kakak ipar


__ADS_3

sebuah pertemuan yang tidak disengaja dengan seseorang pasti menimbulkan rasa senang ataupun tidak senang. mungkin juga ada rasa terkejut dengan pertemuan yang mendadak.


seperti halnya yang sedang dihadapi temmy kali ini. dia senang bertemu dengan saudaranya namun dia tidak senang karena pertemuan ini di waktu yang kurang tepat.


Gery merasa senang bertemu dengan temmy namun dia canggung dengan kabar yang dia dapatkan saat ini. dia masih belum percaya dengan kata suami istri yang diucapkan temmy. seperti belum terbiasa dengan apa yang didengar.


aryan salah satunya yang merasa senang dalam pertemuan kali ini. dia bertemu dengan orang yang dekat dengan suaminya. dan tentu saja temmy memperkenalkan Aryan sebagai istrinya. hal ini membuat Aryan merasa tersanjung disayang oleh temmy.


kini mereka bertiga sedang berada di sebuah cafe dalam taman buah. sambil menikmati jus buah yang mereka pesan. temmy duduk di samping Aryan.


duduk di kursi panjang untuk dua orang atau lebih. tangan Aryan selalu digenggam oleh temmy. seakan-akan tidak ingin berpisah. Gery duduk persis di depan mereka berdua.


''mas Gery sahabatan sudah lama sama mas temmy? '' Aryan memecahkan suasana canggung diantara mereka


''sudah lama sekali sayang. sejak mas masih kecil sudah kenal sama Gery. betul kan Gery?''


''oh iya betul begitu''


''kalian ini teman bermain atau teman sekolah?''


''teman bermain dong.''


''dari tadi mas terus yang jawab. saya kan pengin ngobrol juga dengan mas Gery. maafkan suami saya mas Gery.''


''eh tidak apa-apa''


''kenapa dia mesti minta maaf sih. kan saya jadi nggak enak sendiri.'' gumam Gery dalam hati


drt..... drt.... ponsel Aryan berdering.


''saya angkat telepon dulu ya mas. ini Dyah yang menelpon. Mungkin ada yang penting.''


''iya jangan lama-lama sayang.'' sambil mengusap lembut punggung tangan istrinya


Aryan berjalan agak menjauh dari dua pria ini. keduanya kini bisa lebih leluasa untuk membicarakan sesuatu yang pasti tidak untuk diketahui Aryan.


''katakan tem''


''apa?''


'' siapa dia?''


'' dia Aryan istriku kami benar-benar menikah kak. percayalah''


''apa dia berasal dari kalangan kita?''


'' dia dari keluarga sederhana. ayahnya sudah meninggal, ibunya seorang penjahit.''

__ADS_1


'' lalu..''


''apalagi kak?''


'' jelaskan semua yang harus kamu jelaskan padaku.'' Gery berbicara dengan nada sedikit penekanan


''bingung mau mulai dari mana.'' sedikit tersenyum


''baiklah mulai dari kamu kenal dia dan alasan kenapa kamu sampai menikah dengannya tanpa sepengetahuan mami dan papi''


temmy menarik napas dengan berat.


'' baiklah. saya jelaskan. saya menikah dengan dia karena tidak disengaja ''


'' maksudnya kamu menikah karena.... '' belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya temmy buru-buru menyela


'' oh tidak. dengarkan dulu penjelasanku. kamu mungkin tidak percaya. dia bukan tipe gadis seperti itu. kami saja baru melakukan hubungan suami istri beberapa hari yang lalu.''


Gery diam memposisikan dirinya untuk siap mendengarkan penjelasan dari temmy.


'' terus...''


