Jangan Panggil Aku Pelakor!

Jangan Panggil Aku Pelakor!
Masa Lalu Yang Terungkap


__ADS_3

Luna menangis histeris saat ia tiba di rumah sang mertua. Tak sendiri, ia diantar oleh Anita, sang ibu. Rika yang melihat menantu kesayangannya menangis histeris seperti itu segera menenangkan Luna.


"Ada apa sih, Kak? Berisik tau!" Winie memutar bola matanya malas.


"Rik, ajarin anak kamu sopan santun dong!" Anita menatap Winie dengan marah.


"Win, kamu naik ke kamarmu gih!" Rika menyuruh putri bungsunya untuk keluar dari obrolan mereka.


Winie pun segera berlalu meninggalkan ruang keluarga. Gadis itu juga sudah cukup lelah dengan drama yang Luna pertontonkan seperti ini. Bukan tanpa alasan, teman Winie yang bernama Yuni mengaku bahwa Luna adalah mantan kekasih kakaknya. Dan Yuni berkata jika ia pernah melihat kakaknya yang bernama Reza dan Luna sedang memadu kasih di kamar saat kedua orang tua nya tidak ada. Hal itulah yang membuat Winie hilang respek. Sedikit banyak ia merasa menyesal mengapa tidak percaya pada kakaknya. Reyhan mengatakan jika Luna memang sudah tidak suci lagi. Winie pun belum mengatakan hal itu pada sang ibu karena akhir akhir ini kondisi Rika drop karena kemelut rumah tangga putranya.


"Anak kamu layangin gugatan cerai ke pengadilan agama!" Anita duduk dan mengatur nafasnya yang semakin memburu seiring dengan emosinya yang sudah naik ke ubun-ubun.


"APAAA?" Pekik Rika dengan terkejut. Bahkan ia memegangi dadanya. Merasa sangat terkejut atas apa yang diutarakan oleh Anita.


"Iya, Ma. Reyhan talak aku," Luna menangis pilu.


"Pasti ini gara-gara Nayla," Luna terus terisak.

__ADS_1


Winie yang hendak masuk ke dalam kamar turun kembali dan menghampiri ruang tengah. Ia merasa jengah Luna terus saja menyalahkan Nayla. Kini mata Winie sedikit terbuka. Selama ini, Winie tidak pernah melihat mantan kekasih kakaknya itu mendekati Reyhan. Bahkan Nayla sangat abai dengan Reyhan. Winie bisa menyaksikan hal itu sendiri ketika wisuda dan foto studio. Jelas sekali, jika Nayla gadis yang selama ini mereka hina dan maki-maki sudah tidak menginginkan kakaknya.


"Pasti si Nayla udah ganggu si Reyhan dengan tubuhnya. Nih buktinya, anak aku mau dijadiin janda!" Geram Anita.


"Emang keterlaluan anak kamu si Reyhan! Nikahin anak orang cuma mau dijadiin janda aja. Mana anaknya? Biar aku b*nuh sekalian dia!" Mata Anita menyusuri ruangan mencari keberadaan Reyhan.


"Aku juga gak terima kalau Reyhan jadiin aku janda. Mau ditaruh di mana muka aku?" Luna menangis tergugu.


"Kak Rey gak ada di sini. Lagian kenapa sih nyalahin orang lain mulu atas apa yang terjadi?" Winie mengomentari dan masuk kembali ke ruang tengah.


"Win? Kamu masuk aja gih! Mama pusing kalau kamu ngomong," Rika menyuruh Winie untuk pergi.


"Anak kecil gak usah ikut campur! Tau apa kamu, hah?" Bentak Luna dengan mata yang mulai sembab karena tangis.


"Halah, playing victim kamu! Kenapa kamu gak ngaca kalau kak Rey itu ceraikan kamu gara-gara diri kamu sendiri!" Winie melipat tangannya di dada.


"Win, ngomong yang sopan sama kakak kamu!" Bentak Rika. Anita pun memelototkan matanya pada Winie.

__ADS_1


"Iya, jangan kurang ajar! Aku masih menjadi kakak kamu sekarang!" Maki Luna.


"Ma, dia udah tipu kita abis-abisan! Puncak kekecewaan kak Rey karena kita udah nikahin dia dengan cewe gak bener ini!" Winie menunjuk.


"Jaga omongan kamu ya!" Anita berdiri dan hendak menampar putri besannya.


"Nit, jangan kasar ya sama Winie!" Rika tak terima. Ia ikut berdiri dari duduknya.


"Udah, Ma. Kita ke sini mau cari solusi, bukannya ribut!" Luna menarik tangan Anita untuk duduk kembali. Ia takut Rika akan berbalik menyerang dan marah padanya. Jika itu terjadi, perceraian akan semakin nyata untuknya karena Luna akan kehilangan pendukung.


"Maksud kamu apa, Win?" Rika bertanya kepada putrinya.


"Temen aku si Yuni. Dia adiknya si Reza mantannya cewe ini. Mama tau gak?" Winie tersenyum sinis. Menunggu ekspresi dari Luna. Benar saja, wanita itu tampak terkejut dan seketika pias.


"Tau apa? Yang bener kamu ngomong!" Rika tidak sabar.


"Yuni pernah mergokin mereka lagi ***-*** di kamar saat rumah kosong. Dan Yuni juga bilang kalau menantu mama ini pernah hamil tapi kak Reza dan cewe ini gak siap punya anak karena masih kuliah. Dia ngelakuin ab*rsi, Ma! Tante Anita tau karena dia sendiri yang nyuruh buat aborsi," tunjuk Winie dengan berapi-api kepada kedua orang di hadapannya.

__ADS_1


Rika sangat terkejut mendengar hal itu. Rika memang mengenal Yuni dengan baik, karena dia adalah sahabat dari putrinya. Sedangkan wajah Luna dan Anita tampak pias mendengar Winie mengungkit masa lalu kelam mereka.


__ADS_2