Jangan Panggil Aku Pelakor!

Jangan Panggil Aku Pelakor!
Hari Pernikahan


__ADS_3

Pernikahan Reyhan dan Luna di gelar di daerah Lembang, Bandung dengan konsep outdoor dan menyatu dengan alam. Keluarga Reyhan dan Luna sebenarnya sangat ingin pernikahan mereka digelar di gedung mewah yang ternama di kota Bandung. Akan tetapi, Luna dan Reyhan ingin menikah di luar ruangan saja. Keluarga pun akhirnya menyetujui keinginan kedua mempelai karena mereka tidak ingin pernikahan Reyhan dan Luna batal.


Nayla sedang memberikan sentuhan akhir di kulit wajah Luna. Pukul 4 pagi Nayla dan team memang sudah datang ke lokasi acara untuk merias pengantin. Setelah selesai memake over wajah Luna, Nayla pun segera memasang sigger di kepala sahabatnya. Siger adalah mahkota yang terbuat dari campuran logam. Dalam pernikahannya, Luna memang memilih konsep adat sunda untuk acara pernikahannya.


"Bagaimana? Apa pengantinnya sudah siap?" Anita, ibu dari Luna masuk ke dalam ruang rias pengantin.


"Ma?" Luna dengan riang tersenyum ke arah ibunya.


"Apa-apaan ini? Kamu sengaja bikin anak saya gak pangling di hari pernikahannya?" Gerutu Anita kepada Nayla yang baru saja selesai memasang siger.


"Ada masalah, Bu?" Nayla tampak kebingungan.


"Mama kenapa sih?" Luna tampak sungkan akan sikap ibunya.


"Ini apa-apaan kamu kasih make up begini? Jadinya anak saya gak pangling kan!" Bentak Anita.


Asisten Nayla yang bernama Adam yang sedang menghias pagar ayu/bridesmaid pun tampak masuk ke dalam ruang rias pengantin.


"Ada apa, Nay?" Tanya Adam.


"Apa yang salah Bu dari riasan Luna?" Nayla masih bersikap biasa dan tidak terpancing emosi.


"Ini kamu olesin lipstik warna pucat banget di bibir anak saya. Terus ini eye shadow dan yang lainnya pun warnanya lembut banget. Kamu bisa bedain gak make up biasa sama pernikahan? Rugi banget saya nyewa kamu buat nikahan anak saya!" Emosi Anita semakin menggebu.


"Ma, Luna yang minta make upnya supaya natural kaya gini," Luna menengahi.


"Iya, Bu. Saya hanya mengikuti keinginan Luna. Dia ingin make upnya flawless dan soft," Nayla menjawab.


"Halah, alasan saja! Tidak usah bela dia, Lun. Kamu sengaja kan? Kamu masih dendam kan karena Rey lebih milih Luna dari pada kamu! Makanya kamu sengaja jelek-jelekin riasan anak saya," tuduh Anita dengan membabi buta.


"Ma, mama malu-maluin Luna aja!" Luna memotong.


"Begini saja, Bu. Ibu ingin bagaimana untuk riasan wajah Luna? Saya akan menggantinya," Nayla memberikan jalan tengah.


"Saya ingin warna make upnya cerah. Bold gitu biar wajah anak saya manglingi," cecar Anita.


"Saya ingin warna lipstiknya merah menyala bukan pucat kaya gini," lanjutnya lagi.


"Baik, Bu. Saya ganti ya?" Nayla segera mengganti make up di wajah Luna.


"Maaf ya, Nay?" Luna merasa tidak enak hati.

__ADS_1


"Tidak apa, Lun."


"Padahal aku sudah lumayan lelah. Ini malah mengulang pekerjaanku," batin Nayla.


"Nah ini baru bagus," Anita tersenyum saat Nayla sudah mengganti make up putrinya.


"Nanti buat acara resepsi jangan disalah-salahin lagi ya?" Sindir Anita kepada Nayla.


"Bu, kan tadi anak ibu udah bilang kalau dia yang request make upnya. Nayla cuma turutin aja request anak ibu," Adam merasa tidak terima Nayla terus disudutkan.


"Sudahlah, Mas," Nayla menarik tangan pemuda yang menjadi asistennya itu.


"Ayo, sayang! Mama gandeng kamu," Anita membantu Luna untuk berdiri karena akad akan segera dimulai.


"Nay, aku baru pertama kali dapat clien yang ruwet kaya gini," cerocos asisten Nayla yang lain yang bernama Ayu saat Anita dan Luna sudah keluar dari ruang rias pengantin.


"Sabar aja, Yu! Sikap clien itu beda-beda," Nayla menyemangati Ayu.