'' kita kenal karena di acara penyambutan Mr Kim. dia mahasiswa yang ditunjuk untuk acara jamuan di rumah papi. pertama kali saya bertemu dia. saat itu saya belum punya rasa ke dia. hanya penasaran saja. tapi lama-lama ada rasa ingin tahu banyak termasuk dorongan untuk bertemu dengannya. ''


''oh saya paham. saat kamu penasaran, dia memanfaatkan mu untuk mendekatimu. ini jelas karena kamu anak pemilik yayasan perguruan tinggi itu''


''apa ??''


''nggak percaya kan? memang sih kedengarannya naif tapi memang itu kenyataannya''


''terus gimana papi dan mami ? apa mereka bisa menerima aryan? apa Aryan juga bisa menyesuaikan diri''


''nah karena itu. papi dan mami belum tahu. mereka juga nggak curiga. orang saya tetap datang ke rumah kok, setiap pagi sampai sore. nah sorenya saya pulang ke rumah istri.''


''gila kamu tem'' menggeleng gelengkan kepala


''memang cinta buat saya gila kak''


''kapan kamu ngenalin dia ke papi mami ?''


'' sudah ada rencana sih. tapi nanti.''


'' denger-denger kamu harus berangkat ke luar, perusahaan sedang ada masalah kan ?''


'' iya betul. maka dari itu. sebelum saya pergi saya mengajak istri bulan madu ''


'' bulan madu ko ke villa pribadi. ngga modal kamu''

__ADS_1


'' yah kak, bagi dia diajak ke villa ajah sudah senang ''


'' istrimu ini memang unik yah. ''


'' kak mumpung kita ketemu. saya titip Aryan. selama saya berangkat ke luar. tolong jaga dia. jangan sampai ada yang melukai hatinya. saya sangat mencintainya kak'' temmy menunduk. kata-kata yang dia ucapkan sungguh serius mengena di hati kakaknya


Gery menghela nafas panjang


'' baiklah tem. kakak akan berusaha untuk menjaganya. ''


'' nanti sepulang dari sana, saya akan memperkenalkan dia pada papi dan mami."


kedua orang tersebut memandang ke arah Aryan. temmy memandang dengan penuh cinta. semoga saat dipertemukan dengan kedua orang tuanya nanti, hatinya sudah siap untuk menerima apapun hasilnya baik diterima ataupun ditolak.


dia juga berharap Aryan akan segera bisa menata hatinya saat hal yang tidak diinginkan terjadi nanti. karena temmy sudah sangat mencintai Aryan saat ini. baginya pernikahan ini bukanlah main-main.


tak berselang lama Aryan menyudahi panggilan telepon dari Dyah. dia mendekati kedua pria yang sedang duduk berhadapan. aryan duduk kembali di samping temmy.


'' maaf ya mas. lama yah nunggunya. ''


'' ngga ko''


'' tadi Dyah tanya banyak banget. makanya lama. itu juga karena Aryan buru-buru ingin matiin panggilan kalau nggak, mungkin sekarang Dyah masih telpon terus ''


'' nggak apa-apa sayang '' temmy mencium tangan Aryan.


saat itu Gery melihat ada cinta yang tulus diantara mereka. Gery pun ikut memikirkan nasib hubungan mereka jika nanti kedua orang tuanya tidak bisa menerima Aryan sebagai menantu.


berat sekali permasalahan yang dihadapi temmy adiknya. ditambah lagi mereka sudah menikah. tentu bukan sebuah hubungan yang biasa. ada tanggung jawab yang besar di dalamnya.


apa yang mesti Gery lakukan untuk temmy dan istrinya. jelas disini Aryan bukanlah tipe menantu idaman bagi kedua orang tuanya. jauh dari kata ideal.


Gery ingat betul saat dia memperkenalkan istrinya yang waktu itu masih menjadi kekasihnya. kedua orang tuanya benar-benar menanyakan tentang bibit bebet bobot dari calon istrinya.


serta bukanlah hal yang mudah saat menghadapi kedua orang tuanya.


*


*


*


bersambung....


terimakasih sudah membaca....


jangan lupa komentarnya yah besti.

__ADS_1


__ADS_2