Jangan Panggil Aku Pelakor!

Jangan Panggil Aku Pelakor!
Kedatangan Luna


__ADS_3

Semakin hari rumah tangga Reyhan dan Luna semakin tidak harmonis. Bahkan hari ini Reyhan sudah bulat untuk mengajukan cerai ke pengadilan agama. Reyhan sungguh sangat tidak kuat hidup bersama Luna. Setiap malam wanita itu selalu datang padanya dengan memakai lingerie. Seolah merayu Reyhan untuk mencicipi tubuhnya. Akan tetapi, bukannya tergoda, Reyhan malah semakin muak dibuatnya.


Beberapa hari kemudian, Luna mengetahui jika Reyhan sudah memasukan gugatan cerai ke pengadilan tinggi agama. Luna menangis meraung. Ia tidak menyangka jika Reyhan bisa senekat ini dan menentang keluarganya dengan lantang. Reyhan sendiri sudah beberapa hari ini tidak menampakan batang hidungnya kepada Luna. Pria itu seakan hilang ditelan bumi karena Rika sang mama pun tidak tahu ke mana sang putra pergi.


"Nayla, aku harus datang kepada wanita j*lang itu!!" Luna mengepalkan tangannya seakan bersiap untuk menghajar Nayla. Atas semua yang terjadi, Luna tetap saja mengkambing hitamkan Nayla atas peristiwa yang menimpa hidupnya.


Entah apa yang ada di pikiran wanita itu, Luna masih saja bersikeras jika Nayla yang sudah membuat Reyhan seperti ini. Luna amat membenci mantan sahabatnya itu. Luna dengan cepat mengemudikan mobilnya dengan kecepatan maksimal, ia langsung datang ke galeri di mana Nayla bekerja. Luna ingin membuat perhitungan dengan Nayla.


Sesampainya di galeri, Luna langsung menerobos masuk dan mendekati Nayla yang sedang membereskan kebaya untuk pernikahan cliennya hari minggu nanti. Wanita itu masuk tanpa permisi. Ia dengan cepat melewati beberapa pegawai yang sedang beraktivitas di galeri. Sementara Nayla tampak tidak menyadari kehadiran wanita itu karena dirinya sedang fokus bekerja.


"Di sini kamu rupanya wanita j*lang!!" Luna langsung menjambak rambut Nayla dengan sangat kuat. Sontak semua orang yang ada di galeri berteriak histeris saat melihat adegan kekerasan yang dipertontonkan oleh Luna.


"Lun, kamu apa-apaan?" Nayla berusaha melepaskan cengkraman tangan Luna di rambutnya.


"Gara gara kamu, Reyhan ceraikan aku sekarang. Mending kamu mat1 aja sekalian!!" Luna semakin berteriak histeris dan menjambak rambut Nayla lebih kuat lagi.

__ADS_1


"Lepasin, Lun!!" Nayla mengerahkan seluruh kekuatannya untuk melepaskan cengkraman tangan Luna dari rambutnya.


Adam tak tinggal diam. Ia pun membantu Nayla dan rekan kerja Nayla itu mendorong tubuh Luna dengan kasar hingga wanita itu terjerembab ke atas lantai. Adam langsung mendatangi Nayla dan melihat kepala gadis malang itu.


"Gak apa-apan kan, Nay?" Adam tampak khawatir dengan keadaan gadis itu.


"Aku gak apa-apa, Mas," Nayla merapikan rambutnya yang kusut dengan tangan.


Tatapan kebencian mata Luna seakan berkobar. Wanita itu berdiri lagi, bersiap untuk menyerang orang yang pernah sangat ia percaya dalam hidupnya. Tangan Luna melayang, wanita itu bersiap untuk menampar Nayla.


"Lepasin tangan aku! Dasar wanita tidak tahu diri! Aku benci orang miskin kaya kamu, Nay. Karena demi uang, kamu bisa goda suami sahabat kamu sendiri!" Sungut Luna dengan berapi-api.


Nayla pun menghempaskan tangan Luna dengan kasar. Kemudian gadis itu tersenyum sinis.


"Sahabat?" Nayla tertawa.

__ADS_1


"Jangankan bersahabat, bahkan aku sudah lupa pernah mengenal manusia bernama Luna," sinis Nayla yang seakan menikam hati Luna dengan dalam.


"Dasar pelakor!!" Luna hendak mendorong tubuh Nayla tapi Adam lebih cepat mendorong tubuh wanita itu.


"Aku tidak ada urusan dengan anda!" Luna menatap Adam dengan tatapan permusuhan.


"Urusan dong. Kamu bikin onar di galeri tempat aku kerja," Adam menjawab dengan galak.


"Biarin aja, Mas! Aku bukan seorang pelakor. Jangan jadi pelakor yang teriak pelakor! Bahkan dulu ketika kamu pacaran sama Reza, kamu rebut dia dari pacarnya. Jangan sok suci, Lun!" Nayla mengingatkan masa lalu Luna dan mantan kekasihnya yang bernama Reza.


"Diam kamu pelakor! Wanita laknat!" Maki Luna yang seakan kehabisan kata.


"Dasar pelakor si*lan! Gara-gara kamu sekarang Reyhan ceraikan aku!" Luna berteriak kembali.


Nayla maju mendekat. Ia lalu berbisik di telinga Luna.

__ADS_1


"Kalau begitu selamat menjadi janda, Lun!" Nayla tersenyum miring.


__ADS_2