
temmy menatap wajah Aryan. ada sendu kesedihan dimatanya. temmy tidak tega melihat Aryan seperti itu. karena hari sudah larut malam temmy pamit pulang. masih ada sesuatu yang mengganjal di hati temmy.
temmy sangat iba melihat kondisi keluarga Aryan yang sedang terlilit hutang. sehingga muncul di hatinya ingin membantu Aryan. tetapi sekali lagi dia berfikir apakah hal yang dia lakukan tersebut akan menyinggung perasaan Aryan dan keluarganya atau tidak.
saat sampai di rumahnya, temmy bertemu dengan pak Aqib.
'' pak temmy dari mana? sedari siang dicari pak prof Yahya. kenapa ponsel pak temmy tidak bisa di hubungi? '' kata pak aqib dengan berondong pertanyaan
'' saya habis pergi '' jawab temmy datar sambil melangkah meninggalkan Aqib. namun baru beberapa langkah, temmy langsung berbalik dan memanggil Aqib.
'' ada yang ingin saya bicarakan '' ucap temmy
" saya tau pak temmy " ucap Aqib
" tapi tidak disini, kita keluar saja" temmy berjalan didepan Aqib. setelah mereka berada di luar
'' saya seharian pergi dengan Aryan '' kata temmy
'' saya tahu pak temmy '' ucap Aqib
'' kamu tau mas Aqib, keluarga Aryan ternyata sedang ada masalah. mereka terlilit hutang pada rentenir. hutang yang ditinggalkan oleh ayahnya Aryan. sebenarnya hutang itu sudah lunas hanya tinggal bunganya saja. dan kamu tahu mas Aqib, bunganya itu tinggal sepuluh juta. sedangkan orang tua Aryan hanya bekerja sebagai penjahit. bagaimana untuk menghidupi keluarga itu? bagaimana dengan biaya sekolah dan kuliahnya. jika saya membantu mereka apa itu salah? apa tidak membuat hati Aryan terluka? '' temmy berbicara banyak dengan mata yang memandang kosong kedepan.
'' sebenarnya saya sedikit tahu mengenai dia, sehingga jika anda meminta saran pada saya. lebih baik jauhi saja dia. saya tidak ingin jika hal ini menyulut masalah antara anda dan prof Yahya. lakukan yang terbaik. setelah itu menjauhlah '' kata Aqib dengan tegas
''maafkan saya tuan temmy, inilah yang terbaik untuk semuanya.'' ucap Aqib dalam hati sambil sedikit membungkuk dan meninggalkan temmy di depan rumah sendirian. Aqib tahu yang diinginkan prof Yahya, yang pasti bukan Aryan.
temmy diam sejenak. dibenaknya penuh dengan banyak pertanyaan dan pertimbangan. disela-sela lamunannya dia mendapat pesan dari asisten yang sudah lama belum memberi kabar.
Ting..
maaf tuan,
hari ini ada sedikit kendala diperusahaan. ada beberapa tender yang tiba-tiba dibatalkan. salah satunya dari perusahaan alexandria corp. padahal sudah lama kita bekerjasama dengan perusahaan tersebut. namun kali ini perusahaan itu mengecewakan kita. ( Daniel)
baiklah. kamu tangani dulu sementara. mungkin dalam beberapa hari kedepan saya akan ke sana ( temmy )
temmy berjalan gontai menuju kamarnya. pikirannya sangat lelah kali ini. temmy mengambil ponsel dan mencoba untuk mengirim pesan pada Aryan.
sudah tidur? (temmy)
__ADS_1
lama sekali pesan yang dikirim temmy belum juga mendapat balasan. dan setelah satu jam kemudian
Ting.... ponsel temmy bergetar
belum (Aryan)
masih mikirin yang tadi? (temmy)
Iyah (Aryan)
kenapa? ga usah di pikirin. kan saya sudah bilang besok terakhir kali mereka datang. (temmy)
justru itu mas, saya mau bayar pakai apa coba? (Aryan)
pake uang lah (temmy)
ya uang dari mana? (Aryan)
dari saya (temmy)
maksudnya saya hutang lagi sama mas gitu? ( Aryan)
emangnya mas ada uang? (Aryan)
ya ada lah. cuma segitu (temmy)
pasti itu hasil nabungnya mas yah. Aryan jadi ngga enak jika semua tabungan mas terkuras untuk bayar hutang Aryan (Aryan)
oh iya gitu ya. ( temmy)
dia tersenyum sendiri membaca pesan dari Aryan. kini temmy sudah tertidur lelap. begitu pula dengan Aryan yang berada diruang yang berbeda, dia sudah tertidur pulas.
