
Seperti pagi - pagi sebelumnya, Dara akan selalu sibuk dengan sarapan dan persiapan Abel sekolah.
"Mama, tas Abel yang unicorn dimana? Abel mau tas itu." Abel menarik - narik ujung blazer yang menutupi kemeja putih ala kantoran Dara.
"Sebentar sayang, Mama cari." Dara memasukkan bekal makan untuk Abel lalu beberapa snack ke dalam kotak makan.
"Makan dulu sarapan nya, sayang."
"Yes, Mah." Abel naik ke atas kursi sarapan mulai memasukkan sereal susu hangat ke dalam mulut kecilnya.
Dara mencari tas yang di inginkan Abel di hanger tas dan menemukan tertutup tas hello kitty, ada sekitar 7 tas kesukaan Abel tergantung disana.
Dara langsung memindahkan peralatan sekolah dari tas yang kemarin Abel pakai, kemudian membawa tas unicorn keluar.
"Apa Paman Dimas jemput Abel lagi?" tanya Abel.
"Tadi bilang sih jemput, coba Mama telepon dulu ya."
Dara membuka kunci layar ponsel, mencari kontak WA Dimas dan terhubung. "Woi, baru bangun ya lo?"
"Pake nanya lagi, hoammmm...."
"Hari ini bisa jemput anak gue lagi nggak?"
"Bisa, lo tau kerja gue cuma lewat laptop. Entar gue tunggu si bibi, biasa jam 11 siang kan?"
"Yoooi, kunci rumah gue masih aman?" tanya Dara.
__ADS_1
"Masih, tutup! Gue masih ngantuk!"
"Paman Dimas, i love you" teriak kecil Abel. Dara mendekatkan ponsel ke bibir Abel yang belepotan coklat dari sereal.
"Love you too my little honey, emuachhh!" balas Dimas. "Ketemu nanti di sekolah ya cantik."
"Gue emang cantik, nggak usah sebut terus," jawab Dara tertawa. "Oke, gue tutup! Thanks bro! Emuach!" jahil Dara.
"Oekkkk, mual gue!" gerutu Dimas.
Tuuuuutt.
"Udah abis sarapan nya?" tanya Dara, membersihkan mulut belepotan Abel dengan sehelai tisu.
Abel mengangguk turun dari kursi memasang tas yang dipegang sang Ibu di punggung nya, berlari kecil ke arah rak sepatu dan mulai memakai sepatunya sendiri.
"Xixi..." Abel nyengir.
Dara melihat sepatu Abel masih salah tempat, kiri menjadi kanan dan sebaliknya. Ia hanya tersenyum lalu berjongkok membuka sepatu Abel lalu memasangkan nya kembali dengan benar.
Tittttttt
Tittttt
Suara klakson terdengar di depan gerbang yang tidak biasa terdengar di pagi hari pasalnya selama ini tidak ada yang datang ke rumah pagi - pagi.
"Siapa ya?" gumam Dara membuka kunci pintu rumah berjalan ke teras.
__ADS_1
Wajah Deris menyembul dari balik sela pagar yang berjarak 15 cm. "Pagi, Dara. Aku jemput kamu, hehe..."
Deris nyengir seperti Deris di masa lalu, seorang bocah remaja yang tak perduli darimana ia berasal.
Dara ingin berteriak tetapi para tetangga sedang berada diluar rumah mereka entah itu akan mengantar anak nya sekolah memakai mobil dan motor mereka atau sekadar mengantar keluar suaminya yang akan berangkat kerja.
"Pagi Mba Dara, itu tamu nya kasihan. Sudah dari subuh loh disitu, kayaknya orang yang sama dengan semalam yang gedor - gedor gerbang," ujar tetangga sebelah kanan yang akan mengantar anak nya sekolah SD.
"Iya Bu, dia teman kerja saya. Untuk keributan semalam, maaf ya Bu." Dara tak enak hati pasalnya rumah mereka berdempetan.
"Ah gak apa - apa, cuma lain kali jangan lupa lapor Pak Rt ya. Wah Mba, teman - teman nya cakep semua, kayak Tuan Dimas sama Tuan Alan yang sering datang pada ganteng."
"Hehe, iya Bu. Saya permisi berangkat ya, Bu."
Dara menggenggam tangan Abel, menutup pintu dan menguncinya. Membuka gembok gerbang lalu keluar mendelik kesal pada Deris tanpa memberi kabar tiba - tiba datang.
"Mau apa sih kamu?" bisik Dara seraya melirik kiri dan kanan tersenyum pada semua orang yang sedang menatap nya.
"Sengaja jemput kamu, ayo masuk. Eh Abel mau sekolah ya?" Deris mendekati gadis kecil itu mengelus pucuk kepala Abel.
"Pagi, Om."
"Naik mobil om yuk, om Deris antar Abel ke sekolah." Deris menarik pelan tangan kecil Abel membawa gadis kecil itu masuk ke bagian belakang mobil.
"Dara, ayo. Orang - orang masih menatap kesini loh," bisik Deris.
Dara menggigit bibir bawahnya kesal, dia ingin menolak sekaligus memarahi Deris namun apa daya dia juga tak ingin ditatap dan menjadi tontonan semua para tetangga. Akhirnya ia mendekati Deris yang berdiri membuka lebar pintu mobil, mendelik sekilas lalu naik ke dalam mobil dan duduk di samping Abel.
__ADS_1
Deris tersenyum senang merasa sudah berhasil, menutup pintu mobil lalu dia sendiri duduk di bagian depan di samping sopir.