
Satu Tahun Kemudian...
Seorang pria dengan tinggi 189 cm berwajah tegas dengan mata tajam bermanik coklat terang dengan alis hitam tebal dan hidung mancung sedang menghisap rokok yang berada di sela kedua jarinya. Lelaki itu sedang menatap seorang wanita yang sedang berlarian di taman sebuah rumah seperti anak kecil dengan rambut di kuncir dua. Sepertinya wanita itu kelelahan lalu duduk di kursi taman, bibir wanita itu merah memakai gincu tapi belepotan kemana - mana.
"Cantiknya Mama... mau mi mi, iya?" wanita itu menggendong sebuah boneka dalam pelukannya, sesekali tersenyum bahagia.
Pria bernama Rocky itu membuang puntung rokok ke tanah lalu menginjaknya, ia mendekati wanita yang baru 2 bulan tersadar dari komanya namun Dokter mengatakan ada gumpalan darah di otaknya yang mengharuskan di operasi agar ingatan dan perilaku si wanita itu kembali normal. Namun, Rocky sedang merencanakan sesuatu sebelum Dara di operasi, ia berniat ingin memanipulasi ingatan.
Dira... kakak dari wanita yang sedang bermain boneka layaknya anak kecil adalah wanita yang ia cintai dulu namun sayang cintanya bertepuk sebelah tangan karena Dira lebih memilih rival cintanya Darwin. Setelah 9 tahun lamanya ia kembali lagi ke negara tempat cintanya ditolak, ia baru mengetahui jika Dira sudah lama meninggal karena tekanan dari keluarga Darwin terutama ia juga tau jika Dira ditinggal menikah. Rasa benci dan dendam tertanam dalam hatinya, ingin membalas Darwin si lelaki bajjingan beserta keluarganya.
Saat mengikuti ke rumah sakit malam itu Rocky juga sudah merekam semua kejadian dari dari saat Dara dimasukkan ke dalam mobil dalam keadaan penuh darah. Lantas ia membawa pergi Dara dari rumah sakit dan memesan tiket dengan paspor dan visa serta dokumen Dara di dalam tas yang memudahkan nya membawa Dara keluar dari Indonesia. Ia juga tak menyangka jika di dalam tas yang ia temukan ternyata penuh dengan dokumen pribadi Dara bahkan uang.
"Dira... aku datang." Rocky selalu memanggil dengan nama Dira, entahlah ia seolah terobsesi akan nama wanita yang masih ada dalam hatinya itu.
"Kakak, lihat. Anakku hari ini cantik, kan?"
"Ya, sangat cantik. Hari ini boleh aku gendong?" biasanya Dara selalu mengamuk jika ada yang menyentuh boneka dalam gendongan nya, kali ini Rocky mencoba kembali.
__ADS_1
"Tidak!! Pergi orang jahat! JANGAN REBUT ANAKKU...!!! Arghttt!!" Dara mendorong tubuh kekar Rocky namun sia-sia karena tubuh Rocky bagaikan sebongkah batu besar alhasil Rocky bergeming di tempat.
"Oke, oke... aku nggak ambil anakmu. Kalau begitu, kamu mandi bareng anakmu. Ya? Ini waktunya mandi, sudah sore."
"Ada eskrim? Aku mau eskrim vanila..." Dara memainkan sebelah rambut kepangnya sesekali cekikikan seperti anak kecil.
"Dira mau eskrim?"
"Abis eskrim dingin... enak... xixi..."
"Oke, setelah mandi nanti makan eskrim. Tapi hanya sedikit soalnya udah sore, besok siang baru makan yang banyak."
Rocky memandangi Dara yang masuk ke dalam rumah, mereka sedang tinggal di Vietnam. Tempat tinggal Rocky selama hampir 9 tahun lebih meninggalkan Indonesia karena patah hati oleh seorang wanita.
...............
3 Tahun Pasca Operasi.
__ADS_1
"Dira! Ayo cepat! Penerbangan kita pukul sebelas!" teriak Rocky dari lantai bawah.
"Kamu bawel banget jadi pria!"
Tak
Tak
Tak
Dara berlarian melwati anak tangga satu - persatu. Dengan memakai dress berwarna biru langit selutut dengan bermotif bunga anyelir, rambut lurus berwarna merah terang sangat kontras dengan warna dress yang Dara pakai membuat mata Rocky terpesona.
Ya, awalnya lelaki itu ingin membalas dendam pada keluarga Sagantara kini hati Rocky sudah terpikat oleh kecantikan Dara yang mirip seperti Dira jika berpakaian sangat feminim seperti sekarang. Niat balas dendamnya pupus sudah karena ia sudah mencintai wanita yang tinggal bersamanya selama hampir 4 tahun itu.
"Ready?" Rocky mengulurkan tangan.
Dara tersenyum hangat, ia menggenggam tangan Rocky yang terulur. "Go!"
__ADS_1
Mereka berdua adalah sepasang kekasih, sejak pemulihan Dara pasca operasi Rocky selalu mengatakan jika mereka adalah sepasang kekasih. Dara hanya percaya apalagi Rocky menceritakan tentang kehidupan Dara yang sangat detail sejak kecil hingga dewasa. Bahkan identitas baru Dara sebagai Dira juga ingatan yang dimanipulasi mendukung semua yang Rocky katakan.