
Deris masih belum puas dengan jawaban Dara, dia masih tidak mengerti kenapa Dara seolah ingin menjauh darinya. Ia kembali ke dalam ke ruangan party berjalan ke mejanya sendiri, menatap Dara yang sedang minum bir bersama staf lain.
"Kenapa dia harus minum bir? Saat pulang anaknya pasti melihatnya mabuk, kenapa tidak memberikan contoh baik untuk putrinya," Deris menggeleng melihat Dara terus menerus minum sambil tergelak kencang.
Tiba - tiba mata Deris menyipit melihat seseorang yang masuk ke dalam ruangan, Alan!
"Ngapain Alan datang, bukan nya dia dan Dara udah cerai," gumam Deris.
Deris melihat seseorang dari meja Dara melambai ke arah Alan, lelaki itu tersenyum dan menghampiri wanita itu. Namun, itu bukan Dara melainkan wanita lain.
"Shitt! Pake pelukan segala, apa yang dilakukan Alan di depan Dara?! Gimana pun Dara adalah mantan istrinya, seharusnya Alan lebih bijak!" geram Deris melihat Alan duduk di samping si wanita yang tadi berpelukan dengannya.
__ADS_1
Deris sedikit mabuk setelah minum 4 sloki minuman tinggi alkohol, tanpa sadar dia bangun dari sofa nya berjalan sedikit sempoyongan mendekati meja tempat Dara dan staff lain.
"Kau lelaki ba jingan Alan! Setelah kau bercerai dengan Dara... kau berhubungan dengan teman nya. Pria brengsek!" racau Deris karena mabuknya di meja Dara.
Semua orang menarik nafas kaget, pasalnya mereka baru mendengar ternyata mantan suami Dara adalah kekasih Sabrina sahabat dekat Dara. Apa itu artinya Sabrina telah merebut suami Dara dan jadi orang ketiga dalam rumah tangga Dara dan Alan?
Wajah Sabrina buruk, selama ini ia sudah sabar dengan kedekatan Alan sang kekasih dengan Dara sahabatnya karena Alan dan Dara sudah berteman sejak SMA. Namun, kali ini ia sudah habis kesabaran karena tidak mungkin Deris berkata Alan mantan suami Dara jika tidak ada yang memberitahu.
"Alan, apa kamu yang mengatakan pada orang lain jika kamu mantan suami Dara? Aku sudah pernah bilang, aku tidak perduli dengan status Dara. Entah dia Janda atau menikah, yang penting kamu jangan sampai dibawa - bawa dalam kehidupan nya. Hargai aku, Lan! Selama ini aku bertahan dengan kedekatan kalian berdua, bahkan aku dengan ikhlas ikut mengurus putrinya karena kamu bilang Ayah dari putri Dara tak bertanggung jawab. Aku kasihan pada Dara, apalagi dia sahabatku. Tapi lihat, aku malah mendengar kamu dipanggil mantan suami Dara. Kamu kira situasi ini tidak memalukan! Ini sangat memalukan, aku akan di cap sebagai wanita yang menjalin kasih dengan mantan suami dari sahabatnya sendiri!" Sabrina melepas cekalan Alan dari lengan nya lalu pergi dengan menangis.
Alan berlari mengejar, dia tidak tau akan ada Deris disana. Sabrina meminta dia datang, tanpa tau apapun dia datang ke club.
__ADS_1
Dara sudah berdiri dengan marah, mulut Deris memang tidak bisa dijaga. Dia melihat Sabrina sepertinya menangis saat berlari keluar, ia mengepalkan tangan nya.
Bugh!
Dara meninju wajah Deris, bukan tamparan tapi bogeman. "Brengsek! Kau dan mulutmu! Aku akan menghajar mu sampai kau nggak akan menganggu ku lagi! Ba jingan!"
Dugh!
Dugh!
Tommy yang melihat kebrutalan Dara memukuli Deris segera menahan lengan Dara dari belakang. "Dara! Sudah! Pak Deris bisa mati! Jika ada masalah selesaikan baik-baik!"
__ADS_1
Dara ngos-ngosan, dengan tubuh mabuk tenaga wanita itu masih kuat sampai wajah Deris berdarah dan akhirnya tak sadarkan diri terlebih karena sejak awal Deris memang sudah mabuk.