*********
embun pagi ini terasa sangat sejuk. menyapa setiap jiwa yang terlelap dalam peraduannya. membangkitkan semangat semua raga agar memulai aktivitasnya.
temmy sejak pagi-pagi sudah bersiap diri untuk menemui para tukang tagih d rumah Aryan. dia sudah menyediakan uangnya. bagi temmy uang segitu sangatlah sedikit tapi berbeda dengan Aryan, dia mungkin baru bisa melunasi ketika sudah bekerja nanti.
temmy sejak pagi hanya meminum segelas smoothies kesukaannya yang dicampur yoghurt serta dibubuhi sedikit kacang almond. kini dia melajukan mobilnya menuju rumah Aryan.
__ADS_1
sesampainya temmy di rumah Aryan. dia dihidangkan secangkir kopi.
'' silahkan di minum mas'' ucap Aryan sambil masuk ke dalam rumah meletakkan baki di dapur.
'' Aryan bagaimana kalau mereka datang ke sini menagih janji temmy yang semalam ?'' tanya ibu Mira
'' ibu tenang saja, Aryan percaya sama mas temmy. '' ucap Aryan
'' mas temmy meminjamkan uang pada kita untuk melunasi hutang pada pak Riko. nanti kalau Aryan sudah bekerja pasti Aryan akan mencicil hutang pada mas temmy. kita tidak meminta uang pada mas temmy. kita hanya dibantu untuk segera terlepas dari jerat hutang ke pak Riko. setidaknya kita tidak ditagih dengan cara yang kasar seperti mereka '' jelas Aryan panjang. ibu Mira akhirnya sedikit tenang mendengar penjelasan Aryan. raut wajah khawatirnya sedikit memudar.
benar saja setelah beberapa saat didepan rumah sudah terdengar suara orang berdebat. ternyata tukang tagih itu sudah datang dan kali ini datang bersama tuannya yaitu pak Riko. rentenir yang meminjamkan uang pada ayah Aryan.
sebenarnya hutang itu terjadi tidak sengaja. ayah Aryan sedang membutuhkan biaya untuk membeli rumah yang waktu itu masih ngontrak. itu terjadi saat Aryan masih duduk di bangku SMA. rumah yang sekarang ditinggali Aryan dulunya milik pak Riko.
pak Riko memaksa mereka untuk membeli rumah tersebut, jika tidak maka mereka harus keluar karena rumah itu akan dibeli orang lain. ayah Aryan berpikir jika mereka pindah pasti akan merepotkan anak dan istrinya. akhirnya dengan terpaksa membeli rumah pak Riko tersebut.
Aryan dan ibu Mira segera keluar rumah untuk menghadapi mereka.
'' sesuai janji saya akan melunasi bunga hutang hari ini juga '' ucap temmy tegas
pak Riko tersenyum tipis. namun pak Riko malah melempar sebuah map ke meja di depannya.
'' lihat dan baca surat perjanjian itu. di situ tertulis jika hutang melebihi tenggat waktu yang disepakati maka Aryan harus menikah dengan saya.'' pak Riko tertawa dengan penuh semangat
'' permainan apa lagi ini! '' seru ibu Mira yang sambil membuka map tersebut. Aryan terkejut mendengarnya. bagaimana tersambar petir di siang bolong. temmy marah dan hampir saja memukul pak Riko namun di halangi Aryan.
ibu terduduk lemas tak percaya dengan itu. kenapa suaminya tega menyerahkan putrinya pada orang sejahat Riko.
map direbut Aryan dan dibaca bersama temmy. isi perjanjian itu benar adanya. namun dibawahnya ada beberapa poin yang dibaca temmy. bahwa Aryan tidak akan diserahkan jika telah menikah.
*
*
*
bersambung....
terimakasih sudah membaca....
__ADS_1
jangan lupa komentarnya yah besti....