"Ya sudah, Nay. Ayo kita lihat acara akadnya!" Ajak assiten Nayla.


"Harus nonton ya?" Nayla tersenyum kaku. Ia merasa tidak sanggup melihat pernikahan antara Reyhan dan Luna.


Nayla dan kedua asistennya pun sudah sampai di venue tempat dilaksanakannya akad. Nayla melihat lokasi sudah dipenuhi keluarga Reyhan, tak lupa mereka membawa seserahan/hantaran yang berisi barang-barang mewah dan branded.


Hati Nayla menjerit. Inilah hal yang selalu diimpi-impikannya dulu, menikah dengan pria bernama Reyhan Natapraja. Penghulu pun sudah mulai memberikan aba-aba, ayah dari Luna pun segera mengucapkan ijab kabul sesuai arahan dari penghulu.


"Reyhan Natapraja bin Handi Natapraja, saya nikahkan anak saya yang bernama Luna Meysha Azharia binti Farhan Hidayat dengan seperangkat alat sholat dan mas kawin sebesar 100 gram dibayar tunai," ucap Farhan, ayah dari Luna.


"Saya terima nikah dan kawinnya Nayla Ardelia Jovita binti Agus Rahman dengan-"


Ijab kabul Reyhan terhenti karena para hadirin terlonjak kaget mendengar nama yang disebutkan pria itu. Begitu pun dengan Nayla, ia juga merasa kaget mendengar namanya disebut.


"Nay, kok nama kamu disebut sih?" Tanya Adam yang kaget nama partner kerjanya dibawa-bawa.


"Iya, Nay. Kamu kenal cowo itu?" Tanya Ayu.


"Dia mantan pacarku," Nayla tersenyum kecil.


"Ya ampun, Nay! Maaf ya kita malah ngajak kamu ke sini," Adam merasa tidak enak hati.


"Gak apa-apa, Mas."

__ADS_1


"Terus kenapa kamu mau aja hiasin nikahan mantan?" Adam tampak sedih.


"Itu kan sudah tugasku," Naya tersenyum paksa.


Sedangkan penghulu pun memberikan aba-aba ulang untuk ijab kabul Reyhan yang kedua kalinya.


"Rey, jangan malu-maluin aku!" Rengek Luna, ia merasa dipermalukan.


"Maaf, Lun!" Jawab Reyhan sambil terus menatap ke arah tempat Nayla berdiri.


"Reyhan Natapraja bin Handi Natapraja, saya nikahkan anak saya yang bernama Luna Meysha Azharia binti Farhan Hidayat dengan seperangkat alat sholat dan mas kawin sebesar 100 gram dibayar tunai," Farhan mengucap ulang ijab kabul.


"Saya terima nikah dan kawinnya Nayla-" Reyhan menghentikan kembali ucapannya saat meja diketuk oleh penghulu.


"Kakak, apa-apaan sih?" Omel Winie yang duduk di belakang kakaknya.


"Kakakmu malu-maluin aja!" Rika berdecak kesal.


"Fokus dong, Rey!" Handi menatap kesal putranya.


"Nay, mantanmu gak bisa move on tuh! Kamu pakai ajian apa sih Nay? Semar mesem?" Adam tertawa-tawa.


"Rasain tuh! Anaknya dimalu-maluin kan?


Makanya gak usah sombong," Ayu ngedumel mengingat perlakuan Anita kepada Nayla ketika di ruangan rias tadi.


Karena sudah dua kali salah, akhirnya penghulu pun menulis ijab kabul yang harus diucapkan Reyhan. Penghulu pun memberikan teks ijab kabul itu kepada Reyhan untuk dibaca.


"Reyhan Natapraja bin Handi Natapraja, saya nikahkan anak saya yang bernama Luna Meysha Azharia binti Farhan Hidayat dengan seperangkat alat sholat dan mas kawin sebesar 100 gram dibayar tunai," Farhan mengucap ulang ijab kabul untuk ketiga kalinya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Luna Meysha Azharia binti Farhan Hidayat dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," Reyhan membaca teks yang ditulis.


"Bagaimana kedua saksi?" Penghulu menoleh ke arah dua orang saksi.


"Sah," seru kedua saksi itu.


Penghulu pun segera memimpin doa. Sesudah itu, Reyhan dan Luna diminta untuk menandatangani buku pernikahan mereka.


"Rey, selamat untuk pernikahanmu! Aku tidak pernah menyangka akhirnya akan begini," Nayla tersenyum walau perih di hatinya sudah tidak bisa digambarkan oleh kata-kata lagi.


"Nay, aku janji ini bukan akhir dari segalanya!" Reyhan menatap Nayla dengan perasaan yang bergejolak.

__ADS_1


__ADS_2