Jangan Panggil Aku Pelakor!

Jangan Panggil Aku Pelakor!
Kemarahan Rika


__ADS_3

Rika menerima hasil USG yang Yuni berikan. Wajahnya tampak memerah. Terlihat jelas sekali jika kini Rika tengah marah besar.


"Baca aja, Tan! Itu nama aslinya kan? Itu ada tanggalnya dan ada nama rumah sakitnya!" Ucap Yuni kepada Rika.


"Rasain kalian!" Winie tersenyum sinis.


"Lun, Nit!" Tangan Rika mengepal.


"Jangan percaya dia, Ma! Bisa aja kan itu hasil rekayasa!" Air mata Luna menitik kembali di matanya yang sudah sembab.


"Bener, Rik. Ini cuma sabotase buat bikin keluarga kita ancur!" Anita berkata dengan panik.


"Buat apa aku nyabotase keluarga ini? Apa untungnya? Itu bisa dipertanggung jawabkan kok. Kalau perlu datang ke RS nga juga bisa," Yuni tidak terima.


"Tega ya kamu Nit kasih anak kamu yang udah rusak buat jadi istri anak ku yang sangat baik!" Rika berdiri dari duduknya.


"Ma, maafin Luna!" Luna mendekat untuk memohon maaf dari mertuanya. Ia sudah tidak bisa mengelak lagi.


"Itu hanya masa lalu Luna!" Isaknya dengan tergugu.


"Lun!!!" Bentak Anita. Ia tak habis pikir mengapa Luna mengakuinya.


Plak..

__ADS_1


Satu tamparan dari Rika ia daratkan di pipi menantunya yang selama ini amat Rika spesialkan.


"Rasain lo!" Winie tertawa.


"Penipu dasar!" Yuni ikut memanas-manasi drama rumah tangga sahabatnya.


"Rik, jangan keterlaluan kamu ya!" Anita tidak terima putri kesayangannya di tampar.


Plak...


Rika kemudian menampar Anita. Amarahnya sudah di ubun-ubun. Ia tak habis pikir mengapa dirinya terperdaya dengan Rika dan Luna.


"Teganya kamu ya Nit bohongin aku!" Rika berkata dengan suara serak.


"Halah, gak usah sok suci deh kamu Rik! Ngomong anak kamu baik-baik. Palingan dia juga udah sering tidur sama si Nayla gadis miskin itu. Apa lagi mereka udah pacaran bertahun-tahun. Mana ada anak sekarang pacaran cuma pegangan tangan doang! Reyhan sama Luna impas lah! Sama sama bekas orang lain!" Anita berkata dengan pongah.


"Kurang ajar kamu ya!" Rika kembali menampar Anita dengan keras. Amarah yang meletup letup pada dirinya membuat tenaga Rika naik berkali kali lipat. Anita hendak menampar balik Rika, tapi kemudian Rika menahan tangannya.


"Denger! Aku sangat tahu bagaimana anakku! Dia tidak akan melampui batas. Bahkan dia menyentuh anakmu karena tidak sadar. Jika sadar, dia lebih baik mati dari pada menyentuh anakmu yang kotor itu!" Rika berdesis tajam.


Luna semakin menangis mendengar ucapan mertuanya.


"Ma!" Luna memanggil Rika.

__ADS_1


"Diam kamu! Jangan panggil saya mama lagi! Mulai detik ini kamu bukan menantu saya lagi. Saya pastikan perceraian kalian akan segera dikabulkan hakim!" Rika menatap Lun penuh kebencian. Sementara Winie dan Yuni tersenyum senang dengan adegan di depan mata mereka.


"Udah sana pergi!" Winie mendorong tubuh Luna.


"Pergi kalian dari sini! Rumah ini haram kalian injak!" Rika mengusir Anita dan Luna dari dalam rumahnya.


"Ma?" Luna ingin membujuk Rika kembali. Tapi Anita menyeret putrinya untuk keluar.


"Awas ya, Rik! Kamu bakal nyesel udah perlakuin kita kaya gini!" Anita menunjuk Rika sebelum ia pergi dari rumah mewah milik besannya.


Saat Anita dan Luna sudah keluar, Rika ambruk ke lantai. Ia menangis sejadi-jadinya di sana.


"Maafin mama, Rey!" Rika menangis. Menyesali semua yang telah terjadi.


"Udah Ma jangan kaya gini!" Winie ikut bersimpuh di lantai.


"Mama udah hancurin hidup kakak kamu, Win. Mama emang ibu yang buruk!" Rika semakin histeris.


"Kita juga ditipu mereka, Ma. Udah ya?" Winie mengusap tangan Rika untuk menguatkan.


"Mana Rey, Win? Panggil kakak kamu ke sini sekarang! Mama ingin minta maaf sama dia!" Rika terus terisak. Yuni pun hanya menatap ibu dan anak itu dengan iba.


Winie pun bangkit dari posisi bersimpuhnya. Ia kemudian mengambil ponselnya yang ada di saku celana. Bermaksud untuk menghubungi sang kakak dan memintanya datang. Akan tetapi, ponsel Reyhan tidak tersambung. Pria itu seakan menutup akses untuk keluarganya.

__ADS_1


Hallo readers, beberapa bab lagi novel ini tamat ya. Terima kasih untuk segala dukungan yang kalian berikan ya walau novel ini beberapa kali hiatus dan dibuat versi baru. Pokoknya lop yu sekebon. Sayang readers banyak banyak 😘


__ADS_2