Jangan Rebut Anakku...!!!

Jangan Rebut Anakku...!!!
Bab -15 Kakak Mengenal Dara?


__ADS_3

Nyonya Tiara berwajah emosi kedua anaknya benar - benar membuat nya pusing. "Mama akan bilang kelakuan kalian pada Papa kalian!" kesalnya kemudian pergi.


Darwin mengusap air mata dari wajah nya, lalu menarik kursi menaruh di samping ranjang rawat sang adik.


"Jadi, sejak kapan kamu kenal sama Dara? Kakak rasa sudah sejak lama, apa dia wanita yang tadi sempat kamu sebut sudah mencuri hatimu?" tanya Darwin.


"Kami pacaran saat mau keluar SMA, tapi tiba - tiba Dara menghilang. Kakak ingat kan saat aku pulang ke rumah mabuk, dan memecahkan semua barang di rumah dan akhirnya Papa mengurungku di kamar dan menyetop uang saku ku dan kakak lah yang beri aku uang. Itu saat seminggu aku nggak bisa menemukan keberadaan Dara. Kalau nggak salah saat itu kakak juga sering tiba-tiba menangis dan mulai sering bertengkar dengan Kak Mawar." Jawab Deris.


"Jadi, sejak saat itu. Sepertinya kakak tau kenapa Dara menghilang," timpal Darwin.


"Kakak tau? Kakak mengenal Dara?"


"Kakak akan bercerita sedikit kisah kakak bersama kakak Dara, jika kamu pacaran dengan Dara kamu pasti mengenal kakak nya bukan? Bernama Andira, kakak dan Dira pacaran tak lama Dira menjadi sekretaris kakak. Itu 1 tahun sebelum kakak dipaksa menikah oleh Papa dengan Mawar."


Flashback 9 Tahun Lalu Darwin dan Andira...

__ADS_1


"Aku meminta putus, Bang. Kalau kamu akan menikah dengan wanita pilihan Ayahmu. Aku tak ingin mempertahankan hubungan yang akhirnya akan usai dengan pendirian Abang yang plin plan. Abang bilang cinta sama aku, tapi Abang sudah melamar wanita itu!" Dira pergi dengan mencoba agar tak menangis di hadapan Darwin.


"Sayang! Tunggu!" Darwin menyusul Dira yang keluar dari office-nya, wanita itu masuk ke dalam lift tak terkejar lagi.


"Dira! Arghtt!" Darwin meremas rambutnya frustasi, sang Ayah sudah mengancam akan mengusir nya dari rumah dan perusahaan yang masih milik sang Ayah meskipun sudah menjadi wali kota. Darwin hanya tidak akan terbiasa hidup miskin dan hidup tanpa kekuasan sang Ayah karena sejak kecil ia sudah terbiasa. Itu semua tak semudah membalikkan telapak tangan, meskipun ia sangat mencintai Dira tetapi memikirkan akan hidup dalam serba kekurangan ia tak berani melawan sang Ayah.


Hari pernikahan Darwin dan Mawar pun tiba, Dira tetap melakukan pekerjaan nya sebagai Sekertaris dengan profesional tetapi diluar kerja ia akan sangat sopan pada Darwin dan menjauhi laki - laki itu. Pernah meminta perpindahan posisi kerja agar pindah dan tak menjadi sekertaris Darwin lagi, namun permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Darwin. Mau bagaimana lagi, Dira mempunyai adik yang masih butuh biaya hidup dan sekolah. Apalagi sang adik akan segera masuk SMA lalu kuliah dia membutuhkan banyak uang dari gaji nya, akhirnya ia tak bisa berhenti dari pekerjaan meskipun menyakitkan harus melihat kemesraan Darwin dan sang istri yang sering datang ke kantor.


"Aku minta resign, Pak Darwin," tiba - tiba Dira menaruh surat pengunduran diri di atas meja kantor Darwin, wanita itu tak sadar jika Darwin sedang frustasi karena selalu diacuhkan Dira.


"Aku cinta kamu Dira! Kenapa kamu selalu mengacuhkan ku?! Aku juga tidak bisa berbuat apapun! Aku tidak ingin mati kelaparan diluar sana! Tapi... tapi hatiku sakit saat kamu memandangku dengan tatapan benci! Apa dengan aku mati kamu akan memaafkan ku?! Bahkan sekarang kamu ingin pergi dariku!" Darwis mulai menekan pisau ke arah pergelangan tangan.


"Jangan! Pak! Apa yang kamu lakukan?! Ingat orang tuamu! Ingat istrimu!"


"Haha... orang tua yang membuat anaknya kehilangan wanita yang dicintainya... istri yang tidak aku cintai! Dan kamu... bahkan selalu memanggilku dengan sopan, tak ada lagi panggilan sayang darimu... Dira... aku akan mati saja!" Darwis mulai menekan pisau, tetesan darah berceceran.

__ADS_1


Dira memeluk Darwin menahan tangan yang memegang pisau, "Cukup! Baik... aku turuti keinginan mu, aku nggak akan pergi. Aku akan mencintaimu lagi, aku berjanji. Sampai aku mati, aku akan mencintaimu meskipun hatiku akan sakit... meskipun akan ada hati yang tersakiti... aku akan mencintaimu sampai aku mati."


"Hiks.... hiks.... Dira... kasihku..." pisau di tangan Darwin terjatuh, namun isak tangis lelaki itu terus terdengar sampai Darwin tertidur di dalam pelukan Dira.


"Kamu nggak pernah mabuk seperti ini, Bang. Kenapa aku harus tak tega padamu, aku bodoh dan kamu lebih bodoh dariku. Kita berdua manusia bodoh..." lirih Dira.


Akhirnya sejak kejadian itu Darwin dan Dira akan selalu sembunyi - sembunyi berhubungan. Kadang selalu keluar kota mengatakan ada pertemuan bisnis atau sekedar makan malam di sebuah hotel beberapa jam lalu Darwin akan pulang ke rumah. Itu terus terjadi selama 3 tahun pernikahan Darwin dan Mawar sang istri.


Sampai akhirnya hubungan mereka terendus karena ada telepon dari rumah sakit yang mengenal Mawar istri Darwin mengatakan Darwin terlihat membawa seorang wanita ke ruang Obgyn. Mawar segera datang untuk bertanya dengan mengancam Dokter kandungan yang bertugas dan Mawar shock mengetahui suaminya membawa Dira sang sekertaris karena sudah hamil 3 bulan sedangkan ia sendiri sudah menikah selama 3 tahun dan belum juga hamil. Amarah menguasainya, merasa dikhianati dan merasa harga dirinya diinjak - injak ia mengajak sang Mama mertua melabrak Dira. Memaki tak memberi kepuasaan, bahkan sang Mama mertua sudah menampar Dira. Setelah pulang ia mengancam Darwin akan melaporkan pada Ayahnya agar memutuskan aliran dana pada Perusahaan Darwin juga mengancam akan mengatakan pada Ayah Darwin.


"Tinggalkan wanita itu dan juga suruh dia gugurkan kandungan nya, Mas! Kalau tidak bukan hanya akan melaporkan mu pada Ayahku dan Ayahmu tapi aku juga akan melaporkan kalian berdua agar ditangkap karena berzina! Jika belum cukup hukuman itu, aku akan membunuh anakmu darinya dan juga wanita itu! Aku akan membunuh wanita ja lang itu!" teriak Mawar.


Dengan tak rela Darwin akhirnya mendatangi Dira dan memutuskan hubungan affair mereka dan menyuruh Dira menggugurkan kandungan nya. Namun, saat pulang Darwin memohon mohon pada Mawar jangan mengusik Dira dan anak yang dikandung, dia berjanji akan menjauhi wanita itu dan memecatnya dari sekertaris memindahkan Dira ke departemen lain. Mawar yang masih percaya janji Darwin akhirnya mengatakan setuju tak akan menganggu Dira, meskipun beberapa kali ia selalu sengaja datang ke Perusahaan dan membuat Dira stress setiap harinya apalagi tanpa dukungan Darwin mental Dira semakin hari semakin down bahkan anak yang belum waktunya lahir harus di cesar di umur kehamilan 7 bulan dengan Dira mengalami pendarahan dan akhirnya meninggal.


Flashback OFF.

__ADS_1


__ADS